Sabtu, 26 Oktober 2013

DAMBAKAN AIR BERSIH PDAM


IRDESS, INDRALAYA, OI –  Warga di Kecamatan Indralaya Mulia, Kabupaten Ogan Ilir (OI) terutama yang tinggal diperkampungan dekat pasar Indralaya, sangat mendambakan aliran air bersih dari PDAM. Pasalnya, selama ini air bersih PDAM hanya ada di komplek perumahan saja.
Hal ini dikeluhkan dan diharapkan oleh salah seorang warga Kelurahan Indralaya Mulia, Naiya, yang juga selama ini belum pernah menikmati bersihnya air PDAM Tirta Ogan.
Diakuinya, jika memang ada sebagian jaringan PDAM sejak tahun 1990 disekitar perkampungan. Namun tidak berfungsi lagi, karenanya warga berharap pemerintah dalam hal ini PDAM bisa memfungsikan lagi jaringan air tersebut.
”Kami ingin sekali berlangganan dengan PDAM agar juga bisa menikmati air bersih. Tapi sampai sekarang PDAM belum masuk,” keluhnya.
Sementara itu Direktur Utama PDAM Tirta Ogan, Zulkarnain, saat dihubungi sangat terkejut dengan adanya keluhan dari warga Indralaya Mulia yang mengatakan dikelurahannya belum ada jaringan PDAM.
”Selama ini bahkan sudah lama ada jaringan PDAM di kelurahan Indralaya Mulia. Keberadaan PDAM Tirta Ogan di Kabupaten OI ini untuk memberikan pelayanan air bersih semaksimal mungkin kepada seluruh masyarakat OI, tak terkecuali mereka yang tinggal diluar komplek perumahan,” tuturnya.
Untuk itu, katanya, diharapkan kepada masyarakat yang ingin berlangganan atau menikmati air bersih kucuran PDAM Tirta Ogan Kabupaten OI, datang langsung ke kantor PDAM di Jalan Tasik Kecamatan Indralaya pada saat jam kerja dengan membawa fotocopy KTP dan Kartu Keluarga (KK).
”Kami minta jangan sekali-kali menggunakan jasa orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dengan datang langsung ke kantor PDAM Tirta Ogan di Jalan Tasik, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya penipuan yang akan merugikan calon pelanggan,” tukasnya.







POLRES SIAP PASANG 6 RAMBU PERINGATAN


IRDESS, INDRALAYA, OI –  Walaupun hanya sebatas memberikan imbauan kepada pengendara agar tertib dalam berlalu lintas, namun Polres Ogan Ilir (OI) memastikan akan memasang sebanyak enam rambu peringatan disejumlah titik di Kabupaten OI.
”InsyaAllah dalam minggu ini sudah terpasang enam rambu di sejumlah titik disepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) OI, mulai dari kilometer 32 hingga Sungai Pinang. Tapi, lebih dikhususkan di daerah yang dianggap rawan kecelakaan lalu lintas,” ujar Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat.
Menurutnya, pemasangan rambu tersebut dinilai sangat mendesak mengingat kerap kali ada kecelakaan OI. Untuk titik-titik pamasangan rambu peringatan itu, nanti akan ditentukan Kasat Lantas melalui Kanit Laka Iptu Ahmad ZN.
”Kami masih menentukan beberapa titik-titik pemasangan rambu peringatan. Mudah-mudahan dengan adanya rambu peringatan diupayakan dapat menekan angka kecelakaan di wilayah OI,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) OI, H Mustarsyah menambahkan, untuk pemasangan rambu-rambu pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak berwajib dan bekerjasama dengan Jasa Raharja.
Pemasangan rambu itu, selain difungsikan untuk imbauan kepada pengendara agar tertib berlalu lintas sekaligus pemberitahuan agar pengendara lebih berhati-hati ketika melintasi jalan tersebut.
”Biasanya kami akan berkoordinasi dengan Jasa Raharja dan Polres untuk penempatan titik-titik pemasangan rambu. Ya, kami juga berharap dengan adanya rambu dapat mengurangi angka kecelakaan,” katanya.











Jumat, 25 Oktober 2013

PEMEKARAN PANTAI TIMUR DISETUJUI


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI –  Setelah melalui proses panjang, akhirnya pemekaran Pantai Timur dari Kabupaten Induk OKI menjadi kabupaten baru, disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, kemarin (24/10).
Pantai Timur akan menjadi kabupaten baru di Provinsi Sumatera Selatan, (Sumsel) setelah sebelumnya DPR RI juga menyetujui pemekaran Kabupaten Kikim Area dari Kabupaten Lahat.
Pemekaran Pantai Timur ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI. Dengan disetujuinya pemekaran Pantai Timur menjadi kabupaten baru, hal itu akan membantu pembangunan di wilayah Pantai Timur lebih cepat.
”Kita menyambut baik dengan disetujuinya Pemekaran Pantai Timur menjadi kabupaten baru, memisahkan diri dari Kabupaten OKI sebagai kabupaten induk. Kita berharap pembangunan di wilayah perairan bisa merata,” ujar Bupati OKI, Ir H Ishak Mekki melalui Sekda OKI, Ir H Ruslan Bahri, kemarin (24/10).
Menurutnya, pemekaran Pantai Timur ini merupakan cita-cita dari Bupati OKI, H Ishak Mekki sejak lama, tujuannya untuk membangun wilayah tersebut agar lebih merata.
”Dengan menjadi kabupaten baru, masyarakat perairan tidak lagi sulit harus menempuh jarak jauh untuk mengurus administrasi pemerintah. Kemudian bisa lebih konsentrasi dalam pembangunan daerah, karena luas Kabupaten OKI ini sama dengan luas Provinsi Bengkulu, sehingga sudah sewajarnya harus dimekarkan,” jelasnya.
Setelah disetujinya pemekaran Pantai Timur menjadi kabupaten baru, pihaknya memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada masyarakat Pantai Timur untuk memilih pemimpin daerah dan memilih kecamatan mana yang layak untuk dijadikan ibukota kabupaten, hal itu untuk kemajuan daerah tersebut agar lebih baik lagi.
”Kedepan Kabupaten OKI sebagai Kabupaten Induk akan membantu pembiayaan Pantai Timur sampai menjadi kabupaten yang mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten OKI asal Tulung Selapan, Abdiyanto SH juga menyambut baik atas disetujuinya pemekaran Pantai Timur menjadi kabupaten baru.
”Ini sudah lama menjadi cita-cita kita semua dari masyarakat Pantai Timur, hal ini tidak ada kepentingan politik, tetapi murni demi kemajuan daerah tersebut,” terangnya.
Pihaknya berharap infrastruktur di wilayah perairan secepat mungkin bisa membaik, sehingga Kabupaten Pantai Timur menjadi kabupaten yang lebih maju.
”Dari beberapa kecamatan yang ada, semuanya layak dijadikan Ibukota Kabupaten, tetapi kita harus melihat infrastruktur, kemudian lokasi jarak tempuhnya lebih dekat dan sarana-prasarananya lebih lengkap, saya pikir Kecamatan Tulung Selapan lebih layak jadi ibukota kabupaten,” tegasnya.
Pihaknya yakin dalam dua sampai tiga tahun Pantai Timur sudah menjadi kabupaten mandiri dan sudah bisa lepas dari Kabupaten Induk yakni OKI dari pembiayaannya.
”Potensi pendapatan asli daerah sangat banyak, itu artinya akan membantu Kabupaten Pantai Timur menjadi kabupaten yang diperhitungkan di Sumsel,” bebernya.
Ditambahnkannya, lima kemacetan di OKI yang masuk dalam pemekaran Pantai Timur adalah Kecamatan Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam dan Air Sugihan. ”Semuanya merupakan wilayah perairan,” tukasnya.









Kamis, 24 Oktober 2013

JELANG PILEG DAN PILPRES 2014


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI) AKBP Erwin Rachmat meminta kepada seluruh kapolsek di jajaran Polres OKI untuk meningkatkan siskamling di wilayah masing-masing dengan merangkul setiap elemen masyarakat. Permintaan ini disampaikan mengingat pada tahun 2014 bakal digelar pesta demokrasi pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).
Menurut Kapolres, dengan merangkul setiap elemen masyarakat untuk lebih meningkatkan siskamling, maka tugas kepolisian dalam menghadapi Pemilu 2014 akan lebih ringan. ”Patroli dan Siskamling dirasakan perlu untuk ditingkatkan, tugas Polri kedepan akan lebih besar karena menghadapi Pemilu 2014. Jika kita lebih meningkatkan patroli dan siskamling maka ruang gerak pelaku kejahatan terbatas,” ujar Kapolres saat memimpin upacara serah terima jabatan kasat dan kapolsek di halaman Mapolres OKI, Rabu (23/10).
Seperti patroli yang beberapa waktu lalu dilakukan seluruh jajaran Polsek, kata Kapolres, dinilai mempunyai peran penting guna meminimalisir aksi kejahatan. ”Banyak sekali kejahatan-kejahatan yang terungkap dalam patroli itu, jadi saya meminta kepada kapolsek untuk lebih meningkatkan patroli. Saya ucapkan terima kasih kepada kapolsek atas kinerjanya dalam melakukan patroli,” tandas Kapolres.
Dalam upacara sertijab itu, Kapolres juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi kapolsek dan juga kasat lama, peluang untuk kembali ke Polres OKI masih terbuka lebar.
Kasubag Humas Polres OKI, AKP A Halim menambahkan, para perwira yang melaksanakan sertijab yakni AKP Rudiansyah yang sebelumnya menjabat Kasat Narkoba Polres OKI, kini ditarik ke Direktorat Narkoba Polda Sumsel, sementara Kasat Narkoba yang baru adalah AKP Priyanto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kota Kayuagung. Lalu jabatan Kapolsek Kayuagung diisi AKP Hendra yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tanjung Lubuk.
”Kapolsek Tanjung Lubuk sendiri sekarang dijabat AKP Didi Setiadi dari Kasubag Bin Ops Polres OKI, sedangkan posisi yang ditinggalkan AKP Didi diisi oleh AKP Usman Ismail yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Pedamaran. Nah Kapolsek Pedamaran sendiri diisi oleh perwira dari Polda Sumsel,” terang mantan Kapolsek Air Sugihan OKI ini.
Diuraikan AKP Halim, sertijab lainnya juga dilakukan antara AKP Yusar Heris yang sebelumnya menjabat Kasat Shabara Polres OKI karena dipromosikan sebagai Panit Intel Polda Sumsel dan Kasat Shabara yang baru diisi oleh AKP Agus Slamet dari Direktorat Intelkam Polda Sumsel. Kapolsek Tulung Selapan AKP Ikhsan Hasrul juga dimutasi ke Kasat Narkoba Polres Banyuasin dan pejabat barunya adalah perwira Polda Sumsel.
”Kapolsek Jejawi Ipda Dharmanson juga dimutasi menjadi Kapolsek Cengal menggantikan Ipda Suryadi yang juga ditarik ke Pama Polresta Palembang. Sementara jabatan Kapolsek Jejawi diisi Ipda Jhony Martin SH yang sebelumnya menjabat Kanit Pidum Polres OKI,” ujar dia.







Rabu, 23 Oktober 2013

11 DESA BELUM DIALIRI LISTRIK


IRDESS, INDRALAYA, OI – Sedikit demi sedikit, desa di Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang tidak memiliki listrik berkurang. Dari sebelumnya 25 desa gelap gulita, kini hanya tinggal 11 desa yang belum dialiri listrik.
Ke 11 Desa tersebut, yakni Desa Ulak Segelung Kecamatan Indralaya, lalu Desa Kedukan Bujang, dan Desa Aurstanding Kecamatan Pemulutan. Kemudian Desa Maju Jaya, Harimau Tandang, Sungai Keli dan Desa Sungai Ondok Kecamatan Pemulutan Selatan.
Selanjutnya Desa Pinang Mas, Desa Sungai Pinang Nibung dan Desa Pinang Jaya Kecamatan Sungai Pinang. Lalu Desa Ibul Dalam Kecamatan Rambang Kuang.
”Kalau dibandingkan sebelumnya berkurang, tadinya 25 desa, sekarang tinggal 11 desa lagi. Ini hasil data yang kita lakukan di lima Kecamatan dalam wilayah Kabupaten OI,” ujar Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup OI, M Thahir R melalui Kepala Bidang SDE dan Listrik, Nashrul Awany.
Bahkan, kata Nashrul, pihaknya juga melakukan pendataan secara rinci masing-masing desa yang belum teraliri listrik tersebut, seperti Desa Ulak Segelum ada 321 rumah, Desa Kedukan Bujang 307 rumah, Desa Aurstanding 534 rumah, Desa Maju Jaya 247 rumah, Harimau Tandang 347 rumah, Sungai Keli 270 rumah dan Desa Sungai Ondok 220 rumah.
Selanjutnya Desa Pinang Mas 549 rumah dan Desa Sungai Pinang Nibung 366 rumah dan Desa Pinang Jaya 511 rumah. Lalu Desa Ibul Dalam 180 rumah.
”Kita belum tahu kapan target seluruh desa di Kabupaten OI ini bisa teraliri listrik. Tapi, setiap kali kesempatan Bupati OI menargetkan sebelum mengakhiri masa jabatannya, semua desa di Kabupaten OI sudah teraliri listrik,” bebernya.
Menurut Nashrul, untuk program tahun 2013 ini, ada empat desa yang sudah selesai teraliri listrik, yakni Tanjung Pasir, Lebung Jangkar, Rawa Jaya dan Mekar Jaya.
Begitu juga dengan program Listrik Masuk Desa (Lisdes) yang dianggarkan pusat juga ada beberapa desa yang sudah ditingkatkan, semisal jaringan yang dibangun baru satu kilometer, maka dilanjutkan lagi hingga selesai. Desa yang menjadi sasaran Lisdes tersebut yakni Desa Suka Maju, Sanding Marga, Suka Marga Kecamatan Rantau Alai.
Dikatakan Nashrul, ada beberapa kendala yang menjadi penyebab utama terhambatnya pemasangan jaringan listrik pada setiap desa, yakni mengenai tanam tumbuh.
”Kalau pada program Lisdes, warga meminta tanam tumbuh diganti rugi, maka program, Lisdes dibatalkan, inilah yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan jaringan listrik kita. Padahal listrik itu peruntukkan untuk kepentingan masyarakat itu juga,” tukasnya.





JALAN PEMULUTAN BARAT RUSAK BERAT


IRDESS, INDRALAYA, OI – Ruas jalan Kabupaten di Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengalami rusak berat. Titik kerusakan jalan sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.
Informasi yang dihimpun Irdess Sumsel, kerusakan jalan di Kecamatan Pemulutan Barat, dimulai terjadi diujung perbatasan Kecamatan Indralaya yakni di Desa Talang Aur, lalu memasuki pintu gerbang Kecamatan Pemulutan Barat, kerusakan jalan mulai sangat terasa sekali.
Lubang-lubang besar tidak bisa dihitung dengan jari, bahkan aspal jalan sudah banyak yang terkelupas, menyisakan tanah merah. Bila hujan turun lubang-lubang besar seperti sumur galian, sedangkan ketika musim kemarau, lubang-lubang jalan terlihat jelas kedalaman kerusakan jalan.
Akibatnya kendaraan yang melintas, harus ekstra hati-hati. Khusus untuk kendaraan roda dua harus memilih jalan yang bisa dilalui, sedangkan untuk kendaraan roda empat terpaksa harus melintasinya karena tidak ada pilihan, semua jalan yang dilalui nyaris rusak semuanya.
Namun ironisnya, mulai dari perbatasan Kecamatan Pemulutan Barat memasuki wilayah kecamatan Indralaya hingga tembus ke jalan negara (Jalintim) Indralaya-Kayuagung kondisi jalan bagus dan mulus.
”Sepertinya perbaikan jalan ini tidak tuntas, masa hanya sebatas Kecamatan Indralaya, sedangkan mamasuki pintu gerbang Kecamatan Pemulutan Barat, jalan rusak berat,” ujar Rohman warga Desa Talang Aur.
Meski tidak semulus jalan di Indralaya, kata Rohman, seharusnya pemerintah melakukan penimbunan sementara terhadap kondisi di jalan Pemulutan Barat ini.
”Jangan lubang-lubang dibiarkan seperti ini, kendaraan kami sering patah as ketika mengangkut hasil bumi, akibat jalan rusak dan berlubang,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas PU Bina Marga (BM) Pemkab OI, H Muhsin mengakui kalau jalan memasuki perbatasan Kecamatan Pemulutan Barat kondisinya mulai rusak.
”Untuk saat ini perbaikan jalan baru diwilayah Kecamatan Indralaya, nanti pada tahun depan akan diteruskan perbaikannya memasuki wilayah Kecamatan Pemulutan Barat,” ujar pria berkacamata ini.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada warga untuk bersabar, karena katanya, anggaran Pemkab untuk perbaikan jalan sangat terbatas, sehingga pelaksanaan dilapangan dilakukan secara bertahap.
”Mudah-mudahan pada tahun depan kita akan lanjutkan perbaikannya diwilayah Kecamatan Pemulutan Barat dan seterusnya,” tukas mantan Kepala Bidang Jembatan PU BM ini.






KANTOR KPU SENILAI RP2,2 M BATAL DIBANGUN


IRDESS, INDRALAYA, OI – Gara-gara sempitnya waktu pembangunan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ogan Ilir (OI) membatalkan pembangunan gedung perkantoran senilai Rp2,2 miliar. Dana dari APBN tersebut bakal dikembalikan ke KPU Pusat. ”Kita memang membatalkannya karena mepet waktu, tidak dimungkinkan untuk pengerjaan,” ujar Ketua KPUD Ogan Ilir, Amrah Muslimin di ruang kerjanya, Selasa (22/10).
Menurut Amrah, dalam acuannya, 27 September dimulai penjadwalan tender proyek selama satu bulan. Kemudian pada 5 Oktober mulai perhitungan pembangunan gedung perkantoran yang sketsa gambarnya langsung berdasarkan acuan dari KPU Pusat.
”Serah terima kunci 13 Desember, sementara sekarang sudah tanggal berapa. Jadi, hemat kami, susah dilaksanakannya. Dikhawatirkan terburu-buru sehingga bangunannya jelek, jadi kita kembalikanlah,” terang Amrah.
Dikatakan Amrah, pihaknya sudah mengonsultasikan persoalan tersebut ke Bagian Teknis Dinas PUBM, namun lantaran sempitnya waktu pengerjaan dikhawatirkan tidak bakal rampung sesuai tenggat waktu. ”Disamping itu kita juga takutkan pembangunan gedung ini bakal asal-asalan. Kita juga mempertanyakan mengapa KPU Pusat menggelontorkan dana APBN menjelang akhir tahun, bahkan Ogan Ilir hanya satu-satunya daerah di Sumsel tahun 2013 mendapatkan dana pembangunan gedung,” imbuhnya.
Sekadar informasi, hingga saat ini, pihak KPUD Ogan Ilir masih menumpang di gedung perkantoran Pemkab OI. ”Tapi tahun depan kami akan mengajukan lagi untuk pembangunan gedung,” katanya.
Disinggung apakah optimis KPU Pusat bakal kembali mengucurkan dana pembangunan kantor, Amrah mengaku optimis. Andaipun meleset, ia berkeyakinan KPU Ogan Ilir tahun 2015 akan mendapatkan dana pembangunan gedung kembali.
Lebih jauh Amrah mengaku, nantinya pembangunan gedung kantor tersebut akan dilakukan di lahan hibah dari Pemkab Ogan Ilir, seluas 3.200 meter persegi di sebelah SMA Unggulan Indralaya, Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara.
”Tahun depan kita ajukan lagi, kalau tidak disetujui 2015 kita usulkan lagi untuk dibangun, karena baru Empat Lawang dan Pagaralam yang mendapatkan dana dari pusat untuk perkantoran,” terangnya.