Kamis, 22 Agustus 2013

BKD : JIKA KEBIJAKAN ADA PADA PEMKAB OI, MAKA PERMASALAHAN 161 GURU AKAN CEPAT SELESAI


IRDESS, INDRALAYA, OI – Kepala Badan Kepegawaian Daerah OI, Darjis, AL, MM angkat bicara terkait 161 K1 bermasalah kemarin (21/8) berdemo di BKN Regional 7 dan Pemprov Sumatra Selatan.
"Upaya mewujudkan keinginan tenaga pendidik K1 sudah kita tempuh semaksimal mungkin dan sudah sesuai prosedur dan juknisnya. Salah satunya membawa berkas yang diminta oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN)." Bisa saja setiap Minggu BKD pergi ke BKN Pusat, namun hal tersebut tidak dischedulkan dengan orang yang tepat. Deputi (yang bisa mengambil kebijakan) BKN maka percuma saja, kan buang waktu dan transportasi. " Sebenarnya jika kebijakan punya Pemerintah Daerah Kabupaten OI. Maka hal ini tidak akan berkelanjutan dan sudah selesai."
"Dalam hal ini BKD OI hanya perantara proses antara tenaga pendidik  K1 yang bermasalah dan Badan Kepegawaian Nasional, baik Pusat ataupun BKN Regional 7. Namun kebijakan sepenuhnya berada di BKN. Wacana sebelumnya begini, ungkap Darjis, “Keseluruhan tenaga pendidik K1 tersebut ada 165,4 dianataranya sudah menerima NIP. Rencananya kita biarkan dulu sampai keempat CPNS tersebut dilantik, agar kita bisa memperkuat tuntutan dari 161 K1 lainnya. Jika terus-menerus melakukan aksi tuntutan kepada Permerintah Daerah dan BKN, bukan tidak mungkin impian 161 tenaga honorer untuk diangkat jadi PNS bisa-bisa didiskualifikasi oleh BKN Pusat. "
"Sejauh ini kita (BKD) sudah penuhi semua persyaratan yang diminta," ungkap Darjis. Siapa-siapa tenaga pendidik K1 yang bermasalah akan dialihkan ke K2, kami belum tahu secara pasti. Namun itu tergantung kepada mereka, jika mau ke K2 ya OK, tapi kalau tidak mau kami tidak bisa  memaksa. Syukur-syukur mereka dapat memberikan surat pengunduran diri secara resmi, “pungkas Darjis.



DPRD OKI MENANGGAPI MINIMNYA DANA OPERASIONAL LP KAYUAGUNG


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Akweni mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi yang dialami oleh Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas III Kayuagung, karena mengenai dana operasional itu merupakan kewenangan Kementrian Hukum dan HAM.
“Kita sudah mengetahuai bahwa masih banyak kendala yang dialami oleh Lapas Kayuagung yang baru mulai dioperasikan pada tahun 2013 ini, mengenai dana operasional terutama anggaran untuk makan narapidana itu merupakan anggaran dari Kemenkum HAM,” kata Akweni.
Dalam hal ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak, hanya saja berharap dana operasional itu dapat segera di tutupi dengan dana lain.” Kalau mau menunggu dana itu turun harus menunggu hasil APBN Perubahan disahkan, karena menggunakan anggaran APBN, dengan jumlah Napi yang hanya berjumlah  22 orang di LP Kayuagung, tentunya dana itu bisa ditutupi dengan dana dari sumber lain,” katanya.
Dijelaskan Akweni, wajar saja jika LP yang baru beroperasi masih banyak terdapat kekurangan, karena masih dalam tahap ujicoba.” Lagi pula jumlah tahanannya masih sedikit yakni sebanyak 22 orang napi, kendala-kendala itu mudah-mudahan bisa secepatnya di atasi,” tambahnya.
Sementara itu Asisten I Setda OKI Edward Candra mengatakan, bahwa selama ini Pemkab OKI sudah menghibahkan lahan untuk pembanguna LP Kayuagung, tujuannya agar Napi asal OKI tidak lagi dibina di LP Tanjung Raja OI yang sudah Over Kapasitas.” Untuk pembangunan LP, anggaran Operasionalnya itu kewenangan Kemenkum HAM, tetapi kita dari pemerintah daerah sudah mendukung penuh, untuk membantu kekurangan yang ada,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Lapas Kayuagung Ronald mengatakan, bahwa belum turunnya dana operasional salah satunya anggaran untuk biaya makan para Napi masih bisa di talangi.” Dana untuk makan Napi masih bisa kita talangi, karena jumlah Napinya masih sedikit, yakni sebanyak 22 orang, masih ada 300 Napi asal OKI yang masih dititipkan di LP Tanjung Raja Ogan Ilir, karena kita belum siap menampung meraka,” terangnya.



OKNUM WARGA DIDUGA MEMINTA JATAH


IRDESS, INDRALAYA, OI – Pada hari Senin (19/8) malam puluhan warga diduga meminta "jatah" kepada truk batubara yang melintas di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Prabumulih-Indralaya. Warga yang mengatasnamakan dari beberapa desa di sepanjang jalan tersebut, memblokir truk batubara yang tengah melintas.
Informasi yang dihimpun, warga yang berjumlah sekitar puluhan itu menghadang laju truk batubara yang hendak menuju Palembang bertempat di Desa Lorok Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir. Mereka membentangkan spanduk berukuran sedang dengan isi surat keputusan (SK) Gubernur Sumsel mengenai larangan melintas bagi truk batubara, lengkap dengan Pergubnya.
Ratusan truk batubara yang melintas dari Muara Enim menuju Palembang, dihadang puluhan warga tersebut. Warga menyuruh sopir truk batubara untuk putar balik. Namun, truk batubara tidak kembali melainkan memarkirkan kendaraannya di sepanjang pinggir Jalinteng tersebut.
Pemblokiran melintas bagi truk batubara itu sendiri mulai dari pukul 20.00 hingga 23.00. Setelah itu, truk batubara diperbolehkan melintas kembali.
Informasi dari seorang warga, hal itu dilakukan untuk mencari keuntungan semata. Pasalnya, penggerak dari utusan warga sepanjang desa tersebut, bukanlah warga setempat melainkan oknum warga dan LSM yang berasal dari Prabumulih dan Muara Enim.
"Mereka itu, blokir truk batubara disini. Setelah diblokir, perwakilan truk batubara itu menemui mereka. Nah, dari situlah keduanya tawar menawar harga. Setelah deal, barulah truk batubara boleh melintas kembali," ujar seorang warga desa Lorok, yang enggan disebutkan namanya.
Informasi berbeda juga tersiar, beberapa desa yang menjadi perlintasan truk batubara seperti Kelurahan Timbangan, Desa Tanjung Pering, Desa Parit, Desa Payakabung, Desa Lorok, Desa Bakung dan lainnya, juga diduga meminta "jatah". Sebab, beberapa desa lainnya di Prabumulih dan Muara Enim, juga mendapat "jatah".
Ketua Karang Taruna Kecamatan Indralaya Utara, Yahya mengatakan, dugaan keterlibatan warga meminta jatah dengan memblokir truk batubara melintas di tempat tersebut tidaklah benar. Ia beranggapan, aksi yang dilakukan puluhan warga itu, tidak ada keterlibatan dengan Karang Taruna.
"Kabarnya, itu gabungan dari warga desa sepanjang Jalinsum mulai dari Kelurahan Timbangan sampai ke Lorok. Kalau Karang Tarunanya sebagai penggeraknya, tidak benar," katanya.
Sementara itu, Kades Lorok Muhaimin mengaku tidak mengetahui adanya aksi yang dilakukan warga memblokir truk batubara yang tengah melintas Jalinteng desa tersebut. Hingga saat ini, pihaknya juga belum mendapatkan laporan baik dari warga maupun perangkatnya.









Rabu, 21 Agustus 2013

BPK GASAK MOBIL MAHASISWA ASAL KOREA


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Pada hari Senin (19/8) seorang mahasiswa asal Korea yang sedang melakukan bakti sosial di Desa Muara Burnai I, Kecamatan Lempuing Jaya OKI, sekitar pukul 15.00 WIB menjadi korban keganasan Bandit Pecah Kaca (BPK). Kaca samping kiri bagian tengah mobil Toyota Innova yang dikendarai korban dipecahkan BPK. Akibatnya korban harus kehilangan uang tunai sebesar Rp10 juta dan Paspor.
Kades Muara Burnai I, Kecamatan Lempuing Jaya OKI, Purwiji menuturkan, sejak beberapa hari ini desanya dikunjungi 11 orang mahasiswa Universitas dari Negara Korea untuk melakukan bakti sosial membersihkan gereja Methodist dan balai desa serta bertatap muka dengan warga setempat.
Setelah usai melakukan pembersihan dan pengecatan gedung gereja, kantor kades dan balai desa, pada hari itu sekitar pukul 15.00 WIB bersama warga menggelar pisah sambut Kades lama Purwiji dengan Pjs baru di balai desa setempat.
“Karena ada acara pisah sambut tersebut, pihak panitia mengundang 11 mahasiswa tersebut untuk hadir di balai desa. Namun saat acara pisah sambut berlangsung, dari luar gedung terdengar suara teriakan warga bahwa ada rampok,” ujar Purwiji.
Mendengar teriakan tersebut, kata Purwiji, tamu undangan langsung berhamburan keluar ruangan menuju suara teriakan. Setelah keluar ruangan balai desa ternyata salah satu dari dua mobil yang ditumpangi mahasiswa asal Korea yang mengendarai mobil jenis Toyota Innova mengalami pecah kaca bagian kiri tengah, sedangkan mobil satunya merek Kia luput dari sasaran pecah kaca.
“Setelah pengunjung mendekati mobil kijang Innova ternyata salah satu tas yang berisi uang senilai Rp10 juta berikut sejumlah Paspor milik mahasiswa asal Korea tersebut sudah lenyap digondol pelaku,” bebernya.
Dikatakannya, bahwa saat warga berteriak, ada beberapa warga berusaha melakukan pengejaran, namun saat ditikungan kehilangan jejak karena motor pelaku yang berjumlah dua orang melaju kencang ke arah SP 2 ke Desa Gunung Batu OKU Timur, sedangkan mobil pelaku merk Feroza warna biru juga ikut kabur.
“Sebelumnya warga memang curiga dengan sepeda motor dan sebuah mobil Feroza biru yang mendekati dua mobil mahasiswa asal Korea tersebut dengan posisi parkir menutupi kedua mobil, begitu juga dengan dua pelaku yang mengendarai sepeda motor yang memepet mobil Innova. Dan kekhawatiran itu ternyata benar terjadi,” tukasnya.
Kasat Reskrim Polres OKI, AKP H Surachman ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Saat ini kasusnya sedang dalam penyelidikan Polisi Subsektor Lempuing Jaya,” tegas mantan Kasat Reskrim Polres OKU Timur ini.





Selasa, 20 Agustus 2013

GANJAR SANKSI TEGAS BAGI PNS YANG KORUPSI WAKTU


IRDESS, INDRALAYA, OI – Kinerja dan waktu istirahat pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab OI terindikasi tidak menentu. Pasalnya pada pukul 09.20 WIB, kemarin (19/8) sejumlah PNS sedang makan di salah satu warung. 
Pantuan media " hal tersebut hampir setiap hari dilakoni oleh sejumlah oknum PNS yg molor sambil makan hingga berjam-jam pada jam kerja berlangsung. Pelakon molor tersebut berasal dari berbagai instansi di lingkungan Pemkab. 
Hal tersebut membuat M. Soleh, S,Sos. M,Si., Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten OI geram. Nanti akan kita lakukan crosscheck mendadak agar oknum PNS yg terindikasi molor kerja dapat diberikan peringatan dan sanksi yang sesuai yang tertuang dalam PP. No 53 Tahun 2009.
"Cepat atau lambat akan kita tindak, namun sesuai dengan mekanismenya tersendiri. Ketika ditanya mekanisme tindakannya, Sholeh mengatakan akan menyurati dinas yang bersangkutan. Sebab staff dan pegawainya terindikasi molor pada jam kerja. Kan sudah jelas aturan kerjanya " masuk pukul 07.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB, waktu rehat pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Jika di luar daripada aturan yg diterapkan bisa didefinisikan sebagai korupsi waktu. 
Menurut Sulyadi  Kabid Investigasi LSM PBM Sumsel, mengatakan, " harusnya diberikan sanksi tegas kepada oknum tersebut dengan cara penyegaran. Pindah dinas atau intansi lain merupakan salah satu solusi yg tepat bagi oknum PNS yang sering korupsi waktu. Mungkin sudah merasa bosan dengan dinas tempat mereka (PNS) bekerja, tentu sesuai dengan kompetensi masing-masing.


PARTAI HANURA OKI MENGINCAR KURSI PIMPINAN DPRD


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada pemilihan anggota legislatif (Pileg) April 2014 mendatang mengincar masuk dalam 4 besar partai pemenang. Apabila target ini terwujud, maka Hanura akan meraih kursi pimpinan DPRD OKI.
Target ini cukup realistis mengingat hasil Pileg April 2009 lalu di OKI partai ini mampu berada di 5 besar, hanya kalah sedikit perolehan suara dari PKS yang berada di posisi 4. Seluruh kader Hanura OKI siap bekerja untuk mewujudkan cita-cita partainya.
Optimistis tersebut dilontarkan Ketua DPC Hanura OKI, Juni Alpansuri SSi dan Wasekjen DPP Hanura, Ir H Didi Apriadi MAK. Untuk Pileg 2014, Juni Alpansuri yang saat ini menjadi anggota DPRD OKI siap mencalonkan diri lagi. Sedangkan Didi Apriadi mencalonkan diri menjadi Caleg DPR RI Dapil Sumsel II.
“Pileg 2009 lalu, partai kami yang terbilang masih berusia muda sudah mampu meraih 1 fraksi di DPRD OKI, ada 4 kader Hanura yang sekarang berada di kursi DPRD OKI. Jadi target Pileg 2014 mendatang, kami menargetkan meraih 2 fraksi,” ucap Juni.
Maksudnya, kata dia, menargetkan 2 fraksi, yakni pada Pileg 2014 mendatang mengincar meraih suara dukungan sebanyak-banyaknya. Bila pada Pileg 2009 mampu mendapatkan 4 kursi, tentunya Pileg mendatang menargetkan meraih kursi lebih daripada itu.
Dikatakannya, Hanura OKI merupakan salah satu dari belasan partai yang sudah siap menghadapi Pileg mendatang. Catatan dia, untuk di OKI hanya baru Hanura yang sudah melakukan persiapan dengan memperkuat konsolidasi antar kader dan seluruh Caleg.
“Kami sudah menyiapkan 42 orang Caleg untuk bersaing. Target minimal, setiap Dapil di OKI kami harus ada kader Hanura yang menang. OKI terbagi menjadi 5 Dapil, jadi target terkecil kami nantinya ada 5 Caleg Hanura yang terpilih. Kalau target maksimal, ya 2 kali lipatnya,” tambah dia lagi.
Sedangkan Didi Apriadi menambahkan, 27 dan 28 Agustus mendatang akan dilakukan pembekalan akbar kepada seluruh Caleg Hanura di 15 Kabupaten/Kota di Sumsel dan Caleg DPR RI. Secara nasional, Hanura OKI menargetkan meraih 20 persen suara pada Pileg mendatang sehingga mampu mengusung sendiri pasangan Capres dan Cawapres. “Bahkan untuk di OKI saya menargetkan meraih 2 kursi DPRD di setiap Dapil. Apalagi Hanura OKI salah satu partai yang sudah mampu memenangi Pilkada OKI 6 Juni lalu,” ujar Didi optimis.




KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN LINTAS TIMUR MENGALAMI PENINGKATAN


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di sepanjang Jalur Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten OKI selama arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1434 H meningkat dibandingkan tahun 2012 lalu.
Dari data yang dirilis Polres OKI, Senin (19/8), diketahui, selama arus mudik dan balik Lebaran, terhitung sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri, telah terjadi 12 kasus lakalantas di sepanjang Jalintim OKI dari perbatasan Ogan Ilir hingga perbatasan Provinsi Lampung, yang merupakan wilayah hukum Polres OKI.
Dampak dari 12 lakalantas ini, ada 26 orang yang menjadi korban. Rinciannya, satu meninggal dunia, 19 luka berat, dan enam luka ringan. Bahkan satu kasus lakalantas diantaranya ada yang menjadi korban tabrak lari. “Total kerugian materialnya sekitar Rp 29.500.000,” ujar Kasubag Humas Polres OKI AKP A Halim.
Ditambahkannya, perbandingan kecelakaan pada arus mudik dan balik Lebaran tahun 2012 lalu, jumlah lakalantas tahun ini memang meningkat. Tahun lalu, hanya terjadi sembilan lakalantas dengan rincian tujuh orang meninggal dunia, tujuh luka berat, dan lima orang luka ringan.
“Tapi kerugian material lakalantas tahun 2012 lalu jumlahnya lebih besar dibandingkan tahun ini, tahun lalu mencapai Rp61.600.000,” sambung mantan Kapolsek Air Sugihan ini sembari menambahkan, tahun lalu juga terjadi satu kasus korban tabrak lari.
Sementara Kasat Lantas Polres OKI AKP Tamimi, SH menambahkan, untuk memonitor arus lalu lintas di sepanjang Jalintim OKI dan memberikan bantuan pelayanan kepada pengguna jalan, selama arus mudik dan balik Lebaran pihaknya sudah mendirikan lima pospam yang diisi petugas gabungan polisi, TNI, Satpol PP, medis, dan pramuka, serta dukun.
Dikatakannya, ada beberapa titik rawan lakalantas yakni di tikungan Air Jernih KM 97, Desa Mulyaguna, Kecamatan Teluk Gelam, tikungan Pasar Muara Burnai I KM 105, Kecamatan Lempuing Jaya, tikungan Desa Tugu Jaya KM 125, Kecamatan Lempuing Jaya, tikungan Dabuk Rejo KM 160, Kecamatan Lempuing, dan tikungan Surya Adi, Kecamatan Mesuji KM 180.