Rabu, 18 September 2013

PEMBATASAN OPERASIONAL THM MENDESAK


IRDESS, INDRALAYA, OI – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pembatasan operasional Tempat Hiburan Malam (THM) di Kabupaten Ogan Ilir (OI) mendesak untuk segera disahkan menjadi Perda. Pasalnya, hingga kini masih banyak tempat hiburan malam yang menjalankan operasionalnya di luar batas toleransi atau bahkan hingga Subuh.
”Memang Raperda pengaturan jam operasional tempat hiburan malam ini bukan usulan dari eksekutif, melainkan inisiatif dari DPRD Ogan Ilir. Raperda itu terbilang sangat mendesak untuk segera disahkan menjadi Perda mengingat semakin maraknya pertunjukan hiburan malam,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) OI, HM Sobli, kemarin (17/9).
Secara spesifik, masih kata Sobli, pembatasan jam operasional THM itu diatur secara teknis oleh instansi terkait. Namun, secara pribadi, pihaknya meminta pembatasan jam operasional tempat hiburan malam dapat diberlakukan hingga pukul 24.00 WIB.
Dijelaskannya, pembatasan jam operasional THM itu dilakukan bertujuan untuk menekan dan meminimalisir peredaran narkotika yang kian marak sekarang ini.
”Sebenarnya dari pihak penyelenggara juga harus berkomitmen untuk membatasi pertunjukan orgen tunggal di malam hari. Jangan sampai menyelenggarakan hiburan hingga sampai fajar tiba,” terangnya.
Begitu pula untuk Raperda tentang penyelenggaraan reklame, lanjutnya, selama ini pengaturan masalah tersebut hanya sebatas mengacu kepada Peraturan Bupati tentang penyelenggaraan reklame.
”Mungkin setelah disahkannya menjadi Perda penyelenggaraan reklame akan jelas sumbagsih positifnya terhadap pendapatan daerah. Nanti perincian berapa besar pembuatan dan pemasangan dan biaya lain akan lebih jelas lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Legislasi DPRD OI, Irwan Noviatra menambahkan, inisiatif dewan merumuskan dan menyusun Raperda tentang pengaturan operasional THM merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat yang mengeluhkan keberadaan waktu penyelenggaraan THM yang melebihi batas toleransi.

”Makanya secara inisiatif kami mengajukan pembahasan Raperda mengajukan pembahasan Raperda tentang pengaturan operasional tempat hiburan malam untuk segera disahkan menjadi Perda,” pungkasnya.

Senin, 16 September 2013

BANDIT RANJAU BERAKSI DI JALINTIM SUMATERA (Rampas Harga Tak Segan Lukai Korban)


IRDESS, INDRALAYA, OI - Aksi kejahatan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera dengan target pengendara roda empat kembali marak terjadi. Modus yang dilakukan berupa menebarkan paku di jalan dan tidak segan-segan melukai korban saat melancarkan aksinya.
Kapolres Ogan Ilir Deni Dharmapala melalui Kabag Ops, Polres Ogan Ilir Kompol S Samosir didampingi Paur Humas Iptu Zahirin menghimbau pengemudi kendaraan terutama mobil pribadi untuk segera menghubungi petugas terdekat jika mengalami pecah ban.
”Pengemudi harus ekstra hati-hati jika masuk di daerah rawan di Ogan Ilir ini, jika ada yang mencurigakan langsung hubungi petugas,” saran dia.
Pihaknya mencatat, beberapa daerah rawan ranjau paku berada di Jalintim Desa Sekonjing, Talang Balai, Pemulutan, Tanjung Raja dan Sungai Pinang serta Jalan Lintas Tengah Payakabung.
Khusus di Jalintim Desa Sekonjing dan Talang Balai, kedua desa ini sering terjadi perampokan dengan modus tersebut. Tahun lalu, pihaknya mencatat ada 10 korban yang dikuras harta bendanya oleh komplotan bandit ranjau paku.
Sementara, Januari-September ada lima kasus salah satunya terjadi pada bus antar provinsi. Dia menilai, perampokan di bus terbilang besar sebab pelaku membawa senjata api yang melukai salah seorang penumpang bus.
”Korban mengalami luka tembak di bagian pelipis kiri hingga tembus bagian kepala kirinya. Sampai saat ini, korban jiwa belum ada hanya luka. Modusnya hampir sama, menebar paku di jalan,” urainya.
Sementara itu, Udin warga Talang Balai Kecamatan Tanjung Raja mengakui, bahwa daerahnya sering terjadi perampokan dengan korban para pengemudi mobil pribadi yang modusnya menebar paku di jalan. ”Untuk pelaku kurang tahu, tapi yang pasti bukan orang luar, banyak datangan,” ujarnya seraya mengaku sering menemui paku di jalan tersebut.
Kapolsek Tanjung Raja Iptu Zaldi menegaskan, pelaku ranjau paku sudah diketahui identitasnya. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pengejaran. ”Pastinya sudah ada dan sudah kami ketahui, namun belum bisa kami publikasikan, mengingat para pelakunya masih dalam pengejaran,” cetusnya.
Meski demikian, dia menilai, perampokan yang disertai penembakan termasuk kejadian besar. ”Kejadian kali ini, bisa terbilang kejadian besar dibandingkan sebelumnya. Karena pelaku menggunakan senjata api, dan tidak segan menembak  korbannya,” akunya.
Dengan kejadian ini juga lanjutnya, pihaknya akan lebih meningkatkan patroli untuk menghindari hal yang serupa. ”Ya perlu juga dibuat semacam posko, di tempat rawan-rawan tebar paku ini, khususnya di daerah Sekonjing atau Talang Balai,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan mengkoordinasikan hal ini ke pihak Polres Ogan Ilir. ”Pastinya akan kita bicarakan dulu dengan pihak Polres, jika perlu kita yang akan mengusulkannya untuk dibuat pos yang tentunya dijaga petugas dan bekerjasama dengan masyarakat setempat,” tukasnya.

MENURUT ANGGOTA DPRD OI, EKO AGUS SUGIANTO
Tingkatkan Kewaspadaan

Anggota DPRD Ogan Ilir Eko Agus Sugianto menghimbau kepada pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera terutama daerah yang dinilai rawan kejahatan.
”Memang jalan negara khususnya di Jalintim, masih banyak jalan yang rusak khususnya di Sekonjing yang membuat para pelaku tindak kejahatan memanfaatkan hal ini. Tak hanya itu, jalan sepi dan rawa menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya. Untuk itu, kita semua dan terkhusus pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan. Jika perlu, jangan melintas di Jalintim di atas jam 12 malam,” paparnya.
Pihaknya juga meminta, agar pihak kepolisian harus lebih intensif melakukan patroli di jalan-jalan yang memang akan rawan tindak kejahatan. ”Baik secara terbuka, seperti dengan menggunakan mobil patroli dan seragam lengkap, maupun dengan tertutup, seperti patroli intel dan reskrim dengan pakaian preman,” terangnya.
Menurutnya, dalam kondisi yang memang mengkhawatirkan atau mengancam keselamatan masyarakat, petugas kepolisian diperbolehkan untuk melakukan tindakan-tindakan atau operasi-operasi khusus. ”Termasuk membuat posko tentatif (sementara, red) sampai situasi keamanan masyarakat kembali kondusif,” ujarnya.
Pihaknya juga menilai, rasio perbandingan jumlah polisi dan masyarakat di Bumi Caram Seguguk masih belum proporsional. ”Sehingga wajar apabila pihak kepolisian belum mampu sepenuhnya dalam mengantisipasi segala tindak kejahatan,” imbuhnya.
Ditambahkannya juga, bahwa sebaiknya kuantitas dan kualitas serta infrastruktur kepolisian lebih ditingkatkan bila perlu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir dapat membantu karena ini juga menyangkut keamanan masyarakat Ogan Ilir.

MENURUT KRIMINOLOG, SRI SULASTRI
Polisi-Warga Harus Bekerjasama

Kriminolog asal UMP Sri Sulastri mengatakan, kerjasama antara kepolisian dan warga harus dilakukan untuk menekan tingkat kejahatan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera dengan modus menebarkan paku di Jalan.
”Pihak kepolisian dan warga harus bekerjasama untuk menciptakan keamanan dan ketentraman di daerah rawan kejahatan,” kata dia kepada Irdess Sumsel, kemarin.
Lebih jauh dia menjelaskan, aksi kejahatan bandit ranjau paku ini merupakan kejahatan terencana. Terlebih, lokasi rawan kejahatan berada di tempat sepi dan jauh dari kantor pos polisi.
”Kita lihat di sana tidak adanya pos keamanan sehingga membuat pelaku kejahatan dengan leluasa melakukan tindak kejahatan,” ujarnya. Karenanya, pihaknya menyarankan agar kepolisian harus rutin melakukan patroli dan menempatkan pos penjagaan. ”Terutama di daerah rawan kejahatan itu,” katanya.

MENURUT TOKOH PEMUDA, DERMAWAN ISKANDAR
Perbaiki Fasilitas Jalan

Maraknya aksi kejahatan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera disebabkan fasilitas jalan rusak. Tak hanya itu, kurangnya penerangan jalan membuat pelaku kejahatan dengan mudah melancarkan aksinya. ”Dari beberapa faktor ini tentu sebetulnya hal tersebut bisa dicegah. Oleh karena itu, selaku pemuda di Ogan Ilir kami menghimbau agar jalan-jalan yang masih rusak untuk segera diperbaiki, kemudian penerangan lampu jalan yang minim untuk segera ditambah, dan lampu-lampu yang mati segera diganti,” ucap Tokoh Pemuda Kabupaten Ogan Ilir Dermawan Iskandar, kemarin.
Meski demikian, sambung dia, faktor terpenting adalah peran aktif kepolisian dalam memantau kawasan rawan bandit dengan cara meningkatkan patroli keliling di jalan.
”Memang selama ini sudah ada patroli namun masih perlu ditingkatkan dan menambah tempat-tempat pos saja di daerah rawan. Kemudian tentunya juga bukan hanya peranan kepolisian yang kita harapkan, tapi peran masyarakat juga sangat penting untuk meningkatkan poskamling di daerah rawan,” tuturnya.
Dirinya juga menghimbau kepada pengemudi jalan untuk waspada melihat kondisi jalan yang sepi. ”Menyikapi banyaknya perampok bersenpi, tentunya peredaran senpi memang sudah marak. Karena ini, kita harap polisi harus cari langkah cepat untuk permasalahan ini,” tukasnya.
Terpisah, Pengamat Kebijakan Syamsudin mengatakan, bahwa terjadinya tindak kejahatan seperti tebar paku ini adalah sebuah kelalaian pihak kepolisian, dimana katanya melihat dari tenggang waktu kejadian tahun 2012 hingga tahun 2013, terkait kasus penjahat tebar paku ini, dari beberapa bulan yang dilewati, penjahat tebar paku berulah lagi.
”Secara logika, selama itu polisi aktif melakukan patroli dan penjagaan terhadap daerah rawan yang memang sudah menjadi perhatian pihaknya untuk mencegah tindak kejahatan tebar paku. Namun, hari demi hari, bulan demi bulan, penjahat tebar paku muncul lagi, artinya ada kelengahan pihak kepolisian, yang sudah merasa aman, karena sebelumnya penjahat tebar paku ini tidak muncul,” terangnya.
Mestinya, kata dia, masyarakat khususnya di Desa Sekonjing atau Kerinjing sudah sewajibnya berperan ikut melakukan pengamanan wilayahnya atau desanya, demi keamanan dan kenyamanan di Bumi Caram Seguguk sendiri.











HAMA MULAI SERANG TANAMAN PADI


IRDESS, INDRALAYA, OI – Akhir-akhir ini, para petani di Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengeluhkan adanya hama yang menyerang tanaman mereka. Ini seperti yang dialami petani di Desa Kamal, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten OI.
Menurut salah satu petani, Hasyim, bahwa saat ini tanaman padinya diserang hama tikus, burung, belalang maupun wereng. ”Hama-hama ini telah merusak tanaman kami. Tidak kurang satu hektar padi kami rusak diserang hama ini,” ujar pria yang termasuk dalam kelompok tani di desa tersebut.
Dikatakannya, sawah milik dirinya dan salah satu anggota kelompok tani lainnya mengalami kerugian atas serangan hama tersebut. ”Berbagai cara kita lakukan untuk mengatasi hama tersebut, tapi hama masih saja menyerang tanaman kami,” keluhnya.
Pihaknya lanjutnya, mengatasinya hama burung dan tikus dengan memasang layang-layang sawah atau kantong plastik yang digantungkan dengan tali di atas persawahan. ”Ini cara tradisional kami lakukan, tapi sepertinya tidak efektif,” tuturnya seraya berharap dengan cara itu hama tersebut tidak mau mendekat tanaman padinya.
Sedangkan katanya, kalau untuk hama belalang dan wereng, untuk sekarang pihaknya hanya melakukan penyemprotan menggunakan insektisida. ”Tetapi yang menjadi kendalanya, insektisida yang kita pergunakan hanya seadanya saja, dikarenakan dana yang tidak ada,” imbuhnya.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan agar instansi terkait dalam hal ini Dinas Pertanian memberikan bantuan, dan memberikan solusi agar tanamannya tidak diserang hama-hama tersebut. ”Kalau ada, kami hanya minta racun atau yang lainnya, untuk mengatasi hama ini,” ungkapnya.
Menurutnya, jika tidak ada solusi lain yang didapatkan, pihaknya sangat khawatir, mengalami gagal panen. ”Ini yang kita takutkan. Untuk itu kami sangat berharap bantuan dari pemerintah,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OI, Wawan Wiguna mengaku, belum menerima laporan terkait banyaknya tanaman padi warga yang diserang bermacam-macam hama ini.


Sabtu, 14 September 2013

4.700 TON RASKIN BELUM TERSALURKAN


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Pendistribusian beras miskin (raskin) tahun 2013 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) baru terealisasi 87 persen atau sebesar 6.843.700 kg. Sementara yang belum tersalurkan sebanyak 4.700 ton lebih, tepatnya 4.711.125 kg untuk rumah tangga sasaran (RTS) di 18 kecamatan yang tersebar di Kabupaten OKI.
Kepala Bagian Ekonomi Setda OKI, Usansi, didampingi Kasubag Produksi Daerah, Rustam A Thalib, Jum’at (13/9), mengatakan, pendistribusian raskin sampai Agustus 2013 baru terealisasi 87 persen atau sebesar 6.843.700 kg. ”Kita upayakan pendistribusian bisa selesai sampai 100 persen sebelum Desember nanti,” katanya.
Menurut dia, pendistribusian raskin akan dievaluasi secara periodik agar pendistribusian kepada masyarakat betul-betul tepat sasaran dan tidak diselewengkan oleh oknum aparatur desa di lapangan. ”Kita akan melakukan rapat koordinasi bersama para camat se-Kabupaten OKI untuk melihat permasalahan di lapangan saat pendistribusian raskin, sehingga hambatan di lapangan dapat teratasi,” terangnya.
Ditambahkan Usansi, dari rakor yang digelar dengan pihak kecamatan, pihaknya akan mengetahui apa hambatan yang dialami oleh pemerintah desa, yang menyebabkan pendistribusian raskin kepada masyarakat lambat. ”Jika ternyata memang ada desa yang tidak bersedia mengambil raskin tersebut, maka akan kita alihkan penyalurannya ke desa lain yang sangat membutuhkan,” jelasnya.
Dikatakannya, dengan adanya koordinasi maka akan meningkatkan pemahaman bagi pihak kecamatan dan aparatur desa agar memahami pedoman dan petunjuk teknis (juknis) penyaluran raskin kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kesalahan di lapangan.
”Kebutuhan raskin untuk masyarakat Kabupaten OKI saat ini masih sangat tinggi, berdasarkan pagu untuk Kabupaten OKI mulai Januari-Mei 2013 sebanyak 5.868.712 kg. Sementara untuk periode Juni-Desember 2013, penerima raskin di OKI berjumlah 51.068 RTS, dengan jumlah beras 5.362.140 kg,” urainya.
Dia mengakui, pengawasan pendistribusian raskin ke masyarakat masih kurang maksimal, mengingat wilayah Kabupaten OKI yang sangat luas, kemudian banyak desa yang sulit dijangkau. ”Kita terus memonitor, tetapi kendalanya wilayah OKI ini luas, sementara tenaga dari kita hanya sedikit, sehingga wajar saja banyak yang tidak termonitor,” ujarnya.
Meski demikian, lanjut Usansi, pihaknya tetap berusaha memaksimalkan pengawasan penyaluran raskin dengan cara berkoordinasi dengan pihak kecamatan. ”Dari hasil monitor yang dilakukan oleh petugas kita, sampai saat ini belum ditemukan adanya penyelewengan raskin di tingkat desa, tetapi jika memang masyarakat menemukan adanya penyelewengan itu silahkan laporkan ke kita,” imbau dia.
Terpisah, Anggota DPRD OKI Amirsyah, SH berharap pemerintah dapat mengawasi pendistribusian raskin. ”Aparatur pemerintah desa yang merupakan perpanjangan tangan untuk menyalurkan raskin secara langsung kepada masyarakat agar lebih transparan dalam menyalurkan raskin tersebut,” tandasnya.  






DPT OI SEBANYAK 298.515 PEMILIH


IRDESS, INDRALAYA, OI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir (OI) menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten OI, DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan DPR RI sebanyak 298.515 pemilih. Hal tersebut tertuang dalam rapat hasil rekapitulasi DPT yang dilaksanakan, Jum’at (13/9).
Menurut Ketua KPU Amrah Muslimin, penetapan DPT merupakan Final yang akan menjadi patokan pada Pileg 2014 mendatang. ”Ini sudah final. Ini juga proses dari pemutahiran data Daftar Pemilih Sementara (DPS), beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Amrah menambahkan, penetapan DPT memang sengaja di tetapkan saat ini meskipun pemilihannya masih lama. Namun, DPT bisa membuat rujukan pada pencetakan kertas suara nantinya. Disinggung adanya perubahan DPT kemungkinan ada namun jumlahnya sedikit.
”Perubahan misalnya orang tersebut sudah meninggal dunia atau pindah rumah. Kita juga sudah mendata warga pada April 2014 mendatang berumur 17 tahun,” ungkapnya.
Jika ada warga yang tidak terdaftar, lanjut Amrah, warga tersebut dinyatakan pemilih khusus dimana bisa menggunakan hak pilih sesuai dengan alamat di KTP. ”Proses milihnya yakni satu jam setelah TPS ditutup. Ini biar bisa didata,” tuturnya.


SKCK DAN SIDIK JARI DIKENAKAN BIAYA RP100 RIBU


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Seiring membludaknya warga Bumi Bende Seguguk mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) di Mapolres Ogan Komering Ilir (OKI), ternyata dimanfaatkan oknum untuk memperoleh keuntungan pribadi. Setiap orang yang membuat SKCK terpaksa merogoh kocek Rp100 ribu.
Walaupun dinilai terlalu tinggi, mau tidak mau masyarakat harus rela lantaran SKCK merupakan salah satu persyaratan untuk mencari pekerjaan maupun mengikuti seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sukardi, warga Lempuing Jaya, yang menemani anaknya membuat SKCK di Polres OKI, Jumat (13/9), mengaku dia harus mengeluarkan biaya Rp100 ribu. ”Anak saya mau ikut tes CPNS di Pemkab OKI, untuk melengkapi persyaratan harus ada SKCK. Nah karena baru pertama kali harus terlebih dahulu membuat kartu sidik jari, sidik jari ini dimintai Rp50 ribu, kemudian membuat SKCK dipungut lagi Rp50 ribu,” ujarnya.
Walaupun biaya itu dua kali lipat dari biaya sebenarnya, Sukardi mengaku tidak keberatan, yang penting anaknya mendapatkan SKCK dan bisa mengikuti seleksi penerimaan CPNS. ”Kalau kami secara pribadi tidak terlalu keberatan dengan biaya itu, yang penting anak saya dapat SKCK,” tukasnya.
Menanggapi hal itu, Kasat Intel Polres OKI AKP Eko Susanto mengakui jika masyarakat yang membuat SKCK beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan drastis. ”Biasanya dalam sehari hanya 10-20 orang, sekarang bisa mencapai 50-70 orang,” ujarnya.
Namun Kapolres membantah jika pihaknya memungut biaya sampai Rp100 ribu. Menurut Kapolres, pihaknya menarik biaya pembuatan SKCK sesuai dengan peraturan pemerintah tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP). ”Untuk sidik jari Rp35 ribu dan SKCK Rp10 ribu, jadi kalau sampai biayanya Rp100 ribu itu tidak ada,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 50 tahun 2010 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, untuk penerbitan SKCK dikenai biaya Rp10.000, sementara untuk penerbitan kartu sidik jari (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System Card/Inafis Card) dikenai biaya Rp35.000. Jika dikalkulasi, untuk membuat SKCK dan kartu sidik jari biayanya tidak melebihi Rp45.000.

8 TAHUN, 30 KARYAWAN PDAM TAK MILIKI JAMSOSTEK


IRDESS, INDRALAYA, OI – Sebanyak 30 karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ogan Kabupaten Ogan Ilir (OI) belum memiliki Jamsostek. Kondisi tersebut dialami sejak delapan tahun terakhir. Kontan saja hal tersebut membuat miris karyawan perusahaan, padahal biaya hidup saat ini sangat tinggi lantaran mahalnya harga sembako, belum lagi jika karyawan sakit.
Informasi yang berhasil dihimpun media Irdess Sumsel, didapat minimnya gaji karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI membuat mereka susah menghidupi keluarga, namun dibandingkan tahun sebelumnya gaji mengalami peningkatan.
”Ini sudah berapa kali kami tanyakan, namun sepertinya tidak ada respon, kmai berharap jamsostek ini diadakan. Karena sangat penting. Apalagi, kita sangat sering ke lapangan,” ujar sumber Irdess Sumsel di PDAM Tirta Ogan yang tidak mau namanya dipublikasikan, seraya mengaku sudah menjadi karyawan sejak lebih kurang delapan tahun.
Sementara Direktur PDAM Tirta Ogan, Zulkarnain mengakui, kalau 30 orang karyawannya belum ada jamsostek, lantaran kecilnya pendapatan PDAM Tirta Ogan. Dia menyebutkan, rata-rata penghasilan per bulan mencapai Rp150 juta, sementara idealnya untuk operasionalnya Rp200 jutaan.
”Ibaratnya kita bernafas di dalam lumpur, selalu ngos-ngosan. Jadi kondisi seperti ini harus dimaklumi. Saat ini melayani 5.100 pelanggan se-Ogan Ilir, namun penghasilan kita hanya Rp150 juta, kita jual air per kubik Rp1500, padahal operasional kita Rp2.100 per kubik. Bagaimana mau ada Jamsostek, namun tetap kita upayakanlah. InsyaAllah tahun depan,” janjinya.
Menurut dia dibanding 2 tahun sebelum kepemimpinannya, gaji karyawan sangat minim, namun sejak 2 tahun terakhir gaji karyawan mengalami peningkatan 23 persen atau berkali lipat dari sebelumnya. ”Saat ini rata-rata gaji karyawan Rp1,8 juta per bulan,” ungkapnya.
Disinggung soal bagaimana nasib karyawan jika mengalami sakit, dia mengungkapkan saat ini banyak program kesehatan yang sifatnya gratis seperti Jamsoskes semesta ataupun Jamkesmaskin dan sebagainya, sehingga karyawan bisa menggunakan fasilitas tersebut. ”Ya mau bagaimana lagi, namun kita berupaya terus untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan karyawan. InsyaAllah 2014 karyawan sudah miliki Jamsostek,” tuturnya.
Terpisah, Anggota DPRD OI Fraksi PAN, Azmi sangat menyayangkan kondisi tersebut. Padahal menurut dia kewajiban setiap perusahaan memberikan jaminan kesehatan kepada karyawan. ”Wah sangat disayangkanlah kalau begitu, harus ditindak tegas, masak perusahaan daerah tidak bisa menjamin kesehatan bagi karyawannya. Harus segera dibenahi manajemennya,” pungkasnya.