Rabu, 28 Agustus 2013

4 BULAN TUNTASKAN 5.000 AKTE KELAHIRAN


IRDESS, INDRALAYA, OI – Selama empat bulan terakhir atau setelah keluarnya keputusan perihal pembuatan akte kelahiran, Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Ogan Ilir (OI) berhasil menyelesaikan atau menuntaskan tidak kurang dari 5.000 akte kelahiran.
Kepala Kantor Dukcapil OI melalui Drs Syamsul Rahman, MM, Kabid Catatan Sipil, mengatakan, dalam seminggu pihaknya bisa menyelesaikan antara 300 sampai 350 lembar akte atau 1.400 lembar dalam satu bulan.
“Paling tidak, sejak Mei hingga sekarang kami bisa menyelesaikan 5.000 lembar akte kelahiran,” ujar Syamsul di ruang kerjanya, Selasa (27/8).
Dalam melakukan pelayanan, khususnya dalam pembuatan akte kelahiran, menurut dia, tidak ditemukan kendala yang berarti, termasuk blangko akte kelahiran. “Ya, kita memiliki stok blangko yang banyak,” ujar dia.
Tak hanya itu, lanjutnya, dengan mempunyai tenaga operator tiga orang dilengkapi peralatan atau perangkat yang cukup dan canggih, sangat menunjang kinerja pembuatan akte kelahiran. “Jadi tidak ada alasan untuk menunda dalam hal mencetak akte kelahiran ini,” imbuhnya.
Melihat animo masyarakat cukup tinggi dalam hal pembuatan akte kelahiran, kata Syamsul, karena masyarakat sekarang sudah mengerti betapa pentingnya akte kelahiran. Paling tidak dari masyarakat Ogan Ilir lebih dari 50 persen sudah mempunyai akte kelahiran.
Disinggung membludaknya masyarakat membuat akte kelahiran, Syamsul menjelaskan, biasanya terjadi pada tahun ajaran baru. Saat itu permintaan masyarakat lebih tinggi dari hari biasa, karena para orangtua membutuhkan akte kelahiran anaknya yang akan masuk sekolah.
Untuk itu, lanjut Syamsul, pihaknya berharap masyarakat sadar akan perlunya selembar akte kelahiran, apalagi pembuatan akte kelahiran berlaku satu kali seumur hidup dan kegunaannya sangat banyak. “Ya mengingat akte kelahiran merupakan dokumen penting bagi jati diri seseorang,” tuturnya.




LAHAN SENGKETA DIGARAP PT PSM, WARGA NGADU KE BUPATI OKI


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – 28 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Air Pedare dan Talang Dayang Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten OKI beramai-ramai mendatangi kantor Bupati OKI untuk mengadukan ulah PT Persada Sawit Mas (PSM) yang menggarap lahan bersengketa.
Namun kedatangan puluhan warga didampingi Ibrahim selaku Kades Air Pedare dan Drs Sangdewi Rusmin Nuryadin (anggota DPRD OKI), Selasa (27/8) ini tidak membuahkan hasil karena Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM sedang tidak berada di kantornya.
Warga hanya ditemui Sekda OKI Ir H Ruslan Bahri MM dan Kabag Pertanahan Setda OKI Suhaimi AP MSi. Namun permasalahan sengketa lahan antara warga dan perusahaan ini belum ada solusi karena masih akan dilaporkan ke Bupati.
Kades Air Pedare Ibrahim didampingi anggota DPRD OKI Drs Sang Dewi Rusmin Nuryadin kemarin menerangkan, PT PSM telah menyerobot lahan seluas sekitar 50 hektar milik 28 KK tersebut. Padahal lahan itu belum diganti rugi oleh perusahaan.
Dijelaskan mereka, penyerobotan lahan itu sudah dilakukan perusahaan sejak beberapa tahun lalu dan ditanami kelapa sawit. Bahkan kini pihak perusahaan sudah siap untuk memanen sawit yang ditanam di lahan warga tersebut.
Katanya, akibat penyerobotan lahan milik warga yang dilakukan perusahaan, warga kini tidak memiliki lagi lahan potensial untuk dijadikan perkebunan rakyat. Sedangkan warga tidak punya andalan lain, selain berkebun di desa sendiri dan lahan milik sendiri.
“Kades selaku perpanjangan tangan pemerintah ditingkat desa dan saya sebagai wakil rakyat yang menampung aspirasi mereka tentunya akan ikut berjuang untuk mengembalikan hak-hak rakyat. Lahan yang digarap perusahaan itu milik rakyat, karena sampai sekarang belum ada ganti rugi,” kata Sangdewi yang merupakan politisi dari PAN tersebut.
Diuraikan dia, kehadiran perusahaan yang berinvestor ke daerah tentunya diharapkan akan memberikan kesejahteraan bagi warga setempat. Namun untuk di Kecamatan Pangkalan Lampam, PT PSM yang beroperasi di sana juga memberikan kesengsaraan warga.
Sekda OKI Ir H Ruslan Bahri MT dihadapan warga berjanji akan menyampaikan aduan warga itu kepada Bupati OKI dalam waktu dekat. Pihaknya kini sedang mempelajari pokok permasalahan antara PT PSM dengan warga.




HOTSPOT


IRDESS, INDRALAYA, OI - Menurut Kaban Kesbangpol dan Linmas Ogan Ilir (OI), Drs Wilson Effendi, MM, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (28/8) pada pukul 13.30 WIB mengatakan, " Bahwa tim yang di SK kan untuk penangulangan bencana Hotspot dari pihak Kesbangpol OI, ada 3 orang yang sudah diberi SK, kita sudah mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.
Kita juga sudah mendirikan Posko, dan kita akan menempatkan 1 orang personil untuk berjaga-jaga di Posko. Jadi kalu ada titik api, 1 orang personil tersebut akan segera mengkoordinasikan ke Posko induk di kabupaten. Dan kami akan segera bergerak ke lokasi kebakaran tersebut.
Kami tetap menempatkan sejumlah personil di Posko kabupaten, karena kami mengantisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kemarin telah terjadi kebakaran sebuah rumah di desa Tanjung Seteko, dan kami langsung menuju kelokasi kebakaran tersebut.
Untungnya saja, lokasi kebakaran lahan di depan RM Sederhana tersebut, tidak jauh jaraknya dari kebakaran rumah di desa Tanjung Seteko. Jad,i tim PBK bisa datang dengan cepat ke lokasi kebakaran tersebut, "unjar Wilson.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sobli saat di konfirmasi di ruang kerjanya pada pukul 15.10 WIB. Saat dikonfirmasi terkait Hotspot yang sudah satu pekan terakhir ini telah terjadi di sepanjang jalan lintas Palembang-Indralaya. Sehingga menimbulkan dampak kabut asap yang tebal menyelimuti sepanjang jalan lalu lintas tersebut.
"Pihak Pemkab OI telah berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait dan sudah membentuk tim terpadu yakni terdiri dari PBK, PNPB, Kesbangpol, Dinas Kehutanan dan ditambah lagi tim dari Provinsi. Apabila kita memerlukan bantuan dari tingkat Provinsi untuk pemadaman api tersebut, jumlah personil untuk tim pemadam kebakaran berjumlahkan sekitar 100 oang personil yakni terdiri dari Relawan, PBK, Kesbangpol, PNBK dan Dinas Kehutan.

Masih kata Sobli, faktor penyebab terjadinya hambatan  tim untuk melakukan pemadaman titik api di lokasi kebakaran lahan ada beberapa faktor yakni, titik api terlalu jauh di tengah lahan. Oleh sebab itu, mobil PBK tidak bisa mendekati lokasi kebakaran karena akses jalan tidak ada untuk menuju lokasi tersebut. Keterbatasan selang air PBK, kalau titik api sudah cukup jauh di tengah lahan, " ujarnya Sobli.

ASAP TEBAL SELIMUTI OGAN ILIR


INDRALAYA - Dengan datangnya musim kemarau, maka saat seperti inilah biasanya dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk membuka atau membersikan lahan mereka. Cara yang dilakukanpun cukup beragam, mulai dengan cara mercun lahan, dengan racun rumput, sampai dengan cara mebakar semak belukar.
Prilaku yang seperti itulah yang sering kerap dijumpai pada saat berada di jalan lintas Palembang-Indralaya ataupun sebaliknya. Terlihat jelas dari tahun ketahun lahan nampak sengaja dibakar oleh oknum warga yang tidak dikenal. Seperti yang terlihat pada hari Selasa (28/8) pada pukul 09.30 WIB, tentu saja pembakaran lahan ini sudah jelas melanggar hukum.
Selain melanggar hukum, pembakaran lahan juga cukup mengganggu sejumlah aktifitas umum seperti pengguna jalan, karena asap yang disebabkan oleh pembakaran tersebut. Selain itu, asap tebal juga dapat mengganggu pernapasan dan jarak pandang pengemudi kendaraan bermotor atau pejalan kaki sekaligus.
Dampak dari hal ini dapat memicu kecelakaan lalu-lintas. "Memang dengan cara membakar akan lebih mudah untuk membersikan lahan yang penuh semak belukar, akan tetapi dampak dari pada kebakaran itu dapat mengganggu pengguna jalan," ujar Rahman salah seorang pengguna jalan bersepa motor.
Ia juga berharap kepada masyarakat agar dapat menghilangkan kebiasaan membakar lahan untuk membuka perkebunan. Dan kepada pihak yang berwajib dapat menindak tegas pelaku-pelaku pembakaran lahan, karena perilaku mereka telah mengganggu masyarakat dan semua pihak,” pungkasnya.
Menurut Kaban Kesbangpol dan Linmas Ogan Ilir, Drs Wilson Effendi, MM, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (28/8) pada pukul 13.30 WIB, mengatakan, "Bahwa tim yang di SK kan untuk penanggulangan Bencana Hotspot dari pihak Kesbangpol OI ada 3 orang yang sudah di beri SK, kita sudah mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.
Kita juga sudah mendirikan Posko, dan kita akan menempatkan 1 orang personil untuk berjaga-jaga di posko. Jadi kalau ada titik api, 1 orang personil tersebut akan segera mengkoordinasikan ke Posko Induk di kabupaten. Dan kami akan segera bergerak ke lokasi kebakaran tersebut.
Kami tetep menempatkan sejumlah personil di Posko Kabupaten, karena kami mengantisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan seperti kemarin telah terjadi kebaran sebuah rumah di Desa Tanjung Seteko, dan kami langsung menuju kelokasi kebakaran tersebut. Untung saja lokasi kebakaran lahan di depan RM Sederhana tersebut tidak jauh jaraknya dari kebakaran Rumah di Desa tanjung seteko, jadi tim PBK bisa datang dengan cepat kelokasi kebakaran tersebut, "ujar Wilson.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sobli saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada pukul 15.10 WIB. Terkait Hotspot yang sudah satu pekan terakhir ini telah terjadi di sepanjang jalan lintas Palembang-Indralaya, sehingga menimbulkan dampak kabut asap yang tebal menyelimuti sepanjang jalan lalu lintas tersebut.
"Pihak Pemkab OI telah berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait dan sudah membentuk tim terpadu yakni terdiri dari PBK, PNPB, Kesbangpol, Dinas Kehutanan, dan ditambah lagi tim dari Provinsi. Apabila kita memerlukan bantuan dari tingkat Provinsi untuk pemadaman api tersebut. Jumlah personil untuk tim pemadam kebakaran berjumlahkan sekitar 100 oang personil yakni terdiri dari Relawan, PBK, Kesbangpol, PNBK dan Dinas Kehutanan.
Masih kata Sobli, faktor penyebab terjadinya hambatan tim untuk melakukan pemadaman titik api di lokasi kebakaran lahan ada beberapa faktor yakni, titik api terlalu jauh di tengah lahan. Mobil PBK tidak bisa mendekati lokasi kebakaran karena akses jalan tidak ada untuk menuju lokasi tersebut. Dan keterbatasan selang air PBK kalau titik api sudah cukup jauh di luar jangkauan, " ujarnya Sobli.
Ismail Umar pada pukul 15.30 WIB mengatakan, pembahasan ajuan perubahan anggaran inikan ada bantuan 50 juta. Untuk operasional kantor dan pengadaan seperti haendicam, uang 50 juta, untuk dinas ini saja kita meminta persetujuan Komosi Panggar. Untuk kegiatan induk, untuk seluruh dinas itu ada pengajuan semua seperti Dinkes, Dinas Sosial dan lain-lain, kalau kami ke Komisi IV, baru hari ini mendapatkan jadwalnya itu saja.


Selasa, 27 Agustus 2013

WARGA ADUKAN PT PSM KE BUPATI OKI


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI -  28 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Air Pedare dan Talang Dayang Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) beramai-ramai mendatangi Kantor Bupati OKI untuk mengadukan ulah PT Persada Sawit Mas (PSM) yang menggarap lahan yang masih sengketa.
Kedatangan puluhan warga yang didampingi Ibrahim selaku Kades Air Pedare dan  Sang Dewi Rusmin Nuryadin anggota DPRD OKI, Selasa (27/8) ini tidak membuahkan hasil karena Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM sedang tidak berada di kantornya.
Warga hanya ditemui Sekda OKI Ir H Ruslan Bahri MM dan Kabag Pertanahan Setda OKI Suhaimi. Namun permasalahan sengketa lahan antara warga dan perusahaan ini belum ada solusi karena masih akan dilaporkan ke Bupati.
Kades Air Pedare Ibrahim didampingi anggota DPRD OKI Drs Sangdewi Rusmin Nuryadin kemarin menerangkan, PT PSM telah menyerobot lahan seluas sekitar 50 hektar milik 28 KK tersebut. Padahal lahan itu belum diganti rugi oleh perusahaan.
Dijelaskan mereka, penyerobotan lahan itu sudah dilakukan perusahaan sejak beberapa tahun lalu dan ditanami kelapa sawit. Bahkan kini pihak perusahaan sudah siap untuk memanen sawit yang ditanam di lahan warga tersebut.
Akibat penyerobotan lahan milik warga yang dilakukan perusahaan, warga kini tidak memiliki lagi lahan potensial untuk dijadikan perkebunan rakyat. Sedangkan warga tidak punya andalan lain, selain berkebun di desa sendiri dan lahan milik sendiri.
“Kades selaku perpanjangan tangan pemerintah ditingkat desa dan saya sebagai wakil rakyat yang menampung aspirasi mereka tentunya akan ikut berjuang untuk mengembalikan hak-hak rakyat. Lahan yang digarap perusahaan itu milik rakyat, karena sampai sekarang belum ada ganti rugi,” kata Sangdewi Anggota DPRD OKI dari fraksi  PAN ini.
Diuraikan dia, kehadiran perusahaan yang berinvestasi  ke daerah tentunya diharapkan akan memberikan kesejahteraan bagi warga setempat. Namun untuk di Kecamatan Pangkalan Lampam, PT PSM yang beroperasi di sana juga memberikan kesengsaraan warga.
"Dari proses keluarnya Hak Guna Usaha (HGU) sebenarnya tidak sesuai dengan prosedur sebenarnya. Seharusnya HGU itu bisa keluar ketika tidak ada lagi masalah dengan masyarakat, tetapi di lapangan masih ada masalah dengan masyarakat selaku pemilik lahan, tetapi HGU bisa keluar, ini aneh," terang Sang Dewi.
Menurut Kades Air Bedare, Ibrahim, bahwa perusahaan itu masuk pada tahun 2005, sesuai dengan izin lokasi yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel dan surat izin usaha perkebunan dari Bupati OKI Nomor 205/KEP/D.PERKE/2005 Tanggal 19 Agustus 2005.
"Saat itu ada permasalahan dengan masyarakat yang belum selesai, tetapi pihak perusahaan tetap ingin menguasai lahan masyarakat, padahal lahan itu sudah kami tanami karet," ungkapnya.
Sekda OKI Ir H Ruslan Bahri  dihadapan warga berjanji akan menyampaikan pengaduan tersebut kepada Bupati OKI dalam waktu dekat. Pihaknya kini sedang mempelajari pokok permasalahan antara PT PSM dengan warga.
"Kita baru mendengarkan kronologis yang disampikan oleh pihak masyarakat saja, artinya ini baru sepihak, kita akan memanggil manajemen perusahaan untuk  mendengarkan pandangan dari mereka, nanti baru kita cari jalan tengahnya," kata Sekda.





PEMERINTAH DIMINTA KONTROL HARGA IKAN


INDRALAYA. PE  – Lebih kurang 150 peternak ikan di Desa Muara Penimbung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir meminta Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui dinas terkait, mengontrol harga ikan di pasar.
“Dari bulan pertama hingga panen, dibutuhkan selama tujuh bulan untuk memanen ikan Nila dan Patin tentu dengan kuota pakan yang tidak sedikit,” ujar Kepala Desa Muara Penimbung Ilir, Hermanto, Senin (26/8).
Menurut dia, harga ikan Nila dan Patin yang tidak menentu di pasaran membuat sejumlah peternakan ikan di desanya mengeluh. “Harganya kadang Rp20 ribu beli dari peternak, kadang Rp19 ribu sampai Rp18 ribu. Sementara harga pakan setiap harinya merangkak naik,” ungkapnya.
Dibeberkannya juga, sebanyak 150 peternak ikan di Muara Penimbung Ilir rata-rata menghabiskan 50 karung pakan sampai panen tiba. “Ya kurang lebih 30kg/hari. Jika diberi makan tiga sampai empat kali untuk 55.000 ekor ikan usia empat bulan maka akan mengonsumsi pakan senilai Rp1 juta/hari,” bebernya.
Untuk itu, lanjut Hermanto, pihaknya berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait bisa mengontrol harga ikan di pasaran agar berimbang dengan hasil jerih payah para peternak ikan.
“Jika dibiarkan saja, cepat atau lambat peternak lokal akan bangkrut dan tidak ada pasokan ikan lokal, ini tentu akan menambah pengangguran dan penghasilan warga lokal. Selama ini kan ikan-ikan tersebut dipasok dari Padang, Lubuk Linggau, dan Bengkulu,” terangnya.
Salah satu peternak ikan di desa tersebut, Mudin, mengakui hal yang sama. Menurut dia, hasil panen mereka sangat mengecewakan, bukannya untung yang didapat melainkan kerugian yang diderita.
“Kami berharap pemerintah memperhatikan orang kecil seperti kami ini, paling tidak dengan harga terkontrol kami tidak jauh rugi,” singkatnya.
Terpisah, Kepala Kantor Pasar Syamrowi mengaku, terkait masalah ini, pihaknya belum menerima laporan. “Ini bidang peternakan, lebih bagus, saya usul, para peternak ikan melaporkan masalah ini kepada dinas tersebut,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya siap melakukan peninjauan langsung harga ikan. “Tentunya bekerjasama dengan pihak Dinas Perikanan, dan nanti pihak Dinas Perikanan bisa mencari solusinya,” tukas dia.

Senin, 26 Agustus 2013

MEJELANG PILEG 2014, CALEG PKPI SIAP BERTARUNG


IRDESS, INDRALAYA, OI – Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Abu Zaidi Romli saat dikunjungi awak media Online Irdess Sumsel Jum'at (23/8) pada pukul 16.45 WIB di Sekretaris DPK PKPI di Jalan Lingkar Terminal KM 32 Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Menurutnya, bahwa Partai PKPI OI akan mampu untuk memperebutkan beberapa kursi yang ada di DPRD OI dan siap bertarung dengan partai-partai politik yang telah lolos verifikasi pada priode 2014-2019, untuk memperebutkan sejumlah kursi yang ada di DPRD Ogan Ilir (OI) maupun DPRD Provinsi Sumatera Selatan pada Pileg di tahun 2014 mendatang.
Kalau untuk Caleg wilayah Dapil I, 2, 3, 4 dan 5 OI, jumlah Caleg yang siap bertarung di Pileg 2014 mendatang untuk memperebutkan sejumlah kursi di DPRD OI ada 16 orang yakni terdiri dari 9 orang laki-laki dan 7 orang perempuan.
Saya juga selaku Ketua DPK PKPI OI, juga mencalonkan diri sebagai Caleg dari wilayah Dapil III OI Tanjung Raja dengan nomor urut 1dan siap untuk bertarung pada Pileg di tahun 2014 mendatang, " Mohon do'a dan dukungannya,” ujarnya.
Sementara itu, ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PKPI Kecamatan, Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI) Jumaadin. H Bakar mengatakan, "Untuk wilayah Dapil IV OI dari PKPI, jumlah calon legislatif  ada 6 orang yakni 4 laki-laki dan 2 orang perempuan. Saya sendiri sebagai putra daerah, saya juga tengah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang calon legislatif pada priode 2014 – 2019.
Dari Dapil 4 OI dengan nomor urut 4 daerah pilihnya meliputi Kecamatan Tanjung Batu dan Kecamatan Payaraman. Saya dipercayakan untuk menjadi ketua PAC PKPI Kecamatan Payaraman dan untuk Sekretaris PAC Kecamatan Payaraman yakni, saudara Jumadi asal daerah Desa Tebedak 1. Kalau basis partai PKPI OI ini, mulai dari Kecamatan Tanjung Batu sampai Kecamatan Payaraman.
"InsyaAllah  dengan keadaan yang memungkinkan kita akan mewujudkan impian bersama, saya hanya ingin memperjuangkan dan mensejahterahkan masyarakat OI dengan berusaha sekuat tenaga untuk benar-benar menjadi seorang wakil rakyat yang merakyat, saya tidak bayak berjanji dan saya akan memberikan bukti kepada rakyat, " ujarnya.
Hal senada dikatakan oleh Ishak salah satu calon legislatif dari Patai Keadilan Persatuan Indonesia PKPI dari Dapil IV OI Kecamatan Tanjung Batu dan Payaraman dengan nomor urut 3. Saya juga siap bertarung/bersaing pada Pileg di tahun 2014 mendatang, "Mohon do'a dan dukungannya kepada masyarakat Kecamatan Tanjung Batu dan Kecamatan Payaraman," ujarnya.
Tak maukalah bersaing saudari Nyayu Yusnaini Darmawan Rasyid Ridho, SP (Alm) (Anak H. Ishak) daerah asal Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu. Caleg dari partai yang sama yakni PKPI OI Dapil 4 OI dengan nomor urut 2 daerah pilih meliputi Kecamatan Tanjung Batu dan Payaraman. "Saya mengharapkan dukungan masyarakat Tanjung Batu dan Payaraman untuk mendukung dan memilih saya pada Pileg di periode 2014-2019. “Mohon do'a dan dukungannya, tanpa do'a dan dukungan masyarakat Kecamatan Tanjung Batu dan Kecamatan Payaraman, saya tidak dapat menuai harapan pada Pileg di tahun 2014 mendatang," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Kabupaten, DPK Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) Ogan Ilir (OI) Zulkifli menuturkan, bahwa dirinya mencalonkan sebagai Caleg Provinsi dari  Dapil OI dan OKI, nomor urut 2, saya sangat optimis dapat duduk di kursi legislatif pada Pileg periode 2014-2019. Saya berharap kepada masyarakat Ogan Ilir (OI) maupun Ogan Komering Ilir (OKI) pada Pileg di tahun 2014 mendatang, masyarakat jangan salah pilih pada pemilihan legislatif pada tahun 2014 mendatang," pungkasnya.