Selasa, 14 Mei 2013

Bidik Pemilih Pemula dan Perempuan


KAYUAGUNG  - Sebagai sebuah partai Politik (Parpol), Partai Amanat Nasional (PAN), tentunya harus mampu menjawab dan selalu siap bekerja dan menampung aspirasi untuk rakyat.
 
Dengan motto bekerja, bekerja, bekerja untuk rakyat, PAN bertekat menjadi sebuah parpol pilihan bagi masyarakat, terutama masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Tampilnya para srikandi, PAN yang saat ini kepengurusannya didominasi para pendatang baru dari kalangan muda dan wanita-wanita cantik inteletual, membuat PAN lebih percaya diri dalam meningkatkan perolehan suara pada pemilihan legislatif (pileg) 2014 mendatang dengan sasaran utama membidik para pemilih pemula dan kaum perempuan.

Ketua dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten OKI, Rohmat Kurniawan, didampingi Ketua Pengkaderan Organisasi dan Keanggotaan (POK), Rindayani, kepada koran ini, kemarin (13/5) mengatakan, PAN merupakan partai terbuka dan merakyat, sehingga semua orang berhak untuk bergabung dengan partai yang diketahui putra asi dari Kabupaten OKI, Ir HM Hatta Rajasa yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian RI.

“Saat ini, PAN memiliki tiga kursi dari 45 kursi yang ada di DPRD Kabupaten OKI, yakni atas nama Drs Sang Dewi Rusmin Nuryadin, Husni Thamrin dan Rohmat Kurniawan SE.  Namun, pada 2014 mendatang, kami sangat optimis dengan berbagai program partai yang telah dilaksanakan, akan mampu meningkatkan perolehan suara minimal satu fraksi atau target masuk dalam unsur pimpinan DPRD OKI, “tegasnya.

Saat ini, lanjut Rindayani, PAN Kabupaten OKI telah mempunyai komitmen dan arah perjuangan yang jelas, dan seluruh kader PAN juga telah sepakat untuk menjalankan amanat Rakernas PAN 2011 lalu, di Jakarta untuk mendukung Hatta Rajasa putra asli Jejawi, Kabupaten OKI menjadi Presiden RI pada 2014 mendatang.

“PAN Partai terbuka, tapi rasional dan Proporsional.  Artinya. Kader yang mumpuni dan pekerja keras akan diberikan kesempatan.  Begitu juga dengan pihak lain yang memiliki tingkat pendidikan yang memadai, maupun para pekerja keras, serta bagi siapapun yang mempunyai kedekatan sosial dengan masyarakat luas, “pungkasnya.

1.794 Ketugaa KPPS Segera Dilantik



KAYUAGUNG – Sebagai salah satu tahapan dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (pemilukada) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan pemilihan gubernur (pilgub) dan wakil gubernur (Cawagub) Provinsi Sumsel, yang digelar serentak pada 6 Juni mendatang.  Komisi pemilihan Umum (KPU) OKI segera melantik Ketua Komisi Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) se-Kabupaten OKI.
Ketua KPU OKI, H Abdul Hamid Usman SH Mhum melalui divisi Data dan Program, Syam Susanti SE, ditemui di ruang kerjanya, kemarin (13/5) mengatakan, sebanya 1.794 Ketua KPPS yang telah terbentuk dan akan bertugas tersebar di 18 Kecamatan di OKI akan dilantik pada 17 – 21 Mei mendatang.
“Pelaksanaan pelantikan Ketua KPPS se-OKI akan dilaksanakan selama 5 hari, terhitung mulai 17 – 21 Mei mendatang.  Sementara teknis dalam pelaktikan nanti akan dilakukan langsung oleh komisioner-komisioner KPU, dengan menangani beberapa kecamaatan bagi masing-masing komisioner KPU, “jelas syam Susanti.
Selain pelantikan, katanya, KPU OKI juga akan memberikan penyuluhan dan bimbingan teknis (Bimtek) kepada seluruh ketua KPPS>
“Bintek ini bertujuan sebagai peningkatan SDM ketua KPPS dalam Menjalankan tugasnya agar dapat bekerja sesuai dengan peraturan dan tetap menjaga ke profesionan dalam bekerja.  Hingga diharapkan nantinya apa yang menjadi tujuan bersama, yakni pemilu yang aman, kondusif, jujur dan adil dapat tercapai.  Serta hasilnya dapat diterimah oleh seluruh lapisan masyarakat, “pungkasnya.

Jumat, 10 Mei 2013

Panwaslu Adakan (BIMTEK) Panwascam se Ogan Ilir

INDRALAYA- Panitia pengawas pemilu (panwaslu) kabupaten Ogan Ilir (OI) kamis 9/5 adakan bimbingan teknis (BIMTEK) kepada seluruh panitia pengawas pemilu kecamatan, panwascam se Ogan Ilir, acara tersebut berlangsung dan bertempat digedung LPMP indralaya kelas A selama 3 hari.

Menurut ketua panitia pengawas pemilu syamsul alwi, S.Sos,i. melalui Ketua Divisi Penangan Tindak lanjut Pelanggaran, Medi irawan, S.si.M.H mengatakan, "acara BIMTEK ini diselengarakan guna memberikan arahan dan mensosialisasikan kepada 48 panwascam se Ogan ilir yang terdiri dari 43 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, setiap tingkat kecamatan mempunyai 3orang panwascam, di kali 16 kecamatan seogan ilir jadi jumlah panwascam kita yang ada berjumlah 48 panwascam seOI. adapun di dalam arahan tersebut kami mensosialisasikan kepada seluruh panwascam Tentang Bimbingan teknis pengawasan monitoring dan distribusi logistik, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah sumatra selatan se-ogan ilir, yang akan di selenggarakan pada tanggal 7 juni nanti. adapun mekanisme yang kita sampikan kepada seluruh panwascam se OI mengenai tentang sosialisasi penertiban alat peraga kampanye, pelaporan dan tindak lanjut Pelanggaran yang terjadi nantinya, apabila nantinya terjadi pelanggaran di dalam pilkada cagub dan cawagub sumsel,"unjarnya.

masih kata midi irawan, S.si.S.H, " Acara BINTEK ini kami juga mesosialisasikan tentang pengawasan kampanye dan pendistribusian logistik acara ini akan di gelar selama 3 hari yakni mulai pada tanggal 8,9,10 yaitu pada hari jum'at besok siang, acara kita mulai dari tanggal 8/5 kita mulai pada pukul 20.00 wib sampai pada pukul 00.00 wib sedangkan pada tanggal 9/5 kita mulai pada pukul 08.00 wib sampai dengan 12.00 dan akan kita lanjutkan pada tanggal 10/5 sampai dengan pukul 11.00,"jelasn medi irawan



Rabu, 08 Mei 2013

Dituduh Tipu Kades, Cabup OKI Bakal Datangi Polres



Terkait Laporann Kades Tugu Jaya
KAYUAGUNG – Merasa tidak terima, dirinya dituduh telah melakukan penipuan dan menghipnotis terhadap seorang kepala desa (kades) dan di laporkan ke Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Sri Anggraini yang merupakan salah seorang Calon Bupati (Cabup) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), hari ini (8/5) berencana mendatangi Polres OKI.

“Saya tidak pernah melakukan penipuan terhadap Kepala Desa (Kades) Tugu Jaya, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI.  untuk itu, meskipun saya belum mendapat panggilan, saya akan mendatangi Polres OKI untu mengklarifikasi apa yang dituduhkan kepada saya, “ungkap Sria Anggraini, saat melakukan konfrensi pers, di kayuagung , kemarin malam (7/5).ana yang ddampingi Tim Advokasi dari lembaga Indevendent Bela Rakyat (LIBRA) Perwakilan Kabupaten OKI, Wahyu bersama pendukungnya, mengaku sangat terkejut membaca di beberapa media massa yang menyatakan dirinya telah dilaporkan ke pihak berwajib atas tuduhan terlibat kasus dugaan penipuan terhadap seorang kades dengan nilai Rp 100 juta.

“Hingga saat ini, saya belum mendapat panggilan polisi, saya tahu bahwa saya dilaporkan ke polisi dari media massa, maka itu melalui kesempatan ini, saya membantah keras atas tuduhan tersbut dan say atidak pernah melakukan penipuan atau menghipnotis Mulyanto.  Saya tidak punya ilmu hipnotis kok, “bebernya.

Menurut Sri dirinya memang telah lama mengenal Mulyanto sebagai rekan kerja dalam proyek pelaksanaan instalasi bangunan (IB) dan KWH Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Desa Tanjung Sari II, Kecamatan Lem[uing Jaya.  “Saat itu, saya selaku pemeganng kuasa penuh dalam proyek tersebut, dan Mulyanto sebagai pihak perusahaan yang mengerjakan dalam proyek IB dan KWH di Desa Tanjung Sari II, “jelas Sri.

Selanjutnya, kata Sri, kala itu Mulyanto terlibat kasus dugaan penggelapan proyek listrik di SP6, Desa Suka Maju, Kecamatan Lempuing Jaya, sebesar Rp400 juta.  Dan saat itu, Mulyanto pernah manangis minta dibantu.

“Sebagai rekan kerja saya perintahkan kepada Mulyanto untuk mengambil uang keuntungan saya dalam proyek PLN di Desa Tanjung Sari II, sebesar Rp100 juta kepada Tim Desa Tanjung Sari.  Karena saya berada di Palembang, maka dana tersebut saya suruh ditransfer lewat rekening, “tambah Sri.

Lalu, lanjut Sri, dana yang ditransfer tersebut untuk persiapan dalam membantu Mulyanto jika diperlukan dalam pengurusan kasusnya.  “Jadi dana yang ditransfer ke rekening saya tersebut, uang keuntungan saya sendiri, bukan uang Mulyanto, “jelas Sri dengan nada keletihan karena baru pulang dari melakukan ziarah ke makam wali-wali dalam menghadapi persiapan pilkada OKI yang merupakan sarana perjuangannya dalam menegakkan marma’ruf nahi munkar.

Untuk itu, Sri mengatakan dirinya tidak akan memperpanjang persoalan ini, dan tidak akan melaporkan balik Mulyanto.  “<ulyanto, sudah saya anggap seperti adik saya sendiri dan juga masih satu kampung dengan saya, jadi saya tidak akan melaporkan balik ke pihak kepolisian, karena mungkin Mulyanto khilap,.  Namun saya berharap Muyanto menjadi sadar dan segera mencabut pengaduannya di Polisi.  Insya Allah besok (hari ini.red) saya akan mendatangi Polres OKI,untuk mengklarifikasi kasus tersebut, “tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sri Anggraini yang merupakan salah seorang Cabup OKI dari calon independent, telah dilaporkan Mulyanto, Kades Tugu Jaya, karena terlibat dugaan penipuan uang sebesar Rp 100 juta dengan cara Mulyanti mentranfer uang sebanyak 6 kali kepada Sri Anggraini, sehingga Mulyanto lepaorkan peristiwa tersebut ko Polres OKI dengan nomor bukti lapo LP/B//2013/Sumsel/Res OKI.

Selasa, 07 Mei 2013

Kegiatan Kampanye Rawan Bentrok



KAYUAGUNG – Pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) bupati dan wakil bupati maupun gubernur dan wakil gubernur sebentar lagi akan segera memasuki dalam tahapan masa kampanye.  Untuk itu guna mengantisipasi dan menghindari terjadinya bentrokan antar pendukung atau tim sukses dari masing-masing kandidat, Komisi Pemilu Umum (KPU) Kaupaten Ogan Komering Ilir (OKI), bersama 18 Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mulai melakukan koodinasi tentang pengaturan jadwal kampanye.
 
“Sebelum dilakukan kegiataan kampanye, maka perlunya dilakukan penyamakan persepsi dan mengkoordinasikan jadwal kampanye serta lokasi kampanye serta lokasi kampanye pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten OKI dan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Provinsi Sumatera Selatan, “ungkap anggota komisioner KPU Divisi Hukum dan Sosialisasi, Ihsan Hamidi SAg Mpdi, kepada Koran ini kemarin (6/5).

Dikatanya, dalam pelaksanaan kampanye tentu kan banyak menghadapi kendala di lapangan, dan jika tidak mempunyai perencanaan matang akan sangat rawan terjadinya bentrok atar tim sukses.  Oleh karena itu, perlu dilakukannya penyamaan persepsi dari masing-masing penyelanggaran pamilu di setiap tingkatan.

“Koordinasi dengan semua pihak sangat perlu dilakukan, sebelum dilaksanak ka,panye, PPK hendaknya dapat memberitahukan kepada pengelolah lapangan atau lokasi kampanye, bahwa lokasi tersebut akan digunakan untuk menggelar kampanye pasangan calon pemilukada pada waktu yang ditentukan, “terangnya.

Harapannya, kata Ihsan, semoga dalam pelaksanaan kampanye pasangan cabup-cawabup atau cagub-cawagub pada 20 Mei – 2 Juni mendatang dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Spanduk Pilkada Masih Marak



FM OKI Desak Panwaslu Tegas
 
KAYUAGUNG – Meskipun telah dilakukan penertiban atribut kampanye pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) baik Bupati dan Wakil Bupati  (Wabup) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) maupun Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan digelar secara serentak pada 6 Juni mendatang, saat ini masih banyak terdapt spanduk dan baliho berukuran besar yang terpasang di tempat-tempat umum, untuk itu Tim Pemantau Indevendent Forum Masyarakat (FM) OKI, mendesak Panitia Pengawas Pemuli (panwaslu) berindak tegas dan memberikan sanksi terhadap pihak yang melakukan pelanggaran atau kecurangan pemilukada.

“Kami melihat saat ini masih banyak terdapat spanduk dari masing-masing calon kandidat pemilukada baik bupati dan wabup yang berkeliaran di tempat-tempat umum, padahal seharusnya atribut pemilukada harus dibersihkan sebelum memasuki masa kampanye, “ungkap Ketua Tim Pemantau Independent, N Hudaya Wahadi ST didampingi Ketua FM OKI, Ferdiansyah dan Pembina FM OKI Syahril Akip SH, kepada koran ini, kemarin (6/5).

Untuk itu, lanjut N Hudaya guna menciptakan pelaksanaan pemilukada yang bersih, jujur dan adil, pihaknya mengingatkan agar Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) bersikap tegas dan tidak diskriminatif, sesuai dengan fungsi kontrol dan pengawasan.

“kami sangat mengharapkan profesionalisme Panwaslu, karena ada beberapa temuan kami di lapangan, saat ini masih banyak spanduk atau baliho kandidat pemilukada yang terpasang dan tidak dilakukan penurunan, dan tidak dilakukan penurunan, dan justru sebaliknya,  Kok bendera FM OKI yang tidak ada kaitanya dengan pemilukada di Desa Sukamulya, Kecamatan Air Sugian dilakukan penurunan.  Hal ini menurut kami kinerja Panwaslu OKI belum maksimal dan kurang sosialisasi, padahal pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang cukup, agar proses pelaksanaan pemilukada berjalan sebagaimana mestinya, “ungkap Hudaya.

Sementara ketua panwaslu OKI, Deri Irawan, sebelumnya pihaknya telah melakukan penertiban berbagai atribut kampanye dengan melibatkan satua polisi pamong praja dan juga panitia pengawas pemilu kecamatan (panwascam).  Dalam penertiban atribut tersebut petugas telah berhasil mengamnkan atau melakukan penyitaan ribuan lembar baliho kandidat pemilukada yang sifatnya kampanye.

Dalam penertiban tersebut, Panwaslu juga menemukan adanya indikasi pelanggaran tahap Pemilukada yang dilakukan oleh tim sukses dari pasangan Calon Buapti (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) serta pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Periode 2013 – 2018.  Hal ini berdasarkan laporan dari panwascam, saat rapat koordinaso evaluasi penertiban atribut kampanye di Sekretariat Panwaslu Kabupaten OKI, pada akhir April lalu.

“Berbagai macam jenis laporan yang kita terima dari panwascam selama penertiban atribut kampanye peserta pemilukada, yang mengarah adanya indikasi pelanggaran dalam tahap pemilukada, “ungkap, Deri Siswdi SIP.

Kendati sudah disosialisasikan kepada seluruh timses pasangan cabup dan cawabup serta cagub dan cawagub, namun hingga saat ini masih ada atribut kampanye yang belum dilepas, untuk itu Panwaslu melalui panwascam kini terus melakukan penertiban tersebut.

Sementara Devisi Pananganan Pelanggaran Panwaslu OKI, M Fahrudin SH, sebelumnya juga menegaskan panwascam memiliki wewenang dan berhak melakukan penertiban tersebut.  “Panwascam memiliki dasar untuk melakukan penertiban tersebut, dan jika ditemukan adanya pelanggaran dalam tahap pemilukada harus segera dilaporkan, “tegasnya.