Jumat, 02 Agustus 2013

WASPADAI 6 TITIK KEMACETAN DI JALAN LINTAS TIMUR


IRDESS, INDRALAYA, OI – Kepolisian Resort (Polres) Ogan Ilir akan menyiagakan anggotanya di 6 (enam) titik yang rawan kemacetan di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim). Seperti di beberapa titik, yakni di KM 9 simpang Musi II, KM 11 Desa Ibul Besar, Pemulutan, KM 32 Timbangan, KM 36 Pasar Inpres Indralaya, Desa Tebing Gerinting, dan KM 56 Pasar Tanjung Raja.
Keberadaan personel Polres di sejumlah titik rawan kemacetan itu dimaksudkan untuk mengurai antrean panjang kendaraan selama musim arus mudik dan balik. “Mereka (para anggota akan disebar di 6 (enam) titik kemacetan, termasuk ditempatkan di 2 (dua) Pospam yakni di Pospam KM 27 dekat RM Tiga Saudara dan Pospam Pasar Indralaya,” ujar Kapolres Ogan Ilir AKBP Deni Dharmapala, Kamis (1/8).
Dalam Operasi Ketupat 2013 yang dimulai 2 hingga 17 Agustus 2013, kata Kapolres, pihaknya mengerahkan 99 personel dari berbagai satuan. Disamping itu, Polres juga melibatkan berbagai instansi lain seperti Dishub Ogan Ilir, Satuan Pol PP, Dinas Kesehatan, Pramuka, dan TNI.
Bukan itu saja, lanjut Kapolres, pihaknya juga akan mengerahkan petugas untuk berpatroli di titik kemacetan sekaligus mengantisipasi aksi kriminalitas di sepanjang Jalintim Ogan Ilir, tepatnya jalan lurus Palembang-Indralaya.
“Kami juga meminta kepada pengendara untuk tertib berlalu lintas dan tidak saling mendahului. Ya, diprediksi lonjakan arus mudik terjadi pada H-3 Idul Fitri 1434 Hijriah,” tutur Kapolres.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Ogan Ilir Kompol S Samosir didampingi Paur Humas Iptu Zahirin menyatakan, ada sejumlah daerah yang dianggap rawan pencurian dengan kekerasan (curas). Seperti di KM 20 hingga KM 24 Simpang Rambutan dan Desa Parit.
Begitu pula bagi rumah kosong, kata dia, pihaknya mengimbau kepada pemilik rumah untuk dapat lebih memperhatikan keadaan rumah ketika hendak mudik atau dapat menitipkan kepada tetangga jika hendak berpergian.

“Masyarakat juga harus lebih proaktif ketika hendak mudik. Tentunya dengan menggalakkan poskamling serta memberikan kepercayaan kepada tetangga untuk menjaga rumah selama mudik,” terangnya.

Rabu, 31 Juli 2013

DATA HONORER KATEGORI DUA (K2) OKI TERUS BERTAMBAH


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Saat ini jumlah honorer Kategori Dua (K2) di jajaran Pemkab OKI terus bertambah. Honorer K2 ini dijadwalkan akan menjalani tes tertulis dalam rangka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur honorer pada awal September 2013 mendatang. Saat ini jumlah honorer K2 sudah mencapai 1.680 orang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) OKI Zaid Kamal, Selasa (30/7), mengatakan, jumlah honorer K2 yang akan ikut tes tertulis dalam rangka rekrutmen CPNS tahun 2013 terus bertambah.
“Awalnya honorer K2 berjumlah 1.398 orang, setelah dilakukan uji publik ternyata banyak sanggahan yang masuk ke BKD OKI, sanggahan itu kita terima dan kita pelajari, ternyata masih ada honorer K2 yang belum masuk,” kata Zaid.
Menurut dia, ada 224 berkas honorer yang masuk dan diverifikasi BKD. Selanjutnya setelah berkas diverifikasi, berkas kemudian diteruskan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN), hingga jumlah honorer K2 bertambah dan berjumlah sebanyak 1.622 orang, tetapi ternyata masih ada lagi honorer yang mengajukan berkas karena nama mereka belum masuk, sementara sesuai dengan persyaratan mereka sudah memenuhi syarat masuk dalam K2.
Dikatakan Zaid, masih ada sebanyak 60 honorer yang melapor, kalau nama mereka tidak masuk dalam daftar K2, sementara itu sesuai dengan data dan persyaratan yang ada mereka seharusnya sudah masuk. “Keluhan mereka kembali kita tanggapi, di sini BKD OKI selalu terbuka untuk mengakomodir laporan atau keluhan dari honorer. Setelah berkas mereka lengkap kembali diverifikasi di BKN, dari 60 berkas ada 58 orang yang lolos,” jelas Zaid.
Sampai saat ini, kata dia, setelah melalui proses verifikasi yang panjang, jumlah honorer K2 yang berhak mengikuti tes tertulis dalam rekrutmen CPNS tahun 2013 sebanyak 1.680 orang. “Nanti pada awal September, 1.680 orang honorer K2 ini kami persilahkan untuk berkompetisi, mengikuti tes tertulis sama seperti tes CPNS dari jalur umum,” imbuhnya.
Dari jumlah honorer K2 yang akan mengikuti tes tertulis, didominasi oleh guru, dengan rincian guru sebanyak 1.140 orang, kemudian tenaga kesehatan sebanyak 91 orang, dan sisanya tenaga teknis. “Honorer K2 ini merupakan tenaga honor yang bekerja sejak 1 Januari 2005, nanti menjelang tes tertulis, seluruh nama-nama honorer K2 akan kita tempel di papan pengumuman di kantor BKD,” ungkapnya.
Sementara itu, sesuai dengan petunjuk teknis dari pemerintah pusat, tahun ini Pemkab OKI mendapat kuota penerimaan CPNS sebanyak 168 orang. “Walaupun sedikit karena kebutuhan kita sebenarnya sebanyak 2.400 orang, tetapi jumlah kuota itu sudah banyak dibandingkan beberapa daerah lain yang mendapat kuota kurang dari 100 orang,” kata Zaid.
Asisten I Setda OKI Edward Candra menambahkan, pihaknya menyambut baik tahun ini Pemkab OKI mendapat kuota penerimaan CPNS, baik dari jalur umum maupun dari jalur honorer K2. “Khusus untuk honorer K2 agar bersiap-siap, karena bulan September akan mengikuti tes tertulis,” tukasnya.


FORMASI CPNS OGAN ILIR HANYA 118 ORANG


IRDESS, INDRALAYA, OI – Pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir diberi jatah untuk menerima formasi CPNS jalur umum sebanyak 118 orang. Walau tidak begitu banyak, namun kesempatan ini tetap menjadi kabar baik bagi mereka yang ingin menjadi abdi negara.
“Tahun ini kita hanya mendapat kuota formasi CPNS sebanyak 118 orang,” ujar Kepala BKD dan Diklat Daerah Pemkab Ogan Ilir Drs H Darjis di ruang kerjanya, Selasa (30/7).
Menurut orang nomor satu di BKD Bumi Caram Seguguk ini, meski Pemkab Ogan Ilir hanya menerima jatah 118 orang, bukan berarti pihaknya tinggal diam, sebab kebutuhan Pemkab Ogan Ilir untuk CPNS masih sangat kurang. “Kita mengajukan lagi sebanyak 360 orang dari 660 yang kita butuhkan, mudah-mudahan yang diajukan kembali dapat direspon oleh BKN,” harap pria berkacamata ini.
Ditambahkannya, dari kuota tersebut, 55 persen untuk tenaga pengajar, 35 persen untuk tenaga kesehatan, dan 10 persen untuk tenaga teknis. Rencana penerimaan CPNS ini akan dilakukan pada September mendatang.
Selain itu, lanjut Darjis, saat ini masih ada persoalan yang belum diselesaikan oleh BKD Pemkab Ogan Ilir yakni honorer dari K1 sebanyak 272 orang, rinciannya 165 orang masih diproses, 107 orang yang terdiri dari 101 sudah keluar NIP dan 6 orang masih menunggu hasil proses di BKN untuk dikeluarkan NIP.
Sedangkan untuk honorer K2 jumlahnya masih banyak mencapai 553 orang. “Kita saat ini masih terus memperjuangkan para honorer baik K1 maupun K2,” tukasnya.
Sekretaris BKD M Saleh menambahkan, memang benar kuota yang dikabulkan pihak pusat hanya sedikit dari yang diajukan mencapai 2.000 orang.

“Realisasinya tidak sampai 20 persen. Kita berharap perjuangan pak Darjis ke BKN untuk minta tambah kuota bisa terwujud karena memang kita masih sangat kekurangan pegawai,” tambahnya.
JALAN LINTAS TIMUR KINI MULAI PADAT 

IRDESS, INDRALAYA, OI – Pada H-8 Idul Fitri 1434 H, Selasa (30/7), bus AKAP mulai memadati Jalan Lintas Timur (Jalintim) ruas jalan Palembang-Indralaya, baik dari arah Palembang menuju Indralaya dengan tujuan Jawa maupun sebaliknya. Antrean kendaraan sudah mencapai kisaran 15 km yang bergerak merayap.
Selain didominasi bus, Jalintim juga dipadati oleh truk-truk besar pengangkut berbagai macam barang, mulai dari sembako, kayu gelondongan, hingga batubara. Namun dipastikan pada hari ini atau H-7 sampai H+7, truk tidak diperbolehkan lagi melintas.
Banyaknya bus dan truk-truk besar yang mendominasi Jalintim, lagi-lagi membuat jalur penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Jawa lumpuh, sekitar pukul 06.00 WIB. Pasalnya, satu unit truk pengangkut batubara mengalami patah as di Jalintim KM28, Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Hanya berjarak 10 meter dari truk batubara itu, truk besar pengangkut kayu gelondongan pun mogok.
Alhasil, jalur tersebut mengalami kemacetan parah. Ribuan kendaraan mengantre panjang hingga 15km. Terpantau dari arah Palembang menuju Indralaya, kemacetan mulai terlihat di Simpang Pemulutan Dalam, Pemulutan hingga depan Argo Wisata Bina Dharma, Indralaya Utara.
Para sopir truk maupun bus lebih memilih mematikan mesin mobil dan keluar dari kendaraan. Tidak ketinggalan, banyak penumpang juga memilih keluar dari kendaraan.
Petugas Lantas Polres Ogan Ilir dipimpin Kasat Lantas AKP Haris Barata terjun ke lokasi untuk mengurai kemacetan. Beberapa anggota Lantas ditempatkan di beberapa titik untuk mencegah pengendara nakal yang berusaha menerobos. Kendaraan mulai bergerak dan perlahan-lahan terurai sekitar pukul 09.30 WIB.
Ridwan (45), salah seorang pemudik yang sempat keluar bus mengatakan, bus yang ditumpanginya sudah terjebak selama 1,5 jam. Pria yang akan mudik ke Solo ini mengeluhkan kondisi Jalintim yang tidak pernah luput dari macet.
“Wah, payah, Jalintim macet terus. Setiap saya lewat, dari Palembang mau ke Indralaya pasti macet,” keluhnya.
Kasat Lantas AKP Haris Barata saat dikonfirmasi mengatakan, sedikit demi sedikit bus mulai bisa namun intensitas bus tersebut belum meningkat dan masih dibatas normal.
Sementara persiapan menyambut arus mudik telah dilakukan Polres OKU Selatan dengan membentuk pos jaga atau biasa disebut pos Operasi Ketupat, salah satunya di depan Terminal Muaradua.
Pos Operasi Ketupat difokuskan di tiga titik yakni di perbatasan OKU Selatan dan Kabupaten OKU Timur serta OKU Induk yakni di Kecamatan Simpang, di Kecamatan Muaradua depan terminal tipe B, serta di Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah. “Masing-masing dijaga 13 anggota Polres OKU Selatan,” kata Kapolres OKU Selatan AKBP Wira Satya Triputra, SIK, MH.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Drs Herman Azedi mengatakan, pihaknya dalam satu pos menempatkan empat sampai lima petugas kesehatan yang dapat memberikan pertolongan pertama pada pengendara pada arus mudik dan arus balik tahun ini. Tak hanya itu, ia pun mengingatkan untuk puskesmas tetap buka meski libur bersama cukup panjang.
Masih terkait persiapan menghadapi arus mudik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan mencatat setidaknya ada tiga titik ruas jalan yang sering terjadi longsor. Kepala BPBD Mahfi Abubakar, SE menyebutkan, daerah rawan longsor tersebut yakni di Kecamatan Pulau Beringin, Kecamatan Buay Sandang Aji, dan Kecamatan Tiga Dhaji. Kemungkinan masih ada tempat yang rawan longsor namun di tiga lokasi ini paling sering terjadi longsor, sehingga pengendara diminta untuk tetap waspada.



















Minggu, 28 Juli 2013

PEMBANGUNAN PROYEK PERUMAHAN PNS KEMBALI MOLOR


IRDESS, INDRALAYA, OI – Proyek pembangunan perumahan khusus bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Ogan Ilir kembali molor. Hingga saat ini, baik dilihat dari segi pembangunan maupun masalah harga dan spesifikasi perumahan, masih belum selesai dan menunggu sinyal dari pihak Perumnas selaku pengembang.
Sekretaris Korpri Kabupaten Ogan Ilir H A Toriq, mengatakan, adanya perubahan pimpinan Perumnas selaku pengembang menyebabkan molornya rencana pembangunan perumahan bagi PNS tersebut.
“Sekarang ini, manajemen Perumnas telah berubah. Awalnya memang ada tanggapan baik dari Perumnas, namun kini pimpinan Perumnas masih akan mempelajari dahulu rencana pembangunan rumah bagi PNS tersebut. Jadi, kapan pastinya kami belum bisa memberitahukan,” ujar Toriq pada Palembang Ekspres, Minggu (28/7).
Kendati demikian, lanjut Toriq, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Perumnas untuk memperjelas program pembangunan perumahan PNS tersebut. Paling lambat usai Idul Fitri 1434 Hijriah mendatang. “Itu target kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Pemkab Ogan Ilir H Herman mengatakan, rencana awal pihaknya akan membangun 850 unit rumah di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya. Lokasi tersebut berada dalam lingkungan perkantoran Pemkab Ogan Ilir.
“Untuk pembiayaannya diserahkan ke Bank SumselBabel. Sementara pemasaran melalui Korpri Ogan Ilir,” ujarnya.
Terpisah, salah satu PNS Ogan Ilir Riona yang mengaku sudah berniat untuk mengambil perumahan tersebut, sangat berharap pembangunan perumahan PNS tersebut bisa segera dilaksanakan.
“Saat ini saya masih mengontrak, tentunya jika perumahan tersebut segera dibangun, biaya mengontrak bisa untuk angsuran rumah di Desa Tanjung Senai. Pertimbangan saya ingin mengambil perumahan tersebut, selain biayanya bersahabat juga dekat dengan kantor,” tuturnya.


















Sabtu, 27 Juli 2013

INDUSTRI RUMAH TANGGA PEMBUAT TAHU BERFORMALIN DI KAYUAGUNG TERANCAM HUKUMAN PIDANA


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Sebuah industri rumah tangga pembuat tahu di Kota Kayuagung, Kabupaten OKI yang bertahun-tahun memproduksi tahu dengan mencampurkan formalin terancam ditutup dan pemiliknya terancam dipidana. Pasalnya, temuan tahu berformalin pada sidak oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) OKI beberapa waktu lalu, kini tengah disidak jajaran Reserse Kriminal Polres OKI.
Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman pada Jum’at (26/7), menegaskan, pihaknya telah mengetahui adanya temuan tahu berformalin dalam sidak yang dilakukan Dinkes OKI. Namun pihaknya belum mengetahui ada atau tidak pabrik pembuatan tahu di Kayuagung, OKI.
“Kasus ini bisa dikenakan pidana, karena pembuatnya secara sengaja mencampur kan formalin, apalagi sudah bertahun-tahun dilakukan,” ujar Surachman.
Menurut Surachman, pihaknya telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk berkoordinasi dengan Dinkes OKI terkait temuan tahu berformalin dengan kadar lebih dari 80 persen tersebut. “Sedikit saja kelamaan bisa sangat berbahaya bagi kesehatan, apalagi ini campurannya lebih dari 80 persen dan sudah berjalan bertahun-tahun, masyarakat jelas sangat dirugikan, itu bisa dikenakan Undang-undang Perlindungan Konsumen,” tandasnya.
Ditambahkan Surachman, pihaknya telah mengantongi nama-nama, baik produsen maupun pedagang, yang menjual tahu berformalin tersebut.
Sementara Kepala Dinkes OKI dr Mgs HM Hakim, MKes mengatakan, hasil sidak di Pasar Kayuagung, tahu dan mie basah yang mengandung pengawet mayat yang dijual bebas di pasaran. Masyarakat pun banyak membelinya untuk berbuka puasa. Tak tanggung-tanggung, kadar formalin yang digunakan untuk meracuni konsumen mencapai 80 persen, kadar tersebut dinilai sangat tinggi dan sangat berbahaya.
“Di Kayuagung ada tiga industri rumah tangga pembuatan tahu tempe, namun berdasarkan sidak yang kita lakukan ada dua industri rumah tangga yang mencampurkan formalin ke tahu yang diproduksinya,” beber Hakim.
Dikatakannya, pabrik tahu yang mencampurkan formalin berada di belakang Terminal Kayuagung dan Lorong Cokroaminoto, Kayuagung yang merupakan milik seorang warga bernama Mulyadi.
“Saat sidak kami hanya melakukan penyitaan barangnya saja, sementara pedagangnya tidak. Namun kami akan merekomendasikan ke pihak terkait untuk menutupnya, karena mereka juga sebagian tidak memiliki izin dari Dinas Kesehatan,” tandasnya.















Jumat, 26 Juli 2013

SALAH SATU CAMAT OKI TERBUKTI TERLIBAT MONEY POLITIC


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Kantor Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung kembali menggelar sidang lanjutan perkara kasus mantan Wakil Kepala Polres OKI, Kompol Sonny Triyanto dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.
Sidang yang digelar Kamis (25/7) diketuai oleh majelis hakim, Subandi SH dengan hakim anggota Iman Budi dan Frans Effendy Manurung dengan jaksa penuntut umum (JPU) Naimullah SH, Hasbi SH.
Dalam keterangannya, saksi menghadirkan Kades Bina Karsa, Mujiat sekaligus pelapor ke Panwaslu OKI, terungkap bila uang sebesar Rp40 juta yang dijadikan barang bukti (BB) dalam kasus Kompol Sonny berasal dari Camat Mesuji Makmur (Mesmur), Romli. “Uang itu (BB-red) berasal dari pak Camat Romli,” kata saksi Mujiat ketika ditanya majelis hakim.
Saksi Mujiat mengaku, dia didampingi rekannya melapor ke Panwaslu juga berdasarkan suruhan Camat Mesuji Makmur. Karena menurut saksi, Camat Mesuji salah satu timses calon nomor urut 5. “Ya pak camat salah satu timses,” kata saksi kepada majelis hakim.
Beberapa hari kemudian, usai memberikan laporan ke Panwaslu saksi dihubungi tim pasangan calon nomor urut 5 dan mengadakan pertemuan di hotel Dinasty Kayuagung. “Saat itu ada pak Ishak Mekki, pak Yoyok (tim advokasi) dan pak Agus,” kata saksi.
Dalam pertemuan tersebut, saksi diminta untuk mencabut laporan di Panwaslu terkait laporannya mengenai Kompol Sonny yang melakukan bagi-bagi uang untuk kemenangan cabup Iskandar SE. Saksi Mujiat juga mengaku sudah mengembalikan uang Rp3,3 juta berasal dari Kompol Sonny yang diterimanya usai pertemuan dengan Kompol Sonny di rumah makan Nuansa Indah Lempuing. “Uang dari pak Sonny saya terima Rp3,3 juta dan uangnya sudah habis. Uang sebesar Rp3,3 juta yang ada pada majelis hakim itu uang pribadi saya,” katanya.
Pernyataan yang sama dikatakan saksi Mujiono dan Gunawan, ketua saksi membenarkan menerima uang sebesar Rp3,3 juta dari Kompol Sonny sebagai jasa transportasi dan uang pengganti minyak. “Saya terima Rp3,3 juta itu sebagai pengganti uang transport dan uang bensin,” kata kedua saksi kepada majelis hakim.
Sementara itu, terdakwa Kompol Sonny sendiri ketika ditanya oleh majelis hakim perihal keterangan saksi tersebut membenarkan apa yang dikatakan para saksi dan Kompol Sonny hanya menganggukkan kepala didampingi pengacaranya Chaidir Syah SH.
Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim segera menghadirkan Camat Mesuji Makmur untuk dimintai keterangan terkait kasus Kompol  Sonny ini. Diketahui, terdakwa Kompol Sonny dijerat dengan pasal 117 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, dengan ancaman pidana hukuman penjara maksimal 1 tahun, minimal 2 bulan, dan denda Rp10 juta.