Senin, 07 April 2014

TETAP INGIN JADI BAGIAN OKI


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Masyarakat se-Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI meminta kepada Bupati OKI, Iskandar SE untuk tetap mempertahankan mereka sebagai bagian dari wilayah Kabupaten OKI. Hal ini terkait wacana pemekaran wilayah Pantai Timur OKI.
”Sampai kapanpun kami tetap ingin menjadi bagian dari Kabupaten ini, kami lahir di sini, mencari penghidupan di bumi OKI, akhir hayatpun kami ingin tetap menjadi bagian warga Kabupaten OKI,” ungkap Hamdan Nuzuli HZ BA tokoh masyarakat Kecamatan Pangkalan Lampam, di hadapan Bupati OKI, Iskandar SE dan ribuan warga yang hadir dalam acara Dzikir Akbar di Desa Lirik Kecamatan Pangkalan Lampam, Sabtu lalu (5/4).
Masyarakat Kecamatan Pangkalan Lampam melalui, saat ini belum saatnya wilayah Kecamatan Pangkalan Lampam dimekarkan dari Kabupaten OKI menjadi bagian dari Kabupaten Pantai Timur. Pasalnya, kondisi serta ketersediaan infrastruktur di wilayah Pantai Timur OKI, saat ini belum memadai.
”Kami bukannya menolak adanya pemekaran. Tapi, yang paling perlu dilakukan sekarang adalah dilaksanakannya reformasi agraria dan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Pangkalan Lampam ini, bukannya pemekaran,” kata Pimpinan Ponpes Nurul Yakin ini.
Menurutnya, tidak mudah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menjadi bagian dari Kabupaten baru hasil pemekaran baik dari berbagai segi, perekonomian, pelayanan pemerintah kepada masyarakat terutama infrastruktur, jalan, jembatan, rumah sakit, kantor-kantor dan lainnya.
”Kabupaten pemekaran tentunya masih akan sangat tergantung dengan kabupaten induk dan provinsi. Kapan lagi mau mensejahterakan masyarakatnya,” ungkap Samsul, Kepala Desa Lirik, Kecamatan Pangkalan Lampam.
Bupati OKI, Iskandar SE mengatakan, salah satu prioritas pemerintahannya saat ini adalah mengurangi ketimpangan pembangunan wilayah Barat dan Timur OKI. Pembangunan di wilayah Barat (Kayuagung, Lempuing Mesuji) yang lebih maju dibandingkan wilayah Timur OKI (Sirah Pulau Padang, Pangkalan Lampam, Tulung Selapan, Cengal, hingga Air Sugihan).
”Aku sudah merasakan apa yang kamu rasakan. Jalan rusak, jembatan putus, permasalahan lahan, apalagi di dusun kita ini. Ini sudah jadi program pemerintah jangan lagi ada jalan desa kecamatan yang becek, jembatan ke ibukota kabupaten yang putus. Tapi, semua tentunya butuh waktu dan proses,” ujar Iskandar disambut riuh tepuk tangan yang hadir.
Menyikapi isu pemekaran Iskandar meminta warga untuk tetap tenang dan menjaga kebersamaan. ”Jangan sampai wacana pemekaran wilayah jadi jurang pemisah antara kita. Kebersamaan dan persaudaraan harus tetap kita jaga,” pungkas Iskandar.





Sabtu, 05 April 2014

PABRIK GULA CINTA MANIS PRODUKSI 67.442 TON GULA


IRDESS, PALEMBANG – Produksi di pabrik gula Cinta Manis PTPN VII (Persero) ditahun ini mencapai 67.442 ton pada musim giling dari luas lahan 12.000 hektar, jumlah ini masih belum memenuhi kebutuhan gula di Sumsel sebesar 120.000 ton per tahun.
Peningkatan kualitas tebu masih menjadi fokus PTPN VII dengan melakukan perbaikan sistem tanam, pemupukan dan pengairan atau irigasi dengan memanfaatkan embung (kolam retensi) yang terus dimodernisasi.
”Proses produksi atau buka giling akan dimulai pada 22 April dan akan berlangsung sampai 16 Oktober 2014 atau memakan waktu 169 hari,” ujar Sonny Soediastanto, Sekretaris Perusahaan PTPN VII kemarin.
Dari data, produksi pabrik gula Cinta Manis di 2013 jumlahnya mencapai 42.500 ton dan ditargetkan tahun ini mengalami peningkatan sekitar 24.000 ton dengan beragam upaya meningkatkan produksi seperti pengelolaan kebun tebu dan pabrik.
Kualitas tebu juga menjadi perhatian selain produksi, dengan perlakuan tanaman yang baik diharapkan kualitas tebu menjadi lebih baik mulai dari pertumbuhan maupun kandungan rendemen gulanya.
”Sebab gula yang diperoleh dari kebun dan yang dibawa ke pabrik haru memenuhi tiga syarat utama seperti hijau, segar dan bersih,” cetusnya.
Apalagi proses penebangan tebu lebih cenderung didominasi dengan cara manual ketimbang secara mekanis dengan menggunakan mesin tebang dan semi mekanis.
Tidak tanggung-tanggung, penebangan secara manual sedikitnya melibatkan sekitar 5.000 orang yang sebagian besar direkrut dari warga yang berada di sekitar perusahaan di Kabupaten Ogan Olir dan Ogan Komering Ilir (OKI).
Jumlah ini belum termasuk tenaga kerja di sektor pemeliharaan dan operasional di pabrik, implasmen yang jumlahnya ribuan orang.
”Belum lagi pabrik gula membutuhkan ratusan armada truk, setiap musim giling di sekitar pabrik ada sirkulasi uang yang cukup tinggi sehingga memberikan peluang meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Selain di Cinta Manis, PTPN VII juga mengelola pabrik gula di Lampung Utara yakni pabril gula Bunga Mayang yang dimusim giling ditargetkan produksi 99.000 ton gula, sehingga jika ditotal perusahaan ini memproduksi 166.000 ton gula.
Sampai saat ini, produksi PTPN VII memberikan kontribusi 4,5 persen dari total kebutuhan gula secara nasional sekitar 2,9 juta ton dan mengalami kenaikan 17,2 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2,5 juta ton gula.
”Sampai sekarang kita fokus pemenuhan di dalam negeri sehingga kita belum ekspor, upayanya dengan meningkatkan produksi di Cinta Manis dari 4.500 ton menjadi 5.000 ton dan Bunga Mayang yang dari 5.500 ton menjadi 7.500 ton,” jelasnya.


BANYAK WARGA TAK TAHU JUMLAH KERTAS SUARA


IRDESS, INDRALAYA, OI – Hari pencoblosan pemilihan legislatif (pileg) tinggal beberapa hari lagi. Tapi ternyata, masih banyak warga pemilik hak suara belum tahu berapa lembar surat suara yang harus mereka coblos nanti. Jauh harapan warga telah siap calon-calon wakil rakyat yang bakal mereka pilih.
Seperti diakui Imron, warga Desa Ulak Segelung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Ketika berbincang dengan Irdess Sumsel, Kamis (3/4), dia mengatakan surat suara yang harus dicoblos ada dua lembar. “Ada dua, emangnya ada berapa pak? Ya, kami tidak tahu pak, selama ini tidak pernah pihak KPU terjun langsung ke desa kami untuk sosialisasi terkait ini,” ujar Imron.
Dia pun meminta Irdess Sumsel menanyai warga lain di desa itu, dan dia yakin warga lain juga tidak tahu jumlah surat suara yang akan dicoblos. Menurut Imron, seharusnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan sosialisasi ke desa-desa, agar masyarakat desa tahu dan bisa melakukan pencoblosan dengan baik dan benar. “Tidak pernah sama sekali pak, selama ini, jadi wajar kalau kami tidak tahu,” imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan Den, warga Tanjung Batu, Kecamatan Tanjung Batu. Den sendiri mengatakan hanya satu lembar surat suara yang harus dicoblos nanti. “Kan selama ini, jika kita melakukan pemilihan bupati, kertas suaranya satu,” kata Den.
Setelah diberi tahu kalau surat suara yang harus dicoblos nanti ada empat, Den seolah bingung. “Kami pikir satu kertas suara itu digabung satu, dan dicoblos empat kali. Ya, kan kami tidak tahu menahu pak, kalau diberi tahu seperti ini, ya baru ngertilah,” ujar dia.
Dari penelusuran Irdess Sumsel, dari sepuluh warga yang ditanya, hanya satu orang yang tahu jumlah surat suara yang harus dicoblos. Itu pun ternyata warga tersebut bermukim di Indralaya.

Menanggapi kondisi ini, pihak KPU Ogan Ilir membantah, jika dikatakan belum melakukan sosialisasi terkait kertas suara yang akan dicoblos nanti. “Sudah beberapa kali kita lakukan, mulai dari pertemuan-pertemuan, ke sekolah-sekolah. Termasuk cara mencoblos yang benar,” ujar Ketua KPU Ogan Ilir Annahrir.

Rabu, 02 April 2014

KPU OKI DIRIKAN TENDA DARURAT


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Guna mengamankan logistik pemilu legislatif (pileg), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ogan Komering Ilir (OKI) terpaksa menyewa tenda darurat sebagai tempat untuk meletakkan dan menyimpan logistik yang akan digunakan pada 9 April mendatang.
Pemasangan tenda darurat terpaksa dilakukan mengingat KPU OKI tidak memiliki gudang refresentatif untuk menyimpan logistik sebelum didistribusikan ke setiap PPK dan PPS.
Sekretariat KPU OKI sendiri sudah cukup lama berdiri dan menumpang di gedung eks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, namun hingga kini tak kunjung ada gudang, jangankan membangun gedung baru, gudang penyimpanan pun harus menyewa tempat.
Pantauan Irdess Sumsel di lapangan, Selasa (1/4), setidaknya ada delapan unit tenda berikut panggungnya disewa oleh KPU OKI sejak dua pekan lalu. Di atas panggung ini disusun logistik pemilu yang sudah tersusun dan dimasukkan ke dalam kotak. Agar tak basah ketika hujan turun, pihak KPU OKI terpaksa menutupnya dengan terpal meskipun sudah di bawah tenda.
Ketua KPU OKI Dedi Irawan, mengatakan, pihaknya terpaksa mendirikan tenda-tenda di depan sekretariat KPU karena tidak ada gudang. Padahal logistik ini sangat penting sebab jika logistik ini mengalami kerusakan atau hilang, dapat mengancam pelaksanaan pemilu di Bumi Bende Seguguk.
”Kita sudah berulang kali menyampaikan permohonan ke Pemkab OKI, baik untuk pembangunan gedung baru maupun pinjam pakai gedung milik pemerintah, namun hingga saat ini belum ada realisasinya,” ujar Dedi.
Dikatakannya, pemasangan tenda untuk menyimpan logistik dilakukan lantaran seluruh ruangan yang ada di Kantor KPU OKI sudah penuh sesak oleh logistik yang hingga saat ini belum dikirimkan ke PPK dan PPS, mengingat masih ada kekurangan beberapa logistik. ”Seluruh ruangan sudah penuh sesak, oleh karena itu tidak ada cara lain terpaksa pasang tenda,” akunya.
Dijelaskannya, hingga saat ini masih ada logistik yang belum lengkap sehingga belum bisa didistribusikan. Setidaknya ada kekurangan 1.900 lembar surat suara, mulai dari surat suara DPD, DPR RI, DPR Provinsi, dan DPRD Kabupaten. ”Selain itu formulir C1 plano juga belum tiba dan saat ini sedang dalam perjalanan, kalau tahapannya untuk tanggal 1-5 April logistik sudah tiba di PPK, sedangkan untuk di TPS H-1,” terangnya.





Selasa, 01 April 2014

TRUK OVER KAPASITAS DOMINASI DI JALINTIM


IRDESS, INDRALAYA, OI – Banyaknya truk, fuso dan trailer melintasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Indralaya, ternyata muatannya rata-rata melebihi atau over kapasitas. Tak pelak tidak sedikit kendaraan ini terbalik, bahkan berjalan lamban. Hal ini diungkapkan langsung Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Drs Mutarsyah melalui Kepala Bidang (Kabid) LLAJ, M Yusrizal.
Menurut dia, Dishub OI belum memiliki peralatan untuk melakukan pengukuran muatan truk yang melebihi batas tersebut. ”Saat ini, Dishub OI tidak memiliki alat untuk mengukur muatan dalam kendaraan yang melebihi volume atau melebihi kapasitas,” ujarnya pada Irdess Sumsel, Minggu (31/3).
Menurut dia, belum adanya alat pengukur beban truk memang menjadi kendala serius. Pasalnya, Dishub OI akan memberikan sanksi bagi kendaraan yang melebihi beban maksimal 8 ton. ”Kita rutin menggelar razia, selama menunggu kebijakan baru, kita tetap melakukan pengawasan dengan menjaring truk yang muatannya diduga melebihi tonase,” katanya.
Mengatasi tidak adanya alat ukur muatan truk, Dishub OI, akan melakukan pengawasan dengan cara pengamatan di lapangan secara langsung oleh para petugas. Bila ada kendaraan yang melintas dengan beban muatan lebih dan tinggi ukuran barang bawaan yang tidak wajar, maka akan dilakukan penindakan yaitu penilangan.
”Pada saat razia yang digelar bersama tim gabungan dari Dishub Provinsi Sumsel, Dishub Ogan Ilir dan pihak kepolisian serta TNI, beberapa hari yang lalu kita berhasil menindak 60 truk yang memiliki muatan melebihi tonase,” terangnya.
Dibeberkannya juga, bahwa rata-rata yang ditilang adalah truk yang memiliki kapasitas lebih. ”Serta sejumlah kendaraan yang tidak memiliki surat menyurat yang lengkap, kebanyakan truk yang ditilang ini berasal dari daerah luar OI, seperti Jakarta dan Jawa,” tukasnya.




Jumat, 28 Maret 2014

PBB OI SIAPKAN RATUSAN SAKSI


IRDESS, INDRALAYA, OI – Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Ogan Ilir (OI) siap menyambut hajatan pesta demorkasi 9 April 2014 mendatang. Demi mengantisipasi kecurangan saat hari pencoblosan, DPC PBB Ogan Ilir yang dipimpin Kusharyadi Alun, menyiapkan ratusan saksi-saksi untuk ditempatkan di tiap-tiap tempat pemungutan suara (TPS).
Hal tersebut terungkap pada konsolidasi partai di posko kemenangan PBB Ogan Ilir di Indralaya, Kamis (27/3). Acara konsolidasi dihadiri Ketua DPW PBB Sumsel H Ju         nial Komar serta puluhan calon legislatif (caleg) PBB dari tingkat DPR RI, DPRD Sumsel, dan DPRD Ogan Ilir, serta sejumlah simpatisan dan kader PBB Ogan Ilir.
”Saksi PBB adalah ujung tombak partai. Kinerja dan pengabdian dari para saksi memberikan kontribusi bagi pemenangan partai,” ujar Kusharyadi Alun yang maju sebagai caleg DPRD Ogan Ilir nomor urut satu dari dapil 1.
Dia menjelaskan, tugas dari para saksi, tidak hanya memantau dan mengawasi saat pemungutan suara di TPS. ”Para saksi adalah mata dan telinga PBB Ogan Ilir. Di pundak para saksi inilah, akan menentukan hasil pemilu yang demokratis, jujur, dan adil,” tegasnya.
Hal senada diungkapkan Ketua DPW PBB Sumsel H Junial Komar. Dia mengatakan bahwa para saksi partai akan mengawasi selama proses pemilu. Mulai dari perhitungan di TPS hingga rekapitulasi dan penetapan hasil suara.
”Kami mengumpulkan para caleg dan kader, agar mempersiapkan para saksi, sehingga mereka bisa bekerja saat pencoblosan nanti, dan dalam waktu dekat kita akan menggelar pelatihan dan bimbingan teknis kepada ratusan saksi partai yang telah diberikan mandat, sehingga bisa mengantisipasi timbulnya kecurangan. Kita berharap setiap dapil dapat perwakilan satu kursi,” kata Junial.






Kamis, 27 Maret 2014

2015, PENGGUNA NARKOTIKA CAPAI 28%


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Berdasarkan penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bekerjasama dengan sejumlah pusat ilmu kesehatan, menghasilkan data penyalahgunaan Narkotika di Indonesia tahun 2011 mencapai angka 2,2 persen dari jumlah penduduk di negeri ini.
Angka tersebut memang terbilang tinggi. Namun dari tahun ke tahun berikutnya bukan terjadi penekanan. Prediksi penelitian yang dilakukan institusi milik pemerintah itu, pada tahun 2015 mendatang justru penyalahgunaan narkotika menyentuh angka 2,8 persen.
Demikian dikatakan Plt Sekda OKI, H Husin SPd MM mewakili Bupati OKI Iskandar SE saat menghadiri pembekalan Satuan Petugas (Satgas) Anti Narkoba Kabupaten OKI, di Gedung Kesenian Kayuagung. Pembekalan diberikan kepada 567 peserta sebagai Satgas Anti Narkoba di OKI, kemarin (26/3).
Dikatakannya, pada dasarnya narkotika merupakan obat dalam memberikan pelayanan kesehatan dan sebagai bahan untuk penelitian di bidang kesehatan. Namun seiring kemajuan zaman, narkotika justru disalahgunakan.
”Narkotika ini sebenarnya baik dan bermanfaat. Tapi jika sudah disalahgunakan akan sangat berbahaya,” ucapnya sembari mengatakan, dampak buruk penggunaan Narkotika menjadi penyebab Lakalantas, kenakalan remaja, pembunuhan, pencurian dan tindak pidana kriminal lainnya.
Di era saat ini, kata Husin, peredaran Narkotika sudah merambah ke pelosok desa termasuk di Kabupaten OKI. Pemkab OKI pun menghimbau kepada seluruh warga OKI agar tidak coba-coba mendekati dan mengkonsumsi Narkotika karena merugikan kesehatan dan perekonomian.
Terkait sudah banyaknya pengguna narkotika yang ketergantungan dengan barang haram itu, BNN dan sejumlah rumah sakit sudah menyiapkan pelayanan rehabilitasi. Bagi pecandu narkotika tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan pelayanan gratis itu.
Sedangkan Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) OKI, M Amin SPd MM menjelaskan, 567 peserta yang menjadi Satgas Anti Narkoba itu utusan dari pelajar di sejumlah sekolah, kecamatan, kelurahan/desa, SKPD dan instansi vertikal lainnya.
”Narasumbernya dari BNP Sumsel, Satres Narkoba Polres OKI dan Dinkes OKI. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan kepada Satgas agar terbentuk jiwa yang benar untuk mengantisipasi peredaran Narkoba di daerah ini,” tukasnya.