Sabtu, 12 April 2014

PANWASLU DAPAT TEMUAN DI 8 KECAMATAN


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) OKI melalui Petugas Pengawas Lapangan (PPL) menemukan bermacam-macam kesalahan di delapan kecamatan. Hal tersebut diungkapkan Ketua Panwaslu OKI Muhammad Fahrudin, SH, Jum’at (11/4).
Temuan yang didapat PPL yakni di Kecamatan Cengal, Desa Sungai Jeruju, di TPS 2, 3, dan 4 bahwa daftar pemilih tetap (DPT) tidak sama dengan yang diterima. Sedangkan di Kecamatan Pedamaran, Desa Pedamaran 1 ditemukan kekurangan formulir C1 berhologram. Untuk Kecamatan Pampangan di Desa Ulak Kemang, di TPS 5, daftar calon tetap (DCT) kabupaten tidak ada.
“Sementara di Desa Lirik, Kecamatan Pangkalan Lampam, tepatnya di TPS 1 dan 2, jumlah surat suara dalam kotak tidak sama dengan DPT dan di Desa Bukit Baru, yang terdapat di TPS 2, surat suara DPR RI kekurangan 14 lembar,” ujarnya.
Temuan lain tentang ketidakberesan dalam penyelenggaraan pemilu legislatif 2014 yakni di Lempuing Jaya, yang berada di Desa Lubuk Seberuk, surat suara DPD di TPS 21 tertukar dengan TPS 24 dan di TPS 17 serta TPS 18 Desa Muara Burnai II, tidak memiliki DPT salinan.
“Lalu di Kecamatan Sirah Pulau Padang, tepatnya Desa Batu Ampar, di TPS 5 tidak memiliki DCT kabupaten. Sedangkan Kecamatan Mesuji Raya, Desa Mulya Jaya, TPS 4 kekurangan 49 lembar surat suara  DPRD Provinsi dan di Desa Sumber Baru di TPS 7 kekurangan surat suara DPR RI 50 lembar. Untuk Kecamatan Mesuji Makmur, di Desa Suryakarta di 3 TPS surat suara DPRD kabupaten tertukar dengan dapil I,” jelasnya.
Sementara itu, para tim sukses calon legislatif (caleg) mulai mendatangi KPU OKI menayangkan hasil penghitungan suara. Namun jelas mereka tidak mendapatkan apa yang dicari karena rekap suara baru sampai di tingkat PPS. “Kami ingin caleg yang diusung itu terpilih menjadi anggota legislatif kabupaten dari dapil II,” kata Hendri, tim sukses caleg dari Desa Kijang Batu Ampar, Kecamatan Sirah Pulau Padang.
Mengenai rekap suara, Sekretaris KPU OKI, Drs Dirta Sarina MM mengatakan, KPU OKI belum bisa memberi data soal perolehan suara. “Kita belum menerima laporan resmi dari panitia pemungutan suara (PPS) di 18 kecamatan,” kata dia.
Menurut Dirta, pihaknya telah menargetkan hari ini surat suara dari PPS sudah berada di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Kami memberikan waktu beberapa hari ke depan seluruh surat suara sudah berada di KPU OKI,” ujarnya.


DUA HONORER K-2 TAK LENGKAPI PERSYARATAN


IRDESS, INDRALAYA, OI – Dari 285 orang honorer Kategori Dua (K-2) yang dinyatakan lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Ogan Ilir (OI), dua diantaranya hingga sampai sekarang tidak memenuhi dan melengkapi persyaratannya.
Kedua honorer K-2 tersebut yakni Beni Marsudi yang merupakan honorer di Dispenda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI dan Ir Nurbaiti mantan komisioner KPU OI.
“Kedua nama honorer K-2 yang lulus tes itu, hingga sampai saat ini belum melengkapi persyaratan,” ujar Kepala BKD dan Diklat Kabupaten OI, Darjis melalui Kabid Mutasi dan Formasi Fatoni, kemarin (11/4).
Diungkapkannya, memang deadline untuk melengkapi persyaratan tersebut sampai 31 Maret lalu. Namun, pihaknya masih memberikan toleransi waktu, apalagi proses penyerahan berkas ke BKN sampai 30 Mei mendatang.
“Pada 30 Mei merupakan batas waktu akhir, karena pada tanggal tersebut kita langsung mengajukan kepada BKN untuk penetapan NIP,” terangnya.
Lebih jauh dikatakannya, di dalam melengkapi persyaratan ada 10 item yang harus dipenuhi, yakni diantaranya, fotocopy ijazah, surat keterangan Kepolisian, sehat jasmani dan rohani, tidak mengkonsumsi narkoba, SK dari awal hingga akhir yakni dimulai tahun 2005 hingga sekarang, surat pernyataan bersangkutan dan surat pernyataan dari atasannya langsung.
“Kalau 10 item persyaratan tersebut sudah dipenuhi, maka akan kita kirim berkasnya. Tapi kalau belum ya selamat tinggal, karena kapal akan berangkat,” tukasnya.



MASIH ADA JALINTIM BELUM DIPERBAIKI


IRDESS, INDRALAYA, OI – Meski sebagian Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Indralaya, dan Indralaya-Kayuagung sudah diperbaiki. Namun masih ada sebagian yang rusak parah belum diperbaiki.
Jalan tersebut adalah Jalintim Indralaya-Kayuagung, tepatnya di Desa Tanjung Agas, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Tak tanggung-tanggung, kerusakan jalan tersebut mencapai jarak lebih kurang 20 meter.
Kerusakan terparah berada di Desa Talang Balai hingga ke Tanjung Agas menuju ke Indralaya, tepatnya di depan SMA Negeri 3 Tanjung Agas. Akibatnya, selain terhambatnya arus kendaraan yang melintas, juga mengakibatkan polusi udara khususnya debu.
Mengingat kondisi jalan bergelombang dan dipenuhi lubang-lubang serta nyaris tak ada lagi aspal. Akibatnya, masyarakat sekitar setiap hari terpaksa menghisap debu yang disebabkan oleh beberapa truk bertonase tinggi yang kebetulan sedang melintas.
Menurut warga sekitar bernama Muamir (50), jika kerusakan jalan itu sudah sejak enam bulan yang lalu. Namun, hingga saat ini belum terlihat bakal adanya perbaikan oleh pihak terkait.
“Jalan ini kan jalan Negara, seharusnya ada perhatianlah dari pemerintah,” ujarnya pada Irdess Sumsel, kemarin (11/4).
Dikatakannya, jika kendaraan seperti truk bertonase dari arah Bandar Lampung hendak menuju ke Palembang, selalu dihantui rasa takut dan waspada di saat melintas jalur ini.
“Besar kemungkinan jika truk akan terguling, apabila tidak berhati-hati. Lihat saja, lubangnya sangat dalam-dalam,” imbuh pria yang kesehariannya sebagai sopir truk pengangkut pasir ini.
Sementara itu, Ibrahim (52), warga Desa Tanjung Agas, Kecamatan Tanjung Raja yang tinggal tidak begitu jauh dari trotoar Jalintim tersebut mengungkapkan, jika dirinya setiap hari harus menghisap debu-debu yang dihasilkan oleh kerusakan jalan tersebut.
“Entah mengapa, hingga saat ini pun belum ada tindakan dalam perbaikan jalan,” katanya seraya berharap agar Jalintim Desa Tanjung Agas segera diperbaiki.
“Bukan itu saja, jalan ini kalau hari hujan, berbentuk kolam dan sangat rentan sekali kendaraan terjebak,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Ogan Ilir, H Muhsin Abdullah mengatakan, kerusakan jalan lintas tersebut merupakan tanggung jawab pihak Provinsi.
“Kita hanya merekomendasikan saja. Tapi, tetap akan kita koordinasikan kepada pemerintah pusat,” singkatnya seraya mengatakan perbaikan jalan negara yang sebagian mengalami kerusakan tentu saja dilakukan secara bertahap.






Kamis, 10 April 2014

Perolehan Suara pada TPS 2, di Desa Suak Batok Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI).


A1.
A. Perolehan Suara pada TPS 2, di Desa Suak Batok Kecamatan, Indralaya Utara, Kabupaten, Ogan Ilir (OI), sebagai berikut :

B. 1. NASDEM :
Suara DPR RI:  4 suara
Suara DPRD I: 2 suara
Suara DPRD II: 2 suara

C. 2. PKB       :
Suara DPR RI;  6 suara
Suara DPRD I; 8 suara
Suara DPRD II: 3 suara

D. 3. PKS       :
Suara DPR RI;  5 suara
Suara DPRD I; 2 suara
Suara DPRD II: 1 suara

E. 4. PDIP      :
Suara DPR RI:  37 suara
Suara DPRD I:  19 suara
Suara DPRD II: 27 suara

F. 5. GOLKAR :
Suara DPR RI: 51 suara
Suara DPRD I: 69 suara
Suara DPRD II: 130 suara

G. 6. GERINDRA :
Suara DPR RI; 13 suara
Suara DPRD I;  16 suara
Suara DPRD II:  23 suara

H. 7. DEMOKRAT:
Suara DPR RI; 19 suara
Suara DPRD I: 25 suara
Suara DPRD II: 47 suara

I. 8. PAN             :
Suara DPR RI; 4 suara
Suara DPRD I;  7 suara
Suara DPRD III. 23 suara

J. 9. PPP             :
Suara DPR RI;  4 suara
Suara DPRD I; 1 suara
Suara DPRD II: 5 suara

K. 10. HANURA :
Suara DPR RI: 4 suara
Suara DPRD I: 64 suara
Suara DPRD II: 5 suara

L. 11. PBB      :
Suara DPR RI; 4 suara
Suara DPRD I; 2 suara
Suara DPRD II. 3 suara

M. 12. PKPI    : 0
Suara DPR RI;
Suara DPRD I; 2 suara
Suara DPRD II :

Total Suara Sah DPRD Provinsi: 217  

Suara Tidak Sah: 66
Total seluruh suara tidak sah 283

DPR suara sah 152.
Surat tidak sah, 131.
Surat suara terpakai 283.

DPD 148 sah, 144 tidak sah, surat suara terpakai 283.
DPRD Provinsi. sah, 217, tidak sah, 66, surat suara terpakai, 283,

DPRD Kabupaten, sah. 269, tidak sah. 14, terpakai 283.


Jumlah DPT  352
Yang hadir 283.

Selasa, 08 April 2014

KPU OGAN ILIR KEKURANGAN LOGISTIK


IRDESS, INDRALAYA, OI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir sampai, Senin (7/4), masih kekurangan logistik berupa 3.060 kertas suara. Logistik itu untuk tiga Kecamatan serta empat lokasi tempat pemungutan suara (TPS) dalam lingkungan Bumi Caram Seguguk.
Ketua KPU Ogan Ilir Annahrir mengatakan, pihaknya telah melaporkan hal tersebut kepada KPU Sumsel melalui Divisi Logistik agar dilakukan penambahan. Didapat penjelasan bahwa pihak KPU RI telah mengirimkan kertas suara yang kurang itu.
”Kita berupaya semaksimal mungkin paling lambat hari esok (hari ini, red) sudah didistribusikan ke masing-masing TPS,” katanya.
Dijelaskan Annahrir, kendati sempat mengalami keterhambatan dalam pendistribusian kertas suara, mengingat KPU Ogan Ilir masih kekurangan logistik, namun hal itu tidak mengganggu jalannya persiapan pesta demokrasi pemilihan legislatif (pileg) lima tahunan ini.
Sementara itu, Divisi Logistik KPU Ogan Ilir Neny Eponi menjelaskan, kertas suara sampai dengan kemarin sudah didistribusikan ke masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di-16 kecamatan dalam Kabupaten Ogan Ilir. Pendistribusian dilakukan baik melalui jalur darat maupun jalur perairan.
”Proses pendistribusian kertas suara langsung dikawal pihak kepolisian dari lokasi gudang hingga ke masing-masing PPK,” kata Neny.
Divisi Hukum KPU Ogan Ilir Amrah Muslimin, SE menerangkan, pihaknya juga memberikan kewajiban kepada ribuan mahasiswa yang mengenyam pendidikan di kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya guna menentukan hak pilihnya pada pelaksanaan pileg nanti.
”Sesuai dengan peraturan PKPU, bagi mahasiswa Unsri yang ingin mencoblos, kita sediakan model A-5. Minimal berusia 17 tahun dan hanya melampirkan KTP,” ujar Amrah Muslimin. KPU OI telah menyediakan empat TPS di perkantoran KPU Ogan Ilir bagi mahasiswa Unsri.





Senin, 07 April 2014

USULKAN 700 ORANG CPNS


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI mengusulkan kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Jalur umum sebanyak 700 tenaga dalam penerimaan CPNS jalur umum tahun 2014 ini. Usulan itu, untuk menutupi kekurangan pegawai di jajaran Pemkab OKI saat ini.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKD) OKI, Imam Sahuri mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan usulan tersebut kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB).
”Memang kita sudah mengusulkan kuota penerimaan CPNS tahun ini untuk Kabupaten OKI sebanyak 700 orang, tetapi itu baru usulan,” kata Imam.
Apakah nanti usulan itu dikabulkan atau tidak, menurut Imam, tergantung pada pertimbangan pemerintah pusat.
”Kita sangat berharap usulan kita dikabulkan oleh pemerintah pusat. Mengingat saat ini Kabupaten OKI masih banyak kekurangan pegawai. Kekurangan tersebut mencapai kurang lebih 2.000 pegawai dari berbagai bidang, seperti tenaga guru, kesehatan, tenaga teknis dan penyuluh,” terangnya.
Walaupun Kabupaten OKI masih kekurangan lebih dari 2.000 pegawai, Imam menerangkan, penerimaan kekurangan tenaga pegawai itu tidak bisa dilakukan sekaligus, karena harus disesuaikan dengan APBD Kabupaten OKI saat ini.
”Jika harus tetap menjaga jangan sampai pembelanjaan APBD lebih 60 persen hanya untuk gaji pegawai, oleh sebab itu penerimaan CPNS harus kita sesuaikan dengan APBD kita sekarang ini,” bebernya.
Usulan kuota tenaga pegawai itu menurut Imam karena KemenPAN dan RB pada tahun 2014 ini membuka kuota menerima CPNS sebanyak 100 ribu orang.
”Sesuai dengan rencana pemerintah pusat pada Mei dibuka pendaftaran, kemudian Juni digelar tes tertulis baik Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Tes Kemampuan Bidang (TKB). Lalu November sudah diumumkan nama-nama yang lulus. Tapi, kita belum tahu OKI mendapat kuota atau tidak, yang penting kita dari pemerintah daerah sudah mengusulkan,” urainya.
Dalam rangka mempersiapkan diri jika usulan penerimaan CPNS dikabulkan pemerintah pusat, Pemkab OKI telah menganggarkan untuk penerimaan CPNS.
”Tetapi walaupun sudah dianggarkan, masih belum ada kepastian apakah tahun ini pemerintah pusat mengabulkan usulan Pemkab OKI untuk menerima CPNS,” imbuhnya.
Mengenai tenaga honorer Kategori dua (K-2) yang lulus pada proses penerimaan CPNS di tahun 2013 lalu, BKD OKI saat in masih meneliti kelengkapan berkas.
”Berkas para honorer yang dinyatakan lulus CPNS masih kita periksa, apakah sudah lengkap atau belum, kita juga meminta kepada yang belum melengkapi berkas agar segera dilengkapi sampai batas akhir pada pertengahan bulan ini,” terangnya.
Bupati OKI, Iskandar SE berharap besar agar kuota penerimaan CPNS untuk Kabupaten OKI tahun ini dikabulkan pemerintah pusat. Untuk ketahui bersama setiap tahun banyak pegawai yang pensiun, kemudian ada yang meninggal, sehingga kekurangan tenaga pegawai itu masih banyak.
”Kita berharap, tahun ini OKI diberi kesempatan untuk membuka penerimaan CPNS jalur umum, untuk tenaga honorer K2 yang tidak lulus masih kita perjuangkan agar segera diangkat menjadi CPNS,” tukasnya.







TETAP INGIN JADI BAGIAN OKI


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Masyarakat se-Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI meminta kepada Bupati OKI, Iskandar SE untuk tetap mempertahankan mereka sebagai bagian dari wilayah Kabupaten OKI. Hal ini terkait wacana pemekaran wilayah Pantai Timur OKI.
”Sampai kapanpun kami tetap ingin menjadi bagian dari Kabupaten ini, kami lahir di sini, mencari penghidupan di bumi OKI, akhir hayatpun kami ingin tetap menjadi bagian warga Kabupaten OKI,” ungkap Hamdan Nuzuli HZ BA tokoh masyarakat Kecamatan Pangkalan Lampam, di hadapan Bupati OKI, Iskandar SE dan ribuan warga yang hadir dalam acara Dzikir Akbar di Desa Lirik Kecamatan Pangkalan Lampam, Sabtu lalu (5/4).
Masyarakat Kecamatan Pangkalan Lampam melalui, saat ini belum saatnya wilayah Kecamatan Pangkalan Lampam dimekarkan dari Kabupaten OKI menjadi bagian dari Kabupaten Pantai Timur. Pasalnya, kondisi serta ketersediaan infrastruktur di wilayah Pantai Timur OKI, saat ini belum memadai.
”Kami bukannya menolak adanya pemekaran. Tapi, yang paling perlu dilakukan sekarang adalah dilaksanakannya reformasi agraria dan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Pangkalan Lampam ini, bukannya pemekaran,” kata Pimpinan Ponpes Nurul Yakin ini.
Menurutnya, tidak mudah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi bagian dari Kabupaten baru hasil pemekaran baik dari berbagai segi, perekonomian, pelayanan pemerintah kepada masyarakat terutama infrastruktur, jalan, jembatan, rumah sakit, kantor-kantor dan lainnya.
”Kabupaten pemekaran tentunya masih akan sangat tergantung dengan kabupaten induk dan provinsi. Kapan lagi mau mensejahterakan masyarakatnya,” ungkap Samsul, Kepala Desa Lirik, Kecamatan Pangkalan Lampam.
Bupati OKI, Iskandar SE mengatakan, salah satu prioritas pemerintahannya saat ini adalah mengurangi ketimpangan pembangunan wilayah Barat dan Timur OKI. Pembangunan di wilayah Barat (Kayuagung, Lempuing Mesuji) yang lebih maju dibandingkan wilayah Timur OKI (Sirah Pulau Padang, Pangkalan Lampam, Tulung Selapan, Cengal, hingga Air Sugihan).
”Aku sudah merasakan apa yang kamu rasakan. Jalan rusak, jembatan putus, permasalahan lahan, apalagi di dusun kita ini. Ini sudah jadi program pemerintah jangan lagi ada jalan desa kecamatan yang becek, jembatan ke ibukota kabupaten yang putus. Tapi, semua tentunya butuh waktu dan proses,” ujar Iskandar disambut riuh tepuk tangan yang hadir.
Menyikapi isu pemekaran Iskandar meminta warga untuk tetap tenang dan menjaga kebersamaan. ”Jangan sampai wacana pemekaran wilayah jadi jurang pemisah antara kita. Kebersamaan dan persaudaraan harus tetap kita jaga,” pungkas Iskandar.