Jumat, 06 September 2013
Warga Desa Srijabo Ancam Aksi Demo
Sungai Pinanag- Aktifitas penambangan pasir di Desa Sungai pinang I dan Desa Srijabo Kecamatan sungai pinang saat ini masih saja berlangsung, padahal surat dari dinas pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup kabupaten Ogan Ilir (OI) berupa berita acara Hasil rapat antara penambang, masyarakat dan pihak-pihak terkait sudah di keluarkan dan di sampaikan kemasing-masing pihak yang terkait.
Dalam berita hasil rapat tersebut memeuat beberapa point kesepakatan masalah penambangan pasir di kecamatan Sungai pinang, kenapa sampai dengan sekarang aktifitas penambangan pasir masih saja berlangsung ? Padahal pada waktu itu semua peserta rapat telah menandatangani nota kesepakatan itu ? Tetapi berita acara hasil rapat tersebut tidak di tembuskan kepihak-pihak terkait, seperti yang telah di ucapkan oleh kepala bidang (Kabid) Geologi Pertambangan Umum AT/ AP Ir. Febrianto, M.si saat rapat berlangsung pada tanggal 22 Agustus 2013, dengan kenyataan ini sehingga memicu kemarahan warga Desa Srijabo, warga merasa telah di permainkan Dinas pertambangan (OI), dan warga juga mengancam akan melakukan aksi Demo untuk memperjuangkan Aspirasi warga, ujar Akmal, (37). Perwakilan warga Desa srijabo yang mengikuti rapat, kemarin (4/9) di kediamannya.
Waga sekarang menilai bahwa mereka saat ini merasa di permainkan oleh pihak Dinas Pertambangan, dan warga mengancam dan tidak segan-segan akan melakukan Aksi Demo besar-besaran, samapai tuntutan warga terpenuhi, Pada kenyataannya pada saat ini bukan hanya pihak penambang saja yang melanggar poin-poin kesepakatan rapat, tetapi yang membuat wara berang pihak Dinas Pertambangan juga tidak berpengan pada kesepakatan tersebut dan ini telah melecehkan warga desa Srijabo.
Sementara itu Camat sungai Pinang Eddy Erlangga, SSTP. M.si mengatakan permasalahan Aktifitas penambangan pasir di Desa suangai pinang I dan Desa srijabo yang selama ini selalu di keluhkan oleh Warga memang sudah menjadi kosumsi Publik saat ini pihak penambang sudah mengetahui peraturan-peraturan yang harus di taati dalam melakukan penambangan,akan tetapi pada kenyataanya pihak penambang selalu mengabaikan aturan-aturan tersebut, Dampak dari penambangan tersebut mengakibatkan Dam penahan tebing Amblas di sekitar areal penambangan, penambang juga tidak memakai Terpal dalam mengangkut pasir dengan menggunakan mobil Dam truk, sehingga Air dan pasir berceceran di sepanjang jalan lintas timur (jalintim) yang mengakibatkan sepanjang jalan berdebu dan becek di saat turun hujan.
Masih kata Eddy," permasalahan ini harus secepatnya segera di selesaikan semua yang berkepentingan harus duduk satu meja, permasalahan penambangan pasir ini dapat memicu konfik kalau permasalahannya tidak segera di selesaikan, jika penambangan pasir ini masih tetep berjalan warga kedua Desa sangat menentang karena dampaknya merusak lingkungan sekitar. Dan jika penambangan pasir ini di tutup Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak akan terserap, tenaga kerja tidak dapat bekerja lagi, untuk itulah permasalahan penambangan pasir ini harus segerah kita selesaikan dengan cara pemikiran jernih dengan hati yang dingin, agar setiap permasalahan dapat di selesaikan dengan lebih baik harapnya ,"unjar Eddy.
Mejelang Pileg 2014, Caleg PKPI Siap Bertarung.
INDRALAYA-Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Abu zaidi Romli, Saat di kunjungi awak media Online Irdess sumsel, jum'at (23/8) pada pukul 16.45wib. di sekretaris DPK PKPI di jalan lingkar Terminal Km 32 Kelurahan Timbangan, kecamatan, indralaya utara kabupaten Ogan Ilir, (OI).
Menurutnya, bahwa, partai PKPI OI akan mampuh untuk memperebutkan beberapa kursi yang ada di DPRD OI, dan siap bertarung dengan partai-partai Politik yang telah lolos perivikasi pada priode 2014-2019, untuk memperbutkan sejumlah kursi yang ada di DPRD Ogan Ilir, maupun DPRD Provinsi sumatra selatan, pada Pileg di tahun 2014 mendatang,
Kalau untuk Caleg wilayah Dapil I, 2, 3, 4 dan 5 (OI), jumlah caleg kita yang siap bertarung di pileg 2014 mendatang untuk memperebutkan sejumlah kursi di DPRD OI, ada 16 Orang yakni terdiri dari 9 orang laki-laki dan 7 orang perempuan.
Saya juga selaku Ketua DPK PKPI OI, juga mencalonkan diri sebagai caleg dari wilaya Dapil III (OI) tanjung raja, dengan nomor urut.1, dan siap untuk bertarung pada pileg di tahun 2014 mendatang. " Mohon do'a dan dukungannya",unjarnya
Sementara itu ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PKPI Kecamatan, Payaraman kabupaten Ogan Ilir (OI) Jumaadin, H. Bakar. Mengatakan, " Untuk wilayah Dapil IV (OI), dari PKPI jumlah calon legislatif ada 6 orang yakni, 4 laki-laki dan 2 orang Perempuan,
saya sendiri sebagai putra daerah, saya juga tengah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang calon legislatif pada priode 2014-2019,
Dari Dapil 4,(OI) dengan nomor urut. 4 daerah pilihnya meliputi kecamatan tanjung batu dan kecamatan payaraman, dan saya dipercayakan untuk menjadi ketua PAC PKPI kecamatan Payaraman dan untuk sekretaris PAC kecamatan payaraman yakni, saudara jumadi asal daerah Desa tebedak 1, kalau basis partai PKPI OI ini mulai dari kecamatan, tanjung batu sampai kecamatan, payaraman " Insyak allah dengan keadaan yang memungkinkan kita akan mewujudkan impian bersama," saya hanya Ingin memperjuangkan dan mensejahterahkan masyarakat (OI) dengan berusaha sekuat tenaga untuk benar-benar menjadi seorang wakil rakyat yang merakyat, saya tidak bayak berjanji dan saya akan memberikan bukti kepada rakyat, " unjarnya.
Hal senada di katakan oleh, Ishak salah satu calon legislatif dari Patai Keadilan Persatuan Indonesia PKPI dari Dapil IV (OI) kecamatan tanjung Batu dan payaraman, dengan nomor urut 3, "saya juga siap bertarung/bersaing pada pileg di tahun 2014 mendatang "mohon do'a dan dukungannya kepada masyarakat kecamatan tanjung batu dan kecamatan payaraman",unjarnya.
Tak maukala bersaing saudari Nyayu yusnaini, Darmawan rasyid ridho ,Sp.(Alm) (Anak H. Ishak) daerah asal Desa Tanjung Atap kecamatan, tanjung batu, caleg dari partai yang sama yakni PKPI (OI) Dapil 4 (OI) dengan nomor urut.2 daerah pilih meliputi kecamatan, tanjung batu dan payaraman, " saya mengharapkan dungungan masyarakat tanjung batu dan payaraman untuk mendukung dan memilih saya pada pileg di priode 2014-2019, mohon do'a dan dukungannya, tanpa do'a dan dukungan masyarakat kecamatan, tanjung batu dan kecamatan, payaraman, saya tidak dapat menuai harapan saya pada pileg di tahun 2014 mendatang,"unjarnya
Dalam kesempatan yang sama Sekretaris jeldral Dewan Pimpinan Kabupaten, DPK Partai Keadilan Persatuan Indonesia, PKPI Ogan Ilir (OI) Zulkifli menuturkan bahwa dirinya mencalonkan sebagai caleg Provinsi dari Dapil OI dan OKI, nomor urut.2 saya sangat optimis dapat duduk di kursi legislatif pada pileg priode 2014-2019.
Saya berharap kepada masyarakat Ogan ilir (OI) maupun Ogan Komring Ilir (OKI). Pada pileng di tahun 2014 mendatang masyarakat, Jagan salah pilih pada pemilihan legislatif pada tahun 2014 mendatang,"pungkasnya
Selasa, 03 September 2013
90 JCH OKI TERGOLONG RISTI
IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Dari total 229 jamah calon haji (JCH) asal
Kabupaten OKI yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini, 90 diantaranya masuk
kategori risiko tinggi (risti).
Hal ini diketahui berdasarkan hasil laporan lima dari tujuh
puskesmas yang ditunjuk Dinas Kesehatan (Dinkes) OKI untuk memeriksa kesehatan
JCH tersebut. Kepala Dinkes OKI dr Mgs HM Hakim, MKes didampingi Kasi
Pengamatan dan Pencegahan Penyakit, Rustam, Senin (2/9), menuturkan,
berdasarkan hasil pemeriksaan medis, sebanyak 90 JCH yang berisiko tinggi itu
dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih khusus.
“Hal ini berdasarkan laporan di lima puskesmas yang ditunjuk
untuk memeriksa JCH, masih ada dua puskemas lagi yang belum menyampaikan
laporan hasil pemeriksanannya, sementara sudah terdata sebanyak 90 JCH yang
termasuk risti dan lansia,” ujarnya.
Dia menambahkan, jumlah JCH asal OKI yang akan berangkat haji
tahu ini, semuanya sebanyak 229 orang. “Kami yakin jumlah JCH yang berisiko
tinggi ini akan bertambah, mengingat masih ada dua puskesmas yang belum
melaporkan hasil pemeriksaan, yakni Puskesmas Pematang Mesuji dan Puskesmas
Kotaraya, ada kemungkinan lebih dari 100 JCH yang risti,” jelasnya.
Para JCH yang berisiko tinggi ini, kata Rustam, selain usia yang
sudah masuk usia lanjut, juga banyak penyakit yang sudah diderita sejak awal,
seperti tekanan darah dan kadar gula yang tinggi, rematik, dan penyakit lain
yang bisa kambuh sewaktu-waktu. Ditambah kondisi peralihan cuaca antara di
Indonesia dan Tanah Suci yang bisa mengakibatkan penyakit tersebut kambuh.
“Karena itulah, mereka perlu mendapatkan pengawasan dan
perhatian khusus dari tim medis dan panitia yang ikut dalam rombongan JCH,”
terangnya.
Jika tidak dilakukan pengawasan intensif dari tim medis, dikhawatirkan
penyakit yang diidap JCH dapat mengganggu JCH yang bersangkutan untuk
melaksanakan ibadah haji. Biasanya, karena terlalu bersemangat untuk mengikuti
ibadah haji, sampai akhirnya mengabaikan kondisi kesehatan.
“Di sinilah letak pentingnya keberadaan tim medis yang harus
memberikan arahan dan imbauan kepada JCH risti ini, agar kondisi kesehatannya
tetap terjaga,” ujar dia.
Dijelaskannya, untuk JCH OKI semuanya telah dilakukan
pemeriksaan kesehatan, suntik vaksinasi, dan lainnya di sejumlah puskesmas yang
telah ditunjuk oleh pihak Dinkes. Hasil pemeriksaan seluruh JCH akan dilaporkan
ke tingkat Provinsi dan Pusat. “Sisa dari JCH risti berarti disebut JCH
observasi dan mandiri,” tukasnya.
Pihak Dinkes berharap kepada JCH yang sampai saat ini belum memeriksakan
kesehatannya atau vaksinasi, agar segera mendatangi beberapa puskesmas yang
telah ditunjuk atau langsung mendatangi Dinas Kesehatan. “Oktober kemungkinan
sudah mulai ada jadwal keberangkatan, jadi bagi yang belum divaksin agar
mendatangi puskesmas atau Dinkes,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) OKI,
Ishak Putih melalui Kasi Haji dan Umroh, Asmuni menambahkan, kuota haji di OKI
semula sebanyak 305 JCH, kemudian ada 21 jamaah yang tidak melunasi pembayaran
biaya keberangkatan sampai batas waktu yang ditentukan, sehingga tinggal 284
JCH, kemudian dikurangi sebanyak 5 orang. “Artinya musim haji tahun ini hanya
229 JCH yang berangkat,” ujarnya.
PEMBUATAN SKCK MENINGKAT 200 PERSEN
IRDESS, INDRALAYA, OI – Permintaan pembuatan surat keterangan
catatan kepolisian (SKCK) di Ogan Ilir meningkat hingga 200 persen. Hal ini
dampak dari bakal adanya penerimaan CPNS.
“Naik drastis pembuatan SKCK, ini tidak terlepas dari adanya
rencana penerimaan CPNS. Kalau biasanya hanya lima sampai 15 sehari yang
dibuat, saat ini bisa mencapai 50. Naik 200 persen lebihlah,” ujar Bintara
Urusan SKCK Polres Ogan Ilir, Briptu Dewan Tri Zedy sembari sibuk melayani
pembuatan SKCK, Senin (2/9).
Dia mengaku, untuk bulan ini pihaknya belum melakukan rekap
berapa banyak yang buat SKCK selama Agustus lalu. Namun, pada Juli ada sekitar
700 lebih yang buat SKCK. “Kalau diperkirakan Agustus lebih dari 1.000 yang
buat SKCK,” ungkapnya.
Dari sekian banyak yang buat SKCK, rata-rata adalah warga yang
ingin mengikuti seleksi CPNS. “Kalau persentasenya 80 persen untuk ikut tes
CPNS, sisanya untuk masuk secaba dan lain-lain,” kata dia.
Tri menambahkan, pihaknya melakukan pekerjaan membuat SKCK ini
usai apel sekitar pukul 07.30 hingga waktu pulang pukul 15.00. “Kita lihat
juga, kalau yang buat dari daerah jauh, kita rela tutup jam 16.00, bahkan
pernah pukul 17.00 kita baru tutup kalau formulirnya masih ada,” terangnya.
Untuk formulir pembuatan SKCK, lanjut Tri, pihaknya dalam
setahun hanya dijatah 2.000 lembar. “Stok saat ini masih ada, karena ditambah
stok kemarin yang masih banyak tersisa. Jika kurang, ya kita minta tambah pada
pihak Polda,” imbuhnya.
Disinggung mengenai syarat pembuatan SKCK, dia mengatakan,
diantaranya berupa fotokopi KTP satu lembar, KK satu lembar, sidik jari satu
lembar, dan selembar pas foto 4 x 6 berwarna.
“Yang terpenting surat rekomendasi dari pihak Polsek, kalau
tidak ada ini tidak bisa. Syarat lainnya berupa mengisi formulir daftar
pernyataan dan kartu TIK. Untuk biaya PNBP SKCK Rp10 ribu tentang jenis atas
penertiban negara bukan pajak,” tuturnya.
Terpisah, salah satu pembuat SKCK, Mila, warga Indralaya,
mengaku membuat SKCK untuk keperluan mengikuti seleksi CPNS yang akan diadakan
September ini. “Buat baru nian, karena kebetulan saya baru lulus kuliah,” kata
dia.
PENERIMAAN CPNS OI BELUM ADA FORMASI
IRDESS, INDRALAYA, OI – Jadwal penerimaan CPNS di Kabupaten Ogan
Ilir (OI) belum ada formasi dan masih menunggu.
Menurut Kepala BKD Ogan Ilir, Drs Darjis melalui Sekretarisnya M
Soleh, Senin (2/9), sampai saat ini pihaknya belum menerima petunjuk teknis
dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan BKN
perihal jadwal pelaksanaan penerimaan CPNS.
“Sampai saat ini kami belum menerima petunjuk kapan akan
dilaksanakan penerimaan CPNS dari pusat. Namun pastinya pelaksanaan penerimaan
CPNS akan dilakukan tahun ini, diperkirakan akan berlangsung minggu kedua atau
ketiga September, itu hanya perkiraan saja,” ujarnya.
Setelah ada formasi, lanjut Soleh, pihaknya akan membentuk tim
berikut persyaratan yang diperlukan bagi pelamar. “Tak hanya itu, nanti ada
tahapannya. Misal kepan dibuka dan berakhirnya pendaftaran, sistem
pendaftarannya melalui apa, mungkin sistem online, sampai dengan jadwal
penerimaan berkas di BKD,” tuturnya.
Bahkan, Soleh juga mengaku, hingga saat ini pihaknya belum
mengetahui formasi apa saja yang disetujui, termasuk pula persyaratan ataupun
kriteria yang harus dipenuhi setiap calon yang akan mengikuti penerimaan CPNS.
“Dalam pelaksanaan penerimaan CPNS tahun ini, kita hanya
mendapatkan kuota formasi CPNS sebanyak 118 orang. Memang angka ini terbilang
kecil dan tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Karena itu, kita
ajukan kembali sebanyak 360 orang dari 660 yang dibutuhkan. Mudah-mudahan yang
diajukan kembali dapat direspon oleh BKN,” imbuhnya.
Lebih jauh Soleh menjelaskan, kuota sekitar 118 orang itu dengan
rincian 55 persen untuk tenaga pengajar, 35 persen untuk tenaga kesehatan dan
10 persen untuk tenaga teknis.
Terkait detil penerimaan CPNS, Soleh berharap kepada masyarakat
untuk bersabar, dan jangan mudah percaya dengan isu-isu yang tidak benar. “BKD
main mata atau apalah, jangan didengari, itu hanya isu menyesatkan. Pastinya,
informasi pelaksanan penerimaan CPNS ini pasti akan diinformasikan kepada
masyarakat Kabupaten Ogan Ilir,” tukasnya.
BAKU TEMBAK DEPAN RM PAGI SORE INDRALAYA
IRDESS, INDRALAYA, OI – Baku tembak antar warga kepolisian terjadi
di depan Rumah Makan (RM) Pagi Sore Indralaya, atau tepatnya di jalan lintas
tengah (Jelinteng) Indralaya-Prabumulih, sekitar pukul 11.30 WIB, Sabtu (31/8)
kemarin. Insiden itu terjadi diduga dipicu penangkapan Bahan Bakar Minyak (BBM)
jenis solar sebanyak 3 ribu liter.
Baku tembak sekitar lebih kurang sepuluh kali tersebut diduga
antara anggota Paminal Polda dan anggota Samapta Polres Prabumulih bernama Dar.
Untungnya, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, lantaran usai
melakukan aksi penembakan terhadap anggota Polres Prabumulih, 3 orang diduga
anggota Paminal Polda Sumsel langsung melarikan diri.
Tak kalah sigap anggota Polres Ogan Ilir (OI) pun berhasil
mengamankan barang bukti berupa mobil truk ps warna kuning Nopol BG 8069 LC
yang di dalam baknya terdapat tangki segi empat yang berkapasitas 5 ribu liter
berisikan BBM jenis solar sebanyak 3 ribu liter.
Informasi yang dihimpun oleh media Irdess Sumsel, Sabtu datanglah mobil
truk bak kuning Nopol BG 8069 LC bermuatan solar bersubsidi ditangkap di daerah
Tanjung Raman, Prabumulih sekitar pukul 04.00 WIB dini hari yang disopiri oleh
Yanto. Mereka yang menangkap mengaku dari anggota Paminal Polda Sumsel berjumlah
3 orang dengan menggunakan Innova BG 1993 GS.
Kemudian sopir truk langsung menelepon siempunya lalu yang punya
barang minta tolong dibantu, kemudian pelaku anggota Paminal Polda menyuruh
dibawa ke Polres Prabumulih dan mobil
truk berisi minyak solar tersebut dibawa ke depan Polres Prabumulih,
pelaku tersebut meminta uang Rp 50 juta dan diberikan oleh pemilik minyak
bernama Imron Junaidi hanya Rp 5 juta.
Setelah itu sopir yang membawa truk tersebut dilepas, kemudian
pelaku menyuruh jika mau mobil truk dilepas agar menelponnya pukul 8 pagi, lalu
bertemu di RM Pagi Sore Indralaya sekitar pukul 11.00 WIB.
Kemudian pemilik minyak Imron Junaidi dengan anggota Polres
Prabumulih datang ke RM Pagi Sore dengan menggunakan Innova warna hitam Nopol
BG 1189 DE untuk mengantarkan tebusan uang yang diminta pelaku. Saat pemilik
minyak serta anggota Prabumulih mendekati ketiga pelaku, kemudian pelaku
tersebut melepaskan tembakan dan dibalas oleh anggota Prabumulih. Setelah itu
terjadi tembak menembak sebanyak lebih kurang sepuluh kali kemudian pelaku
melarikan diri.
Kasat Reskrim Polres OI, AKP Edy Rahmat Mulyana, didampingi
Kanit Reskrim Iptu Herli mengatakan, penembakan tersebut terjadi siang hari,
menurut dugaan sementara, penembakan itu lantaran minyak. “Tidak ada korban
dalam insiden itu, dugaan sementara masalah minyak,” ungkapnya.
Terpisah, salah satu warga, Pandi (40) yang tinggal tidak jauh
dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau hanya berjarak sekitar 15 meter dari
tempat usahanya langsung mengamankan diri berlari ke belakang pondok bersama
anak dan istrinya.
Setelah 15 menit berselang ketika suara tembakan tak terdengar
lagi serta anggota Polres OI berdatangan, akhirnya ia keluar dan melihat
kejadian yang membuat dirinya serta warga sekitar ketakutan.
RIBUAN PELANGGAN PLN NUNGGAK
IRDESS, INDRALAYA, OI – Perusahaan Listrik Negara (PLN), Ranting
Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), saat ini mencatat ada ribuan pelanggan
rumah tangga yang menunggak pembayaran listrik. total tagihan yang tertunggak
mencapai Rp1,9 miliar.
PLN Ranting Indralaya mengancam akan mencabut sambungan listrik
jika para pelanggan yang menunggak listrik dalam waktu yang sudah ditentukan
belum melaksanakan kewajiban.
Kepala PLN Ranting Indralaya, Rahman melalui Supervisor
Pelayanan dan Administrasi, Rosandi, Minggu (1/9), mengatakan, saat ini
tunggakan tagihan didominasi rumah tangga hingga mencapai Rp1,9 miliar. Jumlah
tersebut beragam dengan lama tunggakan mulai dari satu hingga tiga bulan.
“Ya, tunggakan untuk rumah tangga saat ini mencapai Rp1,9
miliar. Kalau lama tunggakan bervariasi,” ungkapnya.
Selain tunggakan rumah tangga, lanjut Rosandi, PLN Indralaya
juga mencatat ada sektor lain menunggak pembayaran yakni bisnis dan lain-lain.
“Jika dikalkulasikan semua, tunggakan seluruhnya capai Rp2,3
miliar terhitung saat ini. Rinciannya, tunggakan untuk wilayah Indralaya Rp1,1
miliar, Tanjung Batu Rp560 juta, Tanjung Raja Rp475 juta, dan wilayah Muara
Kuang Rp198 juta,” paparnya.
Untuk itu, lanjut dia, PLN Indralaya mengimbau kepada seluruh
pelanggan yang mempunyai tunggakan untuk segera menyelesaikan tagihan. Jika
tidak, PLN tidak segan-segan akan membongkar paksa meteran di rumah pelanggan.
“Sudah semua pelanggan yang nunggak kita kasih imbauan, masih
ada yang membandel maka kita akan bongkar paksa,” tegasnya.
Disinggung soal sosialisasi, Rosandi menambahkan, pihaknya sudah
berupaya mengimbau dengan berbagai cara. Mulai dari iklan di radio, media
massa, hingga spanduk.
“Kita sudah berupaya, tapi mungkin tingkat kesadaran pelanggan
masih kurang, jadi dianggap sepele, padahal dampaknya besar,” tukas dia.
Langganan:
Postingan (Atom)