Rabu, 15 Januari 2014

BNN BIDIK KARYAWAN PERUSAHAAN DI OI


IRDESS, INDRALAYA, OI – Gebrakan demi gebrakan terus dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Ilir (OI). Betapa tidak, setelah melakukan tes urine pada seluruh pegawai di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI, Kepala Desa (Kades) dan pelajar di Bumi Caram Seguguk. BNN OI juga akan melakukan tes urine pada karyawan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten OI.
Tentunya, langkah awal dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan para pimpinan perusahaan yang ada di Kabupaten Ogan Ilir.
”Rencananya memang kita akan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak perusahan di OI, karena memang kita tidak bisa semena-mena langsung melakukan tes urine. Jika pihak perusahaan tidak mau kita tidak bisa melakukannya, tergantung hasil komunikasi yang kita lakukan,” ujarnya kepala BNN OI, Drs Dirowadi.
Seharusnya, kata Dirowadi, pihak perusahaan di OI harus proaktif mendatangi BNN untuk meminta melakukan tes urine kepada karyawan-karyawan, dimana ini sangat penting untuk kinerja karyawan itu sendiri.
Terpisah Humas PTPN VII Cinta Manis, Hamid Abdullah mengaku, pihaknya menyambut baik dengan adanya wacana pihak BNN OI untuk melakukan kerjasama dengan pihaknya, dalam hal melakukan tes urine dengan karyawan di tubuh PTPN Cinta Manis.
”Nanti jika koordinasi demi koordinasi kita lakukan, hingga mencapai kesepakatan, kita minta BNN melakukan tes urine dari seluruh karyawan hingga pekerja lainnya di PTPN VII Cinta Manis. Yang pasti, kita sambut baik jika pihak BNN ingin kerjasama dengan kita,” singkatnya.





KPT OI BISA DILALUI DARI 5 PENJURU


IRDESS, INDRALAYA, OI – Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) bisa dilalui di lima penjuru atau lima titik jalan pintas yang berada di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya, Kabupaten OI.
Lima titik jalur pintas tersebut, diantaranya yakni di Kecamatan Indralaya Selatan tepatnya di Simpang Desa Muara Meranjat Tanjung Batu, simpang empat Desa Sakatiga, jalur menuju Universitas Sriwijaya (Unsri) serta jalan menuju ke Desa Payakabung Kecamatan Indralaya Utara.
Pembangunan gedung KPT OI, yang dipusatkan di Desa Tanjung Senai Indralaya saat ini, pembangunannya memasuki tahapan lebih dari 60 persen terus mengalami perkembangan.
Dipastikan pada Januari 2015 nanti, gedung Pemkab OI yang selama ini berada di Jalan Lintas Timur Indralaya akan pindah ke gedung baru yang memiliki lahan seluas lebih dari 80 hektar di Desa Tanjung Senai Indralaya dan nantinya KPT OI ini, akan diresmikan oleh Pemerintah Pusat.
Selama ini, akses jalan raya menuju KPT OI dikeluhkan para pengguna jalan yang sengaja ingin masuk sekaligus menghadiri kegiatan-kegiatan yang sering diselenggarakan oleh Pemerintah setempat.
Karena, kendaraan baik roda dua maupun roda empat harus melewati satu-satunya akses jalur lintas yang menuju KPT yakni di simpang empat Desa Sakatiga.
Seperti diketahui, jalur tersebut dalam beberapa tahun terakhir merupakan pusat kemacetan yang sangat rentan terjadi mengingat, kondisi jalan yang sempit serta berada di Pasar Indralaya.
”Untuk itu, kita akan maksimalkan 5 jalur akses menuju KPT, yang selam ini kan lokasi sudah tersedia. Hanya saja, hambatannya di lapangan belum ada jembatan penghubung yang saat ini masih dikerjakan,” ujar Bupati OI, Ir H Mawardi Yahya, ketika melaksanakan panen raya jagung bersama Gubernur Sumsel di lahan seluas 30 hektar KPT OI, Senin (13/1).




Senin, 13 Januari 2014

RSUD DIPASOK DUA AMBULANCE


IRDESS, INDRALAYA, OI – Meskipun belum berjalan dengan optimal, karena masih menunggu beberapa peralatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ogan Ilir (OI), akan dipasok dua unit mobil ambulance yang memang saat ini belum memiliki, karena baru beberapa bulan mulai ditunggu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OI, H Kosasi melalui Sekertarisnya, Eriyadi mengatakan, dua unit mobil ambulance yang terparkir di depan kantor Kesehatan Kabupaten OI untuk RSUD OI. ”Memang belum diserahterimakan, karena mobil ambulance ini baru datang. Mungkin serah terimanya akan langsung dilakukan Bupati ke RSUD OI,” ujarnya pada Irdess Sumsel, kemarin (12/1).
Dikatakannya, dua ambulance ini didapat dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) OI, dimana untuk sebuah mobil ambulance merk Izuzu ini seharga Rp350 juta.
”Itu sudah lengkap mobiler didalam mobil tersebut, ada tempat tidur, inpus, dan lain sebagainya termasuk sensor,” ungkapnya seraya mengaku dua ambulance ini sendiri ajuan anggaran tahun 2012 masuk tahun 2013 lalu.
Dua ambulance ini, lanjutnya, baru tahap awal, karena memang sudah dinilai mendesak untuk rumah sakit. ”Kalau memang butuh lagi, bisa kita ajukan lagi. Tapi, kita nilai saat ini bisa dibilang cukuplah,” imbuhnya.
Terpisah, Direktur RSUD OI, Dr Siska mengaku, memang masalah ambulance sangat dibutuhkan pihaknya, mengingat sejak beberapa bulan lalu RSUD OI mulai beroperasi dan RSUD OI belum memiliki ambulance.
”Selama ini dan hingga saat ini, kita masih pinjam ambulance di Puskesmas Indralaya. Dengan ada bantuan ambulance untuk Rumah Sakit, sebanyak dua unit ini, tentunya sangat membantu operasional rumah sakit,” singkatnya.










MILIKI JEMBATAN RANGKA BAJA


IRDESS, INDRALAYA, OI – Secara langsung, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kementrans), Selasa (21/1) mendatang dijadwalkan akan meresmikan jembatan rangka baja Desa Tanabang yang menghubungkan desa tersebut dengan Kelurahan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Menurut Kepala Dinas Transmigran, Kabupaten OI, Wilson melalui Kabid Pembinaan Disnakertrans, Saili, bahwa akan diresmikannya jembatan tersebut oleh Kementrans buah dari rapat terakhir persiapan peresmian jembatan tersebut yang dilakukan pihaknya dengan pihak terkait lainnya.
”Rapat yang kita gelar beberapa waktu lalu, dalam membahas persiapan peresmian jembatan transmigrasi yang menghubungkan antara Kelurahan Muara Kuang dengan Desa Tanabang Ulu di Kantor Camat Kecamatan Muara Kuang,” ujarnya.
Hadir dalam rapat tersebut, katanya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OI, H Wilson, SSos, MM, Camat Muara Kuang, Erwin Sani SSos, Kapolsek, Danramil, Pimpinan Puskesmas, KUA, Kacabdin Diknas, Kepala Desa se-Kecamatan Muara Kuang, sesepuh Muara Kuang dan Desa Tanabang Ilir dan Tanabang Ulu dan tokoh masyarakat lainnya.
”Hasil rapat, peresmian jembatan direncanakan Selasa mendatang pada tanggal 21 Januari oleh Kementrans RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Ir H Jamaluddien Malik, MM,” tuturnya.
Dibeberkannya, dibangunnya jembatan tersebut tidak lain untuk memperlancar roda perekonomian di daerah tersebut, dimana memang sebelumnya dua desa tersebut terisolir, karena kalau mau ke kedua desa tersebut harus naik ketek dan perahu untuk menyeberang.
”Sebagai Informasi bahwa di Desa Tanabang terdapat warga transmigrasi sebanyak 250 Kepala Keluarga yang terdomisili di UPT1 dan UPT2,” bebernya.
Lebih jauh katanya, jembatan rangka baja ini berasal dari dana bantuan Kementrans, dan tidak terlepas dari usaha pengajuan pihaknya terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI yang proaktif dalam permintaan pembangunan jembatan ini.
”Awal pembangunan ini pada 2011 lalu dengan menggunakan dana APBD saat pemancangan. Selanjutnya untuk rangka baja dan dana pembangunannya dibantu penuh pihak Kementrans,” terangnya.
Lebih jauh tambahnya, untuk panjang jembatan baja ini sendiri 105, dengan lebar sembilan meter. ”Ini bantuan pertama se-Indonesia yang dilakukan pihak Kementrans. Kita sangat bersyukur sekali dan sangat berterima kasih banyak,” imbuhnya.
Ditambahkannya, untuk peresmian yang dilakukan pekan depan ini, selain dihadiri pihak Kementrans juga dihadiri pihak Provinsi Sumsel, Bupati, Kapolres, seluruh pejabat lingkungan Pemkab OI, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.










DUA INSTANSI SALING LEMPAR TANGGUNG JAWAB (Terkait Insentif Perangkat Desa)


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Terkait belum dibayarkannya insentif seluruh perangkat desa di Kabupaten OKI tahun 2013, hingga memasuki 2014 yang disebabkan kosongnya kas daerah, membuat dua instansi yakni Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) dan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) OKI saling lempar tanggungjawab.
Kepala BPMD OKI, Ali Amir, melalui Kabid PMD, H Zulfikri menjelaskan, belum dibayarkannya insentif perangkat desa lantaran permasalahan kekosongan kas daerah, sehingga tidak ada dananya untuk membayar insentif perangkat desa dengan total dana mencapai Rp16 miliar.
Dalam hal ini pihak BPMD tidak tahu mengapa kas daerah bisa kosong, padahal diketahui dana insentif perangkat desa merupakan dana rutin yang dianggarkan setiap tahun.
”Kami tidak tahu apa penyebabnya, coba tanyakan langsung ke bidang teknisnya ke DPPKAD mengapa kas bisa kosong,” kata Zulfikri seraya mengatakan, pihaknya hanya sebatas membayarkan saja.
Sementara Kepala DPPKAD OKI, H Muslim SE saat dikonfirmasi terkait kosongnya kas daerah hingga menghambat pembayaran insentif perangkat desa, justru mengarahkan menayangkan hal tersebut ke BPMD. ”Tanyakan langsung ke BPMD, tanyakan mereka karena lebih paham,” ujar Muslim.
Muslim juga tak menapik, sampai saat ini insentif perangkat desa belum cair. Kendati demikian, tunjangan tersebut tetap akan dibayarkan dengan cara dirapelkan di tahun 2014 ini. ”Sebenarnya pembayarannya nanti akan bisa dirapelkan tanpa harus melupakan kewajiban untuk membayar insentif tahun 2014,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, terhitung sejak April 2013 – Januari 2014 ini, insentif para perangkat desa se-Kabupaten OKI tak kunjung dicairkan.
Akibatnya, sejumlah perangkat desa di Bumi Bende Seguguk ini mengeluh dan bertanya-tanya apa yang terjadi dibalik keterlambatan pembayaran insentif mereka tersebut. Yang menjadi pertanyaan, kemana alokasi dana anggaran APBD OKI tahun 2013 yang totalnya berjumlah Rp16 miliar milik para perangkat desa tersebut.
Salah seorang perangkat di Desa Pedamaran I Kecamatan Pedamaran yang menjabat sebagai Kadus, Feri (40) mengatakan, sesuai dengan persyaratan pecairan insentif pihaknya telah lama menyerahkan berkas pencairan ke BPMD OKI, namun hingga saat ini belum ada kejelasan terkait pencairan dana tersebut.
”Sudah lama kami tunggu-tunggu pencairannya, namun tak kunjung ada kejelasan, padahal sudah masuk tahun 2014,” keluh Feri kepada Irdess Sumsel.
Senada, Kepala Desa Tapus Kecamatan Pampangan, Hamid (40) juga mengeluhkan hal serupa. Hingga saat ini pihaknya terus bertanya-tanya kapan anggaran bagi perangkat desa, khususnya untuk perangkat Desa Tapus, bisa dicairkan.
Padahal sudah lama perangkat menantikan dibayarnya insentif bagi Kades, Kadus, Kaur, BPD, RT, RW dan lain sebagainya. ”Kami terus bertanya tapi tak kunjung ada jawaban yang pasti. Entah kemana alokasi anggaran bagi perangkat desa itu,” ungkapnya.






Sabtu, 11 Januari 2014

TINDAK PIDANA ORHANDA MENDOMINASI


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Selama tahun 2013, kasus tindak pidana terhadap Orang dan Harta Benda (Orhanda) mendominasi pada kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kayuagung, Kabupaten OKI.
Dari 594 berkas perkara Pidana Umum (Pidum) yang diselesaikan, ada 333 berkas kasus tindak pidana Orhanda. Jika dilihat dari jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2012 lalu.
Kepala Kejari (Kajari) Kayuagung, Subeno SH mengatakan, sebanyak 594 kasus yang terselesaikan, 333 meliputi perkara tindak pidana Orhanda, ketertiban umum dan tindak pidana umum lainnya. ”Tindak pidana seperti Curat, Curas, dan penganiayaan sebanyak 333 kasus. Kemudian ketertiban umum sebanyak 71 kasus dan tindak pidana umum lainnya sebanyak 190 kasus,” terangnya.
Dari jumlah berkas perkara pidum yang ditangani Kejari Kayuagung, sampai sekarang tindak pidana curas dan curat masih mendominasi. ”Jika kita melihat berkas perkara curas yang masuk, sangat sadis. Banyak para pelaku curas tidak segan-segan melukai, bahkan membunuh korbannya, salah satu kasus curas yang menewaskan dua sejoli yang ditembak kepalanya, pelakunya kita tuntut dengan pidana penjara seumur hidup,” tegasnya.
Untuk kasus penganiayaan dengan pemberatan, menurut Kajari yang paling tinggi tuntutan hukumannya adalah kasus pembunuhan pasangan suami istri di Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing OKI dengan cara digorok di depan anak korban yang masih balita.
Ditambahkan Kasi Pidum Kejari Kayuagung, Ibrahim Meydi, kasus tindak pidana Orhanda merupakan pelimpahan dari kepolisian. ”Kasus curas, curat dan anirat merupakan pelimpahan dari dua polres, yakni Polres OKI dan Ogan Ilir (OI),” tukasnya.





810 HEKTAR SAWAH TERENDAM


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Sedikitnya 810 hektar sawah milik warga di tujuh desa dalam Kecamatan Lempuing dan Lembaga Jaya OKI, terendam banjir. Akibatnya, tanaman yang baru berusia sekitar dua minggu tersebut dipastikan fuso dan petani mengalami kerugian lebih kurang Rp5 milyar.
Menurut petani warga Desa Sungai Belida dan Lubuk Makmur, Imam Syafei, Munawir dan Yatimin, bahwa bencana banjir melanda desanya sudah sejak satu minggu ini. Namun saat itu belum menenggelamkan padi.
Setelah dua tiga hari ini, wilayah tersebut sering diguyur hujan deras membuat tanaman padi tenggelam kedalaman hingga satu meter lebih. ”Selain menenggelamkan sawah warga, juga puluhan hektar kebun karet ikut terendam banjir,” ujarnya kemarin (10/1).
Dikatakan Yatimin, bahwa luas sawah miliknya kurang lebih 1,5 hektar terhampar di pinggir jalan aspal Desa Lubuk Makmur. ”Akibat terendam air, aku mengalami kerugian Rp7,5 juta dengan rincian biaya untuk pembersihan lahan, pupuk, bibit dan lainnya,” urainya.
Hal senada juga dikatakan, H Munawir dan Imam Syafei, bahwa sawahnya seluas 1 hektar lebih di Desa Sungai Belida juga ikut terendam. Dipastikan kalau air sudah surut tanaman padi mengalami mati atau fuso, karena air merendam padi sudah lebih dari sepuluh hari.
Karena itu, Munawir mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI atau Pemprov Sumsel untuk cepat tanggap segera membantu menyalurkan bibit padi kepada petani, jangan sampai terlambat sebab kalau terlambat nanti keburu air sudah surut.
”Karena petani terlebih dulu akan menyemaikan bibit tersebut sebelum ditanam, kalau tanam kedua terlambat bisa mengancam terjadi rawan pangan, sebab stok beras petani sudah mulai menipis,” bebernya.
Sementara UPTD Pertanian Kecamatan Lempuing Jaya, Slamet mengakui bahwa sawah di tujuh desa dalam Kecamatan Lempuing Jaya terendam antara lain sawah warga Desa Muara Burnai I dan II, Rantau Durian I dan II, Tanjung Sari I, Sungai Belida dan Lubuk Makmur.
”Adanya bencana banjir ini sudah saya laporkan ke Dinas Pertanian OKI, kita belum tahu solusinya, namun petani mengharapkan bantuan bibit padi, karena yang dibutuhkan petani adalah bibit padi,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian OKI, Ir Asmar Wijaya ketika dihubungi melalui telepon selulernya beberapa kali tidak mendapatkan jawaban.