Kamis, 22 Mei 2014

TAMBAH 2 UNIT MOBIL PEMADAM


IRDESS, INDRALAYA, OI – Tidak terjangkaunya kebakaran-kebakaran di daerah pelosok dalam Kabupaten Ogan Ilir (OI), membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI melalui Badan Pemadam Kebakaran bakal menambah dua unit, mobil pemadam kebakaran.
Hal ini diungkapkan langsung Kepala Badan Pemadam Kebakaran OI, Aidil Siregar. Dikatakannya, pihaknya sudah mengajukan dalam APBD tahun ini, untuk penambahan dua unit mobil pemadam kebakaran.
”Rencananya dua unit mobil pemadam kebakaran ini nantinya akan ditempatkan di Kecamatan Muara Kuang dan Tanjung Batu,” ujarnya pada Irdess Sumsel, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (21/5).
Menurutnya, dua unit mobil pemadam kebakaran ini akan mencakup empat Kecamatan. ”Prioritasnya kecamatan Tanjung Batu, Payaraman, Muara Kuang, dan Rambang Kuang,” tuturnya.
Memang, lanjutnya, selama ini pihaknya sering keteteran ke lokasi kebakaran, karena jangkauan yang cukup jauh.
”Kadang sesampai di lokasi kebakaran apinya sudah padam. Ya apa boleh buat. Tapi, yang jelas kita sudah berusaha semaksimal mungkin,” imbuhnya.
Selama ini pantauan koran ini, memang pihak pemadam kebakaran selalu telat ke lokasi kebakaran. Hanya daerah dalam kota saja yang mudah terjangkau. Seperti Indralaya, Indralaya Utara, dan Selatan.
Ditambahkan juga oleh pria yang akrab disapa Siregar ini, bahwa saat ini pihaknya memiliki dua unit mobil kebakaran.
”Harapan kita, bagi warga yang daerahnya mengalami musibah kebakaran agar segera mungkin menghubungi kita, biar kita bisa datang secepatnya,” tukasnya.


Rabu, 21 Mei 2014

SULIT DITEMUI, TINGGALKAN KTP (Menghadap Kepala Kantor Kemenag OI)


IRDESS, INDRALAYA, OI – Ada-ada saja sistem kebijakan yang dilakukan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Ilir (OI). Selain sulit ditemui, jika menghadap Kepala Kantor juga harus meninggalkan bukti diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau bukti lainnya seperti SIM.
Ini dialami langsung media ini, kemarin (20/5) ketika akan menghadap Kepala Kantor Kemenag Kabupaten OI, Drs Subrata MP di yang harus melalui petugas jaganya. Wartawan media ini selain mengisi daftar tamu, harus meninggalkan KTP.
”Tolong minta dan tinggalkan KTP nya, kalau tidak ada KTP, SIM tidak masalah,” pinta petugas jaga bernama Aris seraya mengaku memang ini perintah dari pimpinan harus meninggalkan KTP.
Lanjut Aris, tapi sempat grogi ketika media ini mempertanyakan apakah ini aturannya. Setelah meninggalkan KTP, justru setelah ditunggu sekitar lima menit, Kepala Kantor Kemenag Subrata justru tidak bisa ditemui, dengan alasan lagi sibuk.
”Bapak tidak bisa ditemui, karena lagi sibuk,” ungkap Aris, sehingga media ini untuk kesekian kalinya sejak lima bulan lalu Subrata menjadi Kepala Kantor Kemenag OI belum pernah bertatap muka alias silaturrahim sekalipun dengan media ini.
Dan media ini dialihkan untuk menemui Kasi Penyelenggara haji dan umroh bernama Edy Prasetya bila ingin wawancara seputar CJH dan Umroh.
Edy Prasetya mengatakan, untuk musim haji tahun ini asal Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 113, jumlah tersebut termasuk include, dengan jumlah CJH tahun lalu yang batal berangkat akibat pemangkasan kuota.
”Tahun ini jumlah CJH asal Kabupaten OI sebanyak 113 orang, terdiri dari 45 laki-laki dan 68 perempuan. Usia tertua 80 tahun atas nama Ahmad asal Desa Limbang Jaya dan yang paling muda Rukiah Binti M Zaki (32) asal Desa Srijabo,” terang Edy yang mengaku tahun ini juga bakal berangkat ibadah Haji.
Sementara pejabat Pemkab OI yang bakal berangkat haji informasi Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya bersama Istrinya.

”Selain Kepala Bappeda OI yang tahun lalu batal berangkat haji dan tahun ini berangkat, juga info yang saya terima OI 1 juga akan berangkat haji tahun ini,” bebernya.

OPTIMIS CAPAI 10 RIBU PELANGGAN


IRDESS, INDRALAYA, OI – Kendati masih saja terus merugi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ogan Kabupaten Ogan Ilir (OI) akan mencapai target pelanggannya pada 2015 mendatang hingga mencapai 10 ribu pelanggan.
Direktur PDAM Tirta Ogan, Zulkarnain mengatakan, pihaknya optimis pada tahun 2015 nanti pelanggan PDAM Tirta Ogan akan meningkat menjadi 10 ribu.
”Paling tidak naik dari sekarang yang jumlah pelanggannya 6600 pelanggan,” ujar Zulkarnain kepada Irdess Sumsel, saat ditemui diruang kerjanya, kemarin (21/5).
Dikatakannya, pelanggan PDAM Tirta Ogan yang tersebar di Kabupaten OI tercatat tidak kurang dari 6600 pelanggan, dengan harapan pada 2015 mendatang akan mencapai angka 10 ribu.
”Ini tentu saja dibutuhkan proses kematangan pengelolaan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat dirasakan secara maksimal,” ungkapnya.
Ditambahkannya, bahwa bukan hanya SDM yang handal, namun lebih dari itu sarana kelengkapan untuk mensuplai juga harus menjadi perhatian.
Lebih jauh katanya, belum lama ini pihaknya telah mengikut sertakan empat orang stafnya untuk mengikuti Job training yang dilaksanakan di Palembang atas kerjasama antara negara Indonesia dan Jepang.
”Kan beberapa hari yang lalu pihak konsultan dari Jepang juga turun langsung untuk melihat kendala atau permasalahan yang dihadapi PDAM Tirta Ogan,” imbuhnya.



Sabtu, 17 Mei 2014

3 KADER PDIP PEREBUTKAN POSISI WAKIL KETUA DPRD


IRDESS, INDRALAYA, OI – Fraksi PDIP Ogan Ilir (OI) berhasil mempertahankan posisi Wakil Ketua DPRD Ogan Ilir, walau harus sedikit turun menjadi wakil 2, dengan perolehan 5 kursi dari jumlah suara total 26.442 suara. Jatah posisi itu akan diperebutkan tiga kader partai yang merupakan incumbent.
Tiga kandidat itu adalah anggota DPRD Ogan Ilir yang kembali terpilih untuk periode 2014-2019, yakni Irdansyah, Wahyudi, dan Mustofa. Mereka sama-sama pengurus partai, seperti Wahyudi menjabat Bendahara DPC PDIP, Mustofa menjabat Ketua PAC PDIP Pemulutan, dan Irdansyah Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) OI yang diketahui Gantada sebagai Ketua DPD BMI Sumsel.
”Alhamdulillah kita raih 5 kursi yaitu Wahyudi, Mustofa, Irdansyah, Amir Hamzah, dan Fathul Jaya, tapi yang masuk kandidat (mengisi posisi wakil ketua 2) sepertinya kita bertiga,” ujar Wahyudi, Rabu (13/5). Namun Wahyudi mengakui, untuk menjadi Wakil Ketua DPRD Ogan Ilir tidaklah mudah. Pihaknya harus menunggu juklak dan juknis dari DPP PDIP.
”Yang jelas apapun hasilnya kita siap melaksanakan perintah partai, siapapun yang menjadi wakil pimpinan kita terima dengan logowo. Karena sebenarnya fokus kita bukan ini, pembicarannya masih jauh, kita juga belum dilantik kembali. Kita masih fokus untuk pemenangan Jokowi sebagai capres,” timpal Mustofa.
Sementara Irdansyah mengatakan, PDIP adalah partai yang terkoordinir, patuh, dan tunduk apa perintah ketua umum. ”Ya sebagai partai ideologis. Ini juga berlaku se-Indonesia. Yang jelas juknis dari Ibu Mega, apapun keputusannya, kita terima demi kemajuan partai dan rakyat,” ujarnya.
Selain PDIP, PPP dan PAN juga meraih lima kursi di DPRD OI, namun berbeda jumlah perolehan suara yaitu PDIP 26.442 suara, PAN 24.000 suara, dan PPP 23.099 suara. Karena itu posisi wakil ketua 2 menjadi jatah PDIP.


PERDA ALIH FUNGSI LAHAN MENDESAK


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang nantinya akan mengatur tentang alih fungsi lahan di Kabupaten OKI, harus segera dibentuk. Pasalnya, sampai saat ini alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perkebunan di wilayah OKI terus terjadi, sehingga berpotensi menyempitnya lahan pertanian.
Demikian diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKI, Kamaludin. Menurutnya, saat ini ada tiga raperda inisiatif yang sedang dibahas Pansus DPRD, tetapi sayangnya sampai saat ini belum ada Raperda yang mengatur tentang alih fungsi lahan. Padahal dibentuknya Perda alih fungsi lahan itu sudah sangat mendesak.
”Secepatnya harus ada Raperda tentang alih fungsi lahan, hal itu sangat mendesak, karena alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perkebunan di wilayah Lempuing masih terus berjalan. Hal itu membuat berkurangnya lahan pertanian di OKI,” ujar Kamaludin.
Dikatakannya, atas aksi alih fungsi lahan khususnya di lahan persawahan tadah hujan seperti di wilayah Lempuing, pemerintah tidak bisa melakukan pencegahan karena belum ada perda yang mengaturnya.
”Ini tentu akan mengurangi hasil produksi padi di OKI. Apalagi Lempuing Jaya dan Lempuing Induk merupakan kecamatan penghasil padi terbesar di OKI,” bebernya.
Memang saat ini pemerintah sudah berupaya membangun irigasi teknis di Kecamatan Lempuing, untuk di Kecamatan Lempuing, untuk mencegah alih fungsi lahan dan meningkatkan hasil produksi padi di Lempuing. Tetapi saat proyek pembangunan irigasi sedang berjalan dan sudah mencapai 70 persen saat ini, disisi lain alih fungsi lahan masih terus berjalan.
”Kita takutkan nanti irigasi sudah selesai dibangun, tetapi lahan pertaniannya sudah menjadi lahan perkebunan karet, sehingga irigasi yang dibangun senilai Rp400 miliar dari dana hibah Pemerintah Jepang itu mubazir,” terangnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap pihak eksekutif segera merancang raperda alih fungsi lahan tersebut, secepatnya raperda tersebut dibahas di tingkat pansus DPRD untuk dijadikan Perda.

Jumat, 16 Mei 2014

KEJAR TARGET PRODUKSI PADI


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI menargetkan produksi padi di wilayah Bumi Bende Seguguk harus mencapai 539 ribu ton di akhir tahun 2014 ini. Target ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya 490 ribu ton.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKI, Syarifudin mengatakan, target produksi padi itu meliputi lahan sawah lebak, sawah tadah hujan dan lahan kering  dengan total luas areal pertanian 142.000 hektar.
”Pemkab OKI melalui Dinas Pertanian optimistis target ini dapat tercapai. Salah satu upaya yang dilakukan adalah terus melakukan pembinaan kepada para petani di seluruh kecamatan dalam Kabupaten OKI, mendorong pertanaman kembali bila areal persawahan mereka rusak. Kemudian memberikan bantuan bibit unggul dan pupuk bersubsidi kepada para petani. Dengan upaya itu InsyaAllah target bisa dicapai,” urai Syarifudin.
Dalam pencapaian target tersebut, pihaknya mengaku ada beberapa kendala yang biasanya dihadapi, diantara sebagian petani yang masih ada menggunakan bibit lama yang dinilai kurang bermutu. Belum lagi adanya hama yang menyerang tanaman padi, seperti tikus, kepi dan lain sebagainya.
Namun demikian, guna mengantisipasi adanya serangan hama, Dinas Pertanian juga memberikan bantuan racun pembasmi hama, serta memberikan arahan agar petani mau menggunakan bibit unggul yang diberikan pemerintah. ”Kendala itu semaksimal mungkin akan kita atasi,” ucapnya.
Menyoal daerah yang paling tinggi produksi padinya, kata Syarifudin, hingga saat ini Kecamatan Lempuing dan Air Sugihan masih menjadi daerah produksi padi tertinggi di wilayah OKI.
”Ini karena areal persawahan tadah hujan di Lempuing dan Air Sugihan bisa ditanam dan panen tiga kali dalam setahun. Potensi ini akan terus dimanfaatkan untuk mendukung tercapainya target mendukung tercapainya target produksi padi Kabupaten OKI,” terangnya.
Sementara Asisten II Setda OKI, Rosidi menambahkan, peningkatan produksi padi akan didukung dengan adanya irigasi teknis yang saat ini sedang dibangun di wilayah Lempuing.
”Dengan dibangunnya irigasi teknis, maka akan dapat meningkatkan produksi padi khususnya di Lempuing. Selain itu juga akan mencegah adanya alih fungsi lahan. Jika selama ini dalam setahun tanam dua kali, dengan adanya irigasi bisa tanam tiga kali setahun,” tutupnya.









Rabu, 14 Mei 2014

ISKANDAR FOKUS PEMERATAAN PEMBANGUNAN PELOSOK OKI (Utamakan Infrastruktur Pedesaan)


8 Program Prioritas Pembangunan OKI 2014-2019
1.  Pembangunan infrastruktur pedesaan-pedesaan.
2.  Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.
3.  Peningkatan pelayanan pendidikan.
4.  Peningkatan pelayanan kesehatan.
5.  Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.
6.  Ketahanan pangan.
7.  Pengendalian pemanfaatan lahan.
8.  Kerukunan umat beragama.

IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Pemerataan pembangunan wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) akan menjadi perhatian penuh Bupati OKI, Iskandar SE. Menurut dia, konsentrasi pembangunan hingga ke pelosok desa dan kawasan timur OKI amat penting untuk mempercepat perkembangan pembangunan di wilayah tersebut.
”Kita akui pembangunan infrastruktur wilayah menjadi tantangan, yaitu ketimpangan pembangunan wilayah Barat (Lempuing, Mesuji) dan Timur (Pantai Timur OKI). Di wilayah Barat infrastruktur lebih memadai di wilayah timur. Bahkan ada wilayah yang putus aksesnya jika datang musim tertentu hingga perekonomian tersendat. Ini yang patut diperhatikan yakni konsentrasi terhadap pembangunan wilayah Timur dengan tetap memperhatikan kebutuhan rutin wilayah Barat,” ungkap Iskandar, Selasa (13/5).
Menurut Iskandar, tahun 2014 ini, ia dan jajaran belum bisa menjalankan sepenuh program pembangunan OKI yang dimulai dari Desa karena tahun ini masih menjalankan program tahun sebelumnya. ”Kita sudah menyusun arah kebijakan pembangunan berdasarkan RPJMD Kabupaten OKI, lima tahun ke dalam 8 program prioritas pembangunan. Diantaranya bagaimana kita menguatkan desa melalui postur anggaran. Alhamdulillah program kita disambut oleh pusat melalui disahkannya Undang-Undang Desa, sehingga semakin singkron program pemerintah daerah dengan pemerintah pusat,” papar Iskandar.
Selain pemerataan pembangunan, pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumsel ini juga memfokuskan pemerintahannya yakni kebijakan pemanfaatan lahan yang berpihak kepada masyarakat dan memperhatikan kelestarian lingkungan.
”Bukannya kita anti kepada investor, namun bagaimana perekonomian masyarakat dikuatkan melalui kearifan lokal masing-masing. Yang dibutuhkan masyarakat adalah lahan mereka untuk mencari penghidupan. Pertanian dan ketahanan pangan ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah,” tukasnya.
Iskandar juga menuturkan pembangunan yang berkeadilan lingkungan juga amat penting. ”Pembangunan yang ramah dengan lingkungan sekitar. Memanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemaslahatan masyarakat hingga ke akar rumput, namun dengan tetap memperhatikan hak-hak alam,” pungkasnya.