Selasa, 20 Agustus 2013

KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN LINTAS TIMUR MENGALAMI PENINGKATAN


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di sepanjang Jalur Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten OKI selama arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1434 H meningkat dibandingkan tahun 2012 lalu.
Dari data yang dirilis Polres OKI, Senin (19/8), diketahui, selama arus mudik dan balik Lebaran, terhitung sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri, telah terjadi 12 kasus lakalantas di sepanjang Jalintim OKI dari perbatasan Ogan Ilir hingga perbatasan Provinsi Lampung, yang merupakan wilayah hukum Polres OKI.
Dampak dari 12 lakalantas ini, ada 26 orang yang menjadi korban. Rinciannya, satu meninggal dunia, 19 luka berat, dan enam luka ringan. Bahkan satu kasus lakalantas diantaranya ada yang menjadi korban tabrak lari. “Total kerugian materialnya sekitar Rp 29.500.000,” ujar Kasubag Humas Polres OKI AKP A Halim.
Ditambahkannya, perbandingan kecelakaan pada arus mudik dan balik Lebaran tahun 2012 lalu, jumlah lakalantas tahun ini memang meningkat. Tahun lalu, hanya terjadi sembilan lakalantas dengan rincian tujuh orang meninggal dunia, tujuh luka berat, dan lima orang luka ringan.
“Tapi kerugian material lakalantas tahun 2012 lalu jumlahnya lebih besar dibandingkan tahun ini, tahun lalu mencapai Rp61.600.000,” sambung mantan Kapolsek Air Sugihan ini sembari menambahkan, tahun lalu juga terjadi satu kasus korban tabrak lari.
Sementara Kasat Lantas Polres OKI AKP Tamimi, SH menambahkan, untuk memonitor arus lalu lintas di sepanjang Jalintim OKI dan memberikan bantuan pelayanan kepada pengguna jalan, selama arus mudik dan balik Lebaran pihaknya sudah mendirikan lima pospam yang diisi petugas gabungan polisi, TNI, Satpol PP, medis, dan pramuka, serta dukun.
Dikatakannya, ada beberapa titik rawan lakalantas yakni di tikungan Air Jernih KM 97, Desa Mulyaguna, Kecamatan Teluk Gelam, tikungan Pasar Muara Burnai I KM 105, Kecamatan Lempuing Jaya, tikungan Desa Tugu Jaya KM 125, Kecamatan Lempuing Jaya, tikungan Dabuk Rejo KM 160, Kecamatan Lempuing, dan tikungan Surya Adi, Kecamatan Mesuji KM 180.



Senin, 19 Agustus 2013

23 AGUSTUS KPU UMUMKAN DCT


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI  – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), H Abdul Hamid Usman melalui Kasubag Teknis dan Hupmas, Dedi Irawan mengatakan, pihaknya akan menyampaikan pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) yang akan mengikuti Pemilu legislatif 2014, kepada masyarakat pada tanggal 23 Agustus mendatang.
“Pengumuman tersebut dilakukan sesuai dengan jadwal yang sebelumnya telah ditetapkan,” imbuh Dedi Irawan.
Dedi mengungkapkan, selama tahapan pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) calon legislatif 2014 yang diumumkan beberapa waktu lalu, pihaknya telah menerima masukan dari masyarakat terkait caleg yang ada.
“Kami juga telah menindaklanjutinya dengan melakukan klarifikasi kepada pemimpin partai politik (parpol). Dan selama tahapan tersebut, terdapat satu caleg dari parpol yang mengundurkan diri. Namun, demikian parpol tersebut telah mengganti dengan caleg lainnya. Jadi tidak ada masalah lagi,” cetusnya.
Dikatakan Dedi, pihaknya juga telah menemukan ada 16 kepala desa (kades) dan tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masuk dalam daftar DCS dan semua akan diteliti saat akan masuk DCT sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Terkait hal tersebut, sebelumnya Didi telah mengungkapkan 16 kades dan tiga orang PNS yang akan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif pada Pileg 2014 nanti tersebut telah menyatakan siap berhenti dari jabatannya sebagai kades dan telah membuktikan melalui surat pengunduran diri.
“Sebelumnya, kami telah konfirmasi kepada pimpinan partai politik (parpol), agar mereka dapat melengkapi berkas kelengkapan administrasi diantaranya surat pengunduran diri dari kades dan PNS, dan hingga akhir batas yang ditentukan mereka telah melengkapi sesuai dengan peraturan yang ada,” terangnya.


RATUSAN PETANI PENESAK ANCAM JALAN KAKI KE JAKARTA (Perjuangkan Lahan yang Diklaim PTPN)


IRDESS, INDRALAYA, OI – Gerakan Petani Penesak Bersatu (GPBB) Ogan Ilir (OI) berencana mengutus sekitar 500 petani dari 22 desa di Kabupaten OI ke Jakarta untuk memperjuangkan hak tanah yang hingga kini masih diklaim PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis. Terlebih ratusan petani itu ke Jakarta dengan cara jalan kaki menempuh ratusan kilometer.
“Saat ini masih menyusun jadwal yang tepat untuk berangkat ke Jakarta, sembari menunggu pendirian posko di Desa Sribandung, Tanjung Batu sebagai start awal keberangkatan petani ke Jakarta,” ujar Ketua GPBB OI, Abdul Muis melalui Sekretaris GPBB OI, Rusdi Daduk di sela-sela rapat akbar kemerdekaan HUT RI di Balai Desa Sribandung, Kecamatan Tanjung Batu, Sabtu (17/8).
Menurut dia, kuantitas 500 petani yang akan berangkat ke Jakarta menemui Menteri BUMN, BPN, dan pihak berkompeten lainnya itu nanti akan diseleksi dahulu dengan melihat kriteria kesehatan ataupun ketahanan fisik. Dia menegaskan misi utama yang diemban para petani Ogan Ilir itu semata-mata ingin memperjuangakn hak tanah yang selama puluhan tahun lalu diambil pihak PTPN Cinta Manis.
Dia berharap aksi jalan kaki yang dilakukan petani itu dapat didengar dan diperhatikan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apalagi SBY telah memberikan sinyal positif untuk mereformasi agraria.
Sementara itu, anggota DPRD Sumsel, Rusdi Tahar menegaskan, rapat akbar yang dilakukan bertepatan dengan HUT RI ke-68 tahun ini adalah untuk mendorong proses pengentasan masalah konflik yang selama ini tidak menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat.
“Kita ini sudah 68 tahun merdeka, namun disisi lain masih banyak fakta dilapangan bahwasanya kuat dugaan banyak konflik agraria yang disinyalir bertentangan dengan undang-undang. Jelas, masuknya PTPN Cinta Manis di OI justru sangat melukai masyarakat. Bahkan masyarakat menjadi korban,” terangnya.

Kendatipun sudah ada tawaran 20% dari PTPN untuk kesejateraan masyarakat Ogan Ilir sebagai kompensasi agar rakyat tidak lagi memperjuangkan hak tanahnya, masih kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN), namun masyarakat menolak tawaran itu karena dinilai sangat kecil bagi kesejahteraan.

3.000 PETANI OI PERINGATI HUT RI


IRDESS, PALEMBANG, SUMSEL – Peringatan hari ulang tahun (HUT) RI ke 68, menjadi momen petani Ogan Ilir (OI) yang tergabung dalam Gerakan Petani Penesak Bersatu (GPPB) untuk berjuang mendapatkan kembali tanah mereka yang sedang bersengketa dengan PTPN VII Cinta Manis.
Sekretaris GPPB, Rusdi Dadok yang dibincangi, Kamis (15/8) mengatakan, sedikitnya 3.000 petani akan mengikuti apel akbar memperingati HUT RI, Sabtu (17/8) nanti bertempat di lapangan Sepakbola Desa Sri Bandung Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.
“Inilah momen untuk mendapatkan hak atas tanah kami yang sedang berkonflik dengan PTPN Cinta Manis, sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 (UUPA 1960), Tanah untuk Petani,” kata Rusdi.
Ia mengatakan, rapat akbar ini adalah agenda politik yang diyakini sebagai metode perjuangan kaum tani di Ogan Ilir yang hingga saat ini masih terus berjuang merebut tanah leluhur yang dikuasai oleh PTPN VII Cinta Manis yang mengusahakan perkebunan tebu.
“Kita juga mengharapkan para pemangku kebijakan untuk secepatnya menyelesaikan konflik kami ini dengan PTPN VII,” harapnya.
Ia menambahkan, rapat akbar sekaligus memperingati HUT RI ke 68 tahun ini, akan dihadiri dan diisi dengan orasi-orasi politik oleh pimpinan partai politik, ormas, tokoh masyarakat, intelektual akademisi se Sumatera Selatan. “Apel akbar ini juga dihadiri para petani dari 22 desa di 5 kecamatan sekabupaten OI,” pungkasnya.









ARUS BALIK DI JALINTIM MASIH RAMAI


IRDESS, KAYUAGUNG, OKI – Ruas Jalintim di kawasan Kabupaten OKI sampai Kamis (15/8), masih diramaikan arus balik, baik dari Palembang menuju Lampung maupun sebaliknya. Secara umum, arus lalu lintas berjalan lancar.
Memang terlihat antrean kendaraan, namun hanya di titik-titik tertentu seperti di Terminal Tipe A Kayuagung, Pasar Lubuk Seberuk, dan Pasar Tugu Mulyo. Kemacetan di lokasi ini sangatlah wajar karena lalu lalang kendaraan dari berbagai arah dan ada kendaraan yang akan belok keluar/masuk pasar dan terminal.
Kesigapan pengaturan lalu lintas yang dilakukan petugas Satlantas dan Dishub masing-masing daerah, dengan mudahnya menguraikan kepadatan lalu lintas. Kapolres OKI melalui Kasat Lantas AKP Tamimi, SH mengatakan, pemudik yang balik ke daerah masing-masing harus mewaspadai sejumlah titik rawan lakalantas, khususnya di Jalintim OKI.
Titik rawan lakalantas tersebut yakni di tikungan Air Jernih (KM97) Desa Mulya Guna, Kecamatan Teluk Gelam, tikungan Pasar Muara Burnai I (KM 105), Kecamatan Lempuing Jaya. Lalu di tikungan Desa Tugu Jaya (KM 125), Kecamatan Lempuing Jaya, tikungan Dabuk Rejo (KM 160), Kecamatan Lempuing dan tikungan Surya Adi, Kecamatan Mesuji (KM 180).
“Dikatakan rawan karena di sana merupakan jalan tikungan tajam yang setiap tahunnya sering terjadi kecelakaan, baik yang dialami kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.








WASPADAI PENYAKIT DIARE


IRDESS, INDRALAYA, OI – Pasca Lebaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Oga Ilir meminta masyarakat di Bumi Caram Seguguk untuk lebih mewaspadai penyakit diare. Pola makan yang tidak teratur berpotensi besar terserang berbagai penyakit, seperti diare.
“Penyakit diare ini menyerang ke segala usia sehingga perlu diwaspadai sedemikian rupa. Ya, biasanya penyakit diare akan menyerang orang-orang yang pola makannya tidak teratur,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Ogan Ilir, Hendra Kudeta, Rabu (14/8).
Setelah puasa dan Lebaran, kata Hendra, rata-rata masyarakat cenderung terserang penyakit diare. Kendatipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan yang masuk dari 25 puskesmas yang ada di Ogan Ilir, terkait pasien yang terserang penyakit diare pasca Lebaran.
“Penyakit diare ini bukan saja menyerang anak-anak, melainkan pula remaja, dewasa, hingga orang tua. Tidak ada batasan umur apabila terserang penyakit diare ini,” bebernya.
Sebagai antisipasi agar masyarakat tidak terserang penyakit tersebut, kata dia, pihaknya meminta masyarakat untuk dapat menjalankan pola hidup sehat setiap hari dengan mengkonsumsi makanan yang higienis.
Dia mengaku, biasanya pasca Lebaran, kebanyakan orang tanpa ragu langsung menyantap makanan apapun. Padahal pola makan demikian sarat dengan berbagai penyakit yang tak diketahui.
“Pola makan juga harus diperhatikan agar tidak terserang penyakit diare. Ya, bagi individu yang memiliki ketahanan tubuh lemah dimungkinkan akan cepat sekali terserang penyakit itu,” terangnya.
Dia melanjutkan, langkah lain mengantisipasi membludaknya pasien penyakit diare ialah dengan menyediakan obat-obatan seperti infuse cairan maupun oralit dan lain-lainnya.
“Untuk stok obat-obatan dirasa sudah mencukupi. Bila nantinya dirasa kurang akan di-droping atau dibantu provinsi maupun pusat. Untuk obat ini tergantung permintaan dari puskesmas masing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” jelas dia.
Terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ogan Ilir Hj Siska mengakui, pasca Lebaran biasanya penyakit diare mendominasi di Puskesmas Indralaya. “Untuk di rumah sakit baru sedikit yang berobat, yang kita tangani penyakit batuk, pilek, dan diare. Unutk mengantisipasi penyakit diare ini kita harus menjaga pola makan, ini yang harus diperhatikan agar tidak terserang penyakit ini. Ya, bagi individu yang memiliki ketahanan tubuh lemah dimungkinkan akan cepat sekali terserang penyakit diare,” kata mantan Kepala Puskesmas Indralaya ini.







APBD PERUBAHAN OI NAIK 20 PERSEN


IRDESS, INDRALAYA, OI – Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Perubahan Kabupaten Ogan Ilir (OI) tahun 2013 sebesar Rp1,29 triliun. Angka itu bertambah Rp221,37 miliar atau 20 persen dari APBD sebesar Rp1,07 triliun.
Hal itu terungkap dalam rapat paripurna DPRD Ogan Ilir, Selasa (13/8), saat Bupati Ogan Ilir H Mawardi Yahya membacakan Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Perubahan Ogan Ilir 2013. “Adapun perubahan pendapatan daerah tahun anggaran semula direncanakan sebesar Rp1,018 triliun mengalami peningkatan menjadi Rp1,161 triliun,” ujar Bupati.
Bupati mengatakan, tambahan pendapatan daerah sebesar Rp143,16 miliar berasal dari sumber pendapatan meliputi tambahan rencana penerimaan dana perimbangan sebesar Rp115,37 miliar yang berasal dari rencana tambahan dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak. “Selain itu tambahan rencana penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp29,94 miliar, berasal dari rencana tambahan dana penyesuaian dan otonomi khusus sebesar Rp2,15 miliar, dan tambahan bagi hasil pajak serta bantuan keuangan dari provinsi dan pemerintah daerah sebesar Rp27,79 miliar,” paparnya.
Selain itu, lanjutnya, rencana perubahan anggaran belanja daerah tahun 2013 yang semula direncanakan Rp1,07 triliun mengalami perubahan menjadi sebesar Rp1,29 triliun atau mengalami kenaikan sebesar Rp221,37 miliar. “Perubahan rencana belanja daerah terdiri dari rencana belanja tidak langsung semula direncanakan sebesar Rp476,61 miliar berubah menjadi Rp500,37 miliar atau bertambah Rp23,75 miliar,” ungkapnya.
Rencana belanja langsung, lanjut Bupati, semula direncanakan sebesar Rp593,45 miliar berubah menjadi Rp791,07 miliar atau bertambah sebesar Rp197,62 miliar. Menurut Bupati, rincian perubahan anggaran belanja daerah tahun anggaran 2013 antara lain yakni adanya tambahan rencana Dinas Pendidikan sebesar Rp6,36 miliar yang digunakan untuk belanja penyetaraan S1 pendidikan guru PAUD dan SD, pembangunan sekolah, dan lain-lain.
“Selain itu, tambahan rencana belanja pada dinas kesehatan sebesar Rp25,29 miliar. Rencana belanja pada RSUD Indralaya Rp1,84 miliar. Tambahan rencana belanja Dinas PUBM sebesar Rp108,73 miliar, tambahan untuk Dinas PUCK Rp31,86 miliar, untuk Dinas PU Pengairan Rp7,50 miliar, untuk tambahan belanja Badan Pertamanan Rp2,15 miliar, untuk Sekretariat dan DPRD sebesar Rp6,21 miliar, dan lain-lain,” terangnya.
Rencana perubahan anggaran, kata Bupati, juga terjadi pada penerimaan pembiayaan daerah pada APBD P tahun 2013 di mana semula yang direncanakan sebesar Rp79,52 miliar, mengalami perubahan menjadi Rp152,27 miliar atau bertambah Rp72,75 miliar.
Ketua DPRD Ogan Ilir Iklim Cahya yang memimpin rapat tersebut, mengatakan, apa yang disampaikan oleh Bupati Ogan Ilir H Mawardi Yahya akan ditelaah dan dipelajari, selanjutnya akan dijawab oleh anggota dewan dalam sidang lanjutan pada Kamis (15/8) mendatang.
Rapat tersebut juga dihadiri Wabup Ogan Ilir HM Daud Hasyim, Kapolres Ogan Ilir AKBP Deni Dharmapala, serta pejabat di lingkungan Pemkab Ogan Ilir.