Jumat, 12 April 2013

Warga Harapkan Pembangunan DAM Sungai



KAYUAGUNG – Para warga yang ada di Kelurahan Kayuagung Asli, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, melalui dinas terkait agar dapat membantu pembangunan dan di sepanjang bantaran sungai yang ada di kelurahan setempat.  Harapan warga tersebut diutarakan, Novi (30) warga kayuagung Asli.
Dijelaskannya, bila tidak dilakukan pengedaman tersebut, maka pengikisan tanah yang nantinya, berdampak laongsor.  “sebelumnya kami telah mengajukan usulan kepada pemkab OKI, melalui dinas terkait, namun hingga kini belum ada realisasinya. “jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pengedaman yang diusulkan tersebut di daerah bantaran Sungai Komering menuju SDN 13 Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan panjang sekitar 250 KM.
“Selama ini di pinggiran bantaran sungai kerap kali terjadi terbis (Longsor-red), kami khawatir bila hal tersebut terjadi maka tanah yang ada di pinggiran jalan tersebut terkikis sedikit demi sedikit.  Bahkan bila tidak diperbaiki dam yang ada, sewaktu-waktu saat warga melintasi jalan dialiran dam dapat memakan kerban.  Oleh sebab itu, kami mengharapkan pembangunan tersebut, “harapnya.

Penggunaan ADD Harus Efektif dan Sesuai Juknis



KAYUAGUNG – Guna membantu dan memberikan motivasi kepada pemerintahan desa, pada tahun2013.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), kembali mengucurkan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 23 miliar kepada seluruh desa yang berada di 18 Kecamatan yang tersebar di Bumi Bende Seguguk.
Untuk itu, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada desa (Kades) dan lembaga desa yang terlibat dalam pelaksanaan program ADD hendaknya dapat bekerjasama dan mengerjakan kegiatan tersebut harus efektif, sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (Juklak) maupun petunjuk teknis (juknis) yang ada.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) OKI, H Nehru BHM Saleh S.Sos, melalui Kabid Pengelola Keuangan Desa dan UEM, H Jumadi Yakkup SIP MSi, kepada koran ini kemarin (11/4) mengatakan pada tahun 2013 dipastikan seluruh dana Desa akan mendapatkan AAD yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBD), yang telah dilauncing oleh Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Ir H Ishak Mekki MM beberapa waktu lalu.
Kendati demikian dalam pelaksanaan atau untuk mencairkan ADD tersebut, Para kepala desa dan lembaga desa yang terlibat dalam kegiatan itu terlebih dahulu harus melengkapi persyaratan administrasi sesuai dengan petunjuk teknis atau ketentuan yang ada.
Untuk itu, dalam rangaka mengefektifkan otonomi desa, semua unsur penyelenggaraan pemerintah, terutama di tingkat pedesaan diharapkan dapat bekerja lebih kreatif lagi, sehingga mempu melakukan terobosan dalam menggali potensi sumber daya alam (SDA) lokal atau yang berada di sekitarnya.
“Bagi desa yang sudah siap dan telah melengakapi persyaratan sesuai ketentuan yang ada, maka ADD masing-masing desa sudah dapat diajukan utnuk dilakukan proses pencairan, “ungkap Jumadi.
Jumadi  juga menambahkan, selain mengandalkan dana bantuan, hendaknya setiap desa harus mampu menggali potensi sumber-sumber Pendapatan Asli Desa (PaDes) guna meningkatkan penghasilan dan menutupi belanja desa, seperti melakukan pengelolan pasar desa, bekerjasama dengan pihak ketiga, mendirikan BUMDes, dan usaha lainnya.
Dikatakannya, semua dana yang dikucurkan baik melauli APBD Kabupaten OKI maupun Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan, sifatnya hanya sebagai pemacu, untuk memberikan rangsangan agar setiap desa kedepan dapat mandiri.
Jumadi juga menambahkan, pada tahun 2012 ini masing-masing desa tetap akan menerima dana bantuan lainnya diantaranya dana bagi hasil pajak(BHP) daerah dari hasil pembagian retribusi, pembagian hasil Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan dari hasil lelang lebak, lebung dan sungai (L3S).
Sementara Bupati OKI Ir H Ishak Mekk MM, sebelumnya saat melakukan silahturahmi dan kunjungan ke desa-desa dalam Kabupaten OKI mengatakan, pada tahun2013 ini Pemkab OKI, sudah menganggarkan dana sebesar Rp23 Milyar untuk ADD yang akan diperuntuhkan bagi pembangunan di321 desa yang tersebr dalam wilayah Kabupaten OKI.
“Untuk ADD sebesar Rp23 milyar dan pemerintah juga telah mengalkasikan dana lainnya Rp 4.252.302.104 seperti dana bagi hasil pajak, dana pajak Bumi Bangunan (PBB), retribusi daerah dan bagi hasil lelang lebak, lebung dan sungai (L3S) bagi seluruh desa sebesar Rp 4 miliar lebih. “tandas Ishak Mekki.
Menurut Ishak Mekki pengucuran ADD dan dana lainnya tersebut, guna mempercepat pembangunan desa, sehingga semakin maju dan masyarakatnya tumbuh subur dan sejahtera.
Pemerintah desa, lanjutnya harus mempunyai ide untuk melakukan perencanaan dalam pembangunan desa.  Sehingga pengelolahan dan pertanggung jawaban dana ADD dan dana lainnya tepat sasaran “Pemerintah harus bisa menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja desa dengan melibatkan seluruh lembaganyang ada di LPMD, BPD, Lembaga adat, Organisasi kepemudaan, PKK dan kader pemberdayaan masyarakat, “tandas Ishak Mekki. (dri)

TURNAMENT FUTSAL CUP II TELAH DIBUKA


INDRALAYA  - Setelah saukses menggelar Turnament CUP I tahun 2010, kini Desa Pulau Semambu dengan diprakarsai Karang Taruna Desa setempat kembali menggelar ajang bergengsi tersebut.
            Pembukaan acara tingkat Kabupaten tersebut dilaksanakan Rabu (11/4) di lapangan futsal Agro Bina Darma Desa PUlau Semambu Keacamatan Indaralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI).
            Koordinator kegiatan, Nursyakli didampingi Sekrertaris Kordrat Pujakusuma dan Ketua Karang Taruna Desa Pulau Semambu, Hendri Zakaria, mengatakan, kegitan ini diikuti sebanyak 54 Team yang berasala dari klub-klub futsal yang ada di Kabupaten OI.
            “ Mereka akan memperebutkan tropi bergilir Bupati OI dan tropi tetap ditambah uang pembinaan dengan total Rp.11 juta, dengan rincian juara I Rp.5 juta, juara II Rp.3 juta, Juara III Rp.2 juta, Juara IV Rp.1 Juta.” Ujar Nursyakhli.
            Kami juga, sambungnya, banyak mengucapkan terimakasih kapada pihak Pemkab OI, Karang Taruna Kabupaten OI yang telah banyak membantu suksesnya acara ini, serta dukungan dari para seponsor diantaranya, PT Bintang Toedjoe (Produk Ejuss), PT Telkomsel cabang Palembang, PT Nusantara Indah makmur (WIN Mild), PT DKU, Bank Sumsel Babel, Koran Harian Suara Nusantara, Koran Harian Kabar Sumatera, Radio Indralaya FM, Putra Prioritas ban dan Agrowisata Bina Darma.
            Ketua Karang taruna Kabupaten OI, AW Noviadi dalam sambutannya mengatakan, semoga acara ini dapat berlangsung sukses sampai penutupan, dan apresiasi kami kepada Karang taruna Desa Pulau Semambu yang telah rutin melaksanakan kegiatan positif ini,” semoga kiprah pemuda kedepan akan semakin eksis dan terus berkompetisi dalam ajang positif,” ujarnya.
            Sementara itu Bupati OI H Mawaradi Yahya, yang diwakili oleh Sekda OI, Ir H Sobli MM, mengatakan, senoga kegiatan ini dapat menjadi contoh yang baik dan akan di turuti oleh organisasi-oraganisai pemuda lainnya. (adi)

Kamis, 11 April 2013

41 Ribu Calon Mata Pilih Sementara Terdata



KAYUANGUNG – Berdasarkan hasil data yang ada di panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), jumlah calon mata pilih sementara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten OKI danPemilukada Provinsi Sumsel, Untuk kecamatan Kayuagung terdata sebanyak 41 ribu, calom mata pilih sementara.
Panitia Pemilihan Keacamatan (PPK) menginput data yang masuk baik dari kelurahan maupun desa.
Ketua PPK Kecamatan Kayuagung, Ibrahim Lakoni, melalui anggota PPK, Dedi Iskandar, kepada koran ini, kemarin (10/4) mengatakan, untuk saat ini persiapan Pemilukada sudah semakin matang dan berdasarkan input data yang masuk baik dari kelurahan maupun desa telah terdata di kesekteriatan PPK Kecamatan Kota Kayuagung, sekitar 41 ribu calon mata pilih sementara.
“41 ribu calon mata pilih semantara rersebut berdasarkan hasil laporan data dari 11 kelurahan dan 14 desa yang ada di dalam Kecamatan Kayuagung.  Kemungkinan jumlah calon mata pilih semtara tersebut dapat berubah, apabila masih ada warga yang belum terdaftar.  Dan masih diberikan kesempatan untuk masuk menjadi calon mata pilih, selama KPU belum menutup pendataan untu calon mata pilih, “ujarnya.
Sedangkan, untuk jumlah Tempat Pemungutan Ssuara (TPS) se Kecamatan Pemungutan Suara (TPS) se Kecamatan Kayuagung terlah terdata sejumlah 131 TPS.  Dengan rincian tiap kelurahan yaotu, Kedaton 6 TPS, Kotaraya 9 TPS, perigi 2 TPS, Kayuagung 3 TPS, Sukadana 7 TPS, Paku 7 TPS, Mangunjaya 7 TPS, Cintaraja 9 TPS, Sidakersa 5 TPS, Jua-jua 9 TPS, Tanjungrancing 6 TPS.
Kemudian untuk desa rinciannya yaitu Buluh Cawang 4 TPS, Lubuk Dalam 2 TPS, Banding Anyar 2 TPS, Anyar 3 TPS, Muara Baru 3 TPS, Celikah 9 TPS, Kijang Ulu 9 TPS, Arisan Buntal 3 TPS, Tanjung Lubuk 2 TPS, Serigeni 9 TPS, Serigeni Baru 4 TPS, Teloko 4 TPS, Tanjung Serang 7 TPS, dan tanjung Menang 3 TPS.
Dedi berharap Pilkada tahun ini lancar dapar berjalan dengan lancar.  :Mari kita wujudkan Pilkada yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.  Sehingga apa yang menjadi harapan serta tujuan kita bersama dapat terwujud dengan baik dan lancar.

2013, Pemkab OKI Kembali Kucurkan Intensif P3N



KAYUAGUNG – Ratusan Petugas Pembantu Kecamatan Nika (P3N) yang bertugas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada tahun 2013 kembali mendapatkan intensif dari Bupati Ir H Ishak Mekki MM, sebesar Rp250 ribu per orang.
“Setiap bulan P3N yang ada di Kabupaten OKI telah mendapat intensif dari Bupati OKI, hal ini diberikan sebagai bentuk perhatian Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) OKI terhadap P3N tanpa terkecuali, “kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten OKI, Drs Ishak Putih melaluli Kasubbag TU, Syamsul Bahri SAg, kepada koran ini, kemarin (10/4).
Dijelaskan Syamsul, adapun ketentuan dari setiap petugas P3N yang mendapatkan intensif itu sebesar Rp250 ribu per orang, ketentuan sebesar itu sama seperti tahun 2012 yang lau.  “Saat ini jumlah petugas P3N yang tersebar di setiap desa dalam 18 Kecamatan yang ada sebanyak 348 orang dan semuanya mendapatkan intensif tersebut, “jelasnya.
Dikatakannya jumlah petugas P3N setiap Kecamatan tidak sama, dan tergantung dari keadaan jumlah penduduk dan geografis suatu wilayah yang bersangkutan.  “Untuk jumlah petugas P3N yang ada di masing-masing desa berbeda yakni bergantung darimluas dan jumlah penduduk yang ada serta berdasarkan usulan dari masyarakat di desa yang bersangkutan kepada Kemenag, “terangnya.
Syamsul menambahkan P3N merupakan perpanjangan tangan bagi Kantor urusan Agama (KUA) dalam mencatat jumlah pasangan menikah.  “Untuk KUA, saat ini semuanya sudah terpenuhi di 18 Kecamatan se Kabupaten OKI, “Ungkapnya.
Peristiwa pernikahan di Kabupaten OKI, kata Syamsul, saat ini cukup tinggi yakni dalam 1 tahun bisa mencapai 6000 hingga lebih pasangan yang melangsungkan pernikahan.  “dengan adanya petugas P3N ini, sangat membantu.  Apabila bagi saat  PBN ada intensif setiap bulannya, karena wilayah OKI ini luas, peristiwa nikah yang paling banyak terjadi usai hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, karena masyarakat banyak beranggapan bulan tersebut merupakan bulan baik untuk melangsungkan pernikahan, “tukasnya.