Sabtu, 06 April 2013

PPDP Catat 1.710 Mata Pilih Sementara



KAYUAGUNG – Kian giatnya kesektariatan pilkada di kelurahan Paku kecamatan kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), maka pada saat ini.
Pihak kesektariatan pamilihan umum kepala daerah (pemilukada) melalui Petugas Pencatat Data Penduduk (PPDP), telah mendata 1.710 calon mata pilih sementara di kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
“Pihak kelurahan telah menampung pendataan calon mata pilih daru pemutakhiran/ penyusunan/ data pemilih oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dibatu petugas Pencatatan Data Penduduk (PPDP).  Jadi untuk data yang ada sekarang jumlah mata pilih 1.710 orang, “ujar Lurah Paku, Rusli Anwar, kemarin (5/4).
Dikelurahan Paku telah dipersiapkan tujuh TPS, selain itu juga telah mempersiapkan hansip lima belas orang, dari tujuh TPS tersebut pihak Kelurahan telah membentuk tujuh PPDP yang bertugas mendata para calon pemilih dari rumah ke rumah (door to door).
“Memang untuk mempercepat proses pendataan kita usahakan dapat ketemu langsung dengan pemilih rumah, sehingga kita dapat secara akurat mendata calon pemilih di kelurahan tersebut.  Kalaupun tidak bertemu petugas tetap menemuinya dilain waktu, “terangnya.
Dengan adanya koordinasi kerjasama yang baik mulai dari warga hingga petugas pemilu ini, diharapkan kegiatan pilkada ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses seperti apa yang diharapkan.

Bangunan mirip Gereja di Pertanyakan warga


Indralaya - 15 Orang angota Musyawarah yang di pimpin Lurah timbagan Km 32 Suwandi, S.kom  kecamatan, indralaya utara kabupaten Ogan ilir.
Acara tersebut berlangsung diruangan Gedung yang di persoalkan oleh warga setempat, pada hari jum'at (5/4) pukul 13:45wib. Sampai dengan 15:00wib

Adapun dalam acara musyawara tersebut membahas terkait perotes warga dengan adanya bangunan gedung, yang diduga gedung tersebut di bagun untuk tempat ibadah agama keristen protestan,
Karena kontruksi bagunan tersebut mirip sekali dengan bentuk gereja,
Lurah timbangan suwandi, S.kom mengatakan,"dalam acara pertemuan kita pada siang ini guna membahas tentang protes warga terhadap bagunan ini, karena menurut saya izin yang saya berikan pada waktu pengajuan mereka untuk mendirikan bedeng/kos-kosan, tidak ada pengajuan bagunan gedung serbaguna, lalu kenapa di dalam perijinan setelah melakukan etis planing ada bagunan gedung serbaguna, Nah,,. Ini kenapa? Koq ada bangunan Gedung serbah guna, seingat saya, saya tidak pernah mensetuji dan tidak ada pengajuan untuk bangunan gedung serbaguna tersebut, ini koq ada siapa yang mensetujuinya? Dengan ini saya nyatakan saya keberatan, kalau didalam isi surat persetuan ditambah oleh saudara Ginting yang selaku pemilik bagunan tersebut, menambahi isi surat tersebut bearti saudara ginting mempunyai itikat yang tidak benar,"unjarnya

Masih kata suwandi, S.kom. Dari isi surat ini saja sudah ada kejanggalan, kalau dilihat ada izin gedung serbaguna/ yang seharusnya didalam izin tersebut cuman bedeng/kos-kosan, ini ada dua gedung, yang satunya bagunan gedung yang  menyerupai gereja/ yang. Satunya gedung yang di petak-petang seperti bedeng/kos-kosan,"paparnya

Menurut salah satu sumber yang ikut dalam musyawara tersebut dan juga selaku  Ketua FK LSM dan Ormas (OI), A.Gatmir (miming) mengatakan dan meminta untuk kedepan ini,"hal ini merupakan tidak ada izin jadi menurut saya kalau bagunan Balai serbaguna ini tidak mempunyai izin mestinya harus di bongkar,"ujarnya
Ditambah oleh salah satu anggota musyawara dari masyarakat setempat Gustiali mengatakan,"kalau persaratan pembagunan ini di penuhi oleh pihak pemilik bagunan tersebut, kami sebagi masyarakat tidak akan mempersoalkan dan melarang pembagunan ini, karena masyarakat tidak tahu pasti  pungsi bagunan tersebut untuk apa,? Karna kami masyarakat memendang karena kontuksi bagunan ini yang sudah finising, bentuknya menyyerupai gereja makanya kami mempertanyakannya, kalu bangunan ini untuk di jadikan tempat ibadah protestan kami sebagi masyarakat sangat keberatan dengan keberadaan gedung tersebut, menurut informasi yang saya terima masyarakat sudah kompak untuk membongkar bagunan ini tanpa di komando kalu masalah ini tidak ada kejelasanya,"unjarnya

Sementara itu Dari hasil musyawarah tersebut dan disepakati bahwa,
Pada hari ini jum'at tanggal 05/04/2013. Pukul 14:00wib adanaya pertemuan masyarakat jalan sarjana tentang berdirinya Gedung serbaguna yang di miliki oloeh:
Nama:Ramli Ramona Ginting
Alamat: jln. Madang Komplek RSMH
No.11 Rt/Rw 022/007
Kelurahan skip jaya
Kecamatan kemuning palembang

Sehubungan dengan berdirinya gedung serbaguna yang tidak mengetahi masyarakat jalan sarjana Rt.06 dan Rt.07 maka maka masyarakat mempertanyakan pungsi gedung yang sudah didirikan:
Masukan masyarakat
1.Merubah bentuk gedung menjadi bentuk bedeng dan kost-kost'an sepakat.
2.Waktu mulai dari jum'at tanggal 05/04/2013 sampai dengan jum'at 12/04/2013
3.Segerah membenahi surat izin IMB sebagai bedeng/kost an
4.Dengan adanya kegiatan tersebut maka jalan kami rusak berat tolong di perbaiki.

Demikianlah berita acara ini kami buat dengan sebenar-benarnya dan apa bila usulan kami tidak di indahkan maka kami masyarakat RT.06 dan RT.07 akan bertindak.

Berita acara di bumbuhi tanda tangan warga menjadi 20  anggota musyawara di dalam berita acara, yang ikut dalam musyawara ada 15 orang termasuk dari anggota intelkam polres oi Yoyon, dan rekannya berada di sekeliling luar gedung, sekitar 10 angota intelkam polres (oi) dan di pimpin langsung oleh kasat Intelkan AKP. Suparman  polres ogan ilir, bersama anggota,
Kasat Intelkam dibantu sekitar 10 anggotanya  di depan puntu masuk jalan sarjana,  guna mengantisipasi hal yang tidak di inginkan.Musyawarah tersebut di hadiri dari juga 2orang dari dinas Kasi pelayanan dan perizinan Rahmat firmansyah, SE perijinan

Jumat, 05 April 2013

Pemantauan Independent Mulai Lakukan Pengawasan



KAYUAGUNG – Pemantauan Independent dalam pemilihan umum kepala daerah baik Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), maupun bupati OKI, kini mulai melakukan tugasnya dengan melakukan pengawasan terhadap berbagai pelanggaran pemilukada.
“Kita sudah mulai menempatkan berbagai anggota untuk melakukan pengawasan terhadapa penyelenggaraan Pemilukada dan mulai melakukan berbagai rencana kerja, hingga pelaksanaan pemilukada yang akan diselnggarakan secara serentak pada 6 Juni mendatang, “ungkap Madi salah seorang anggota LSM Liper RI yang ditunjukan sebagai pengawasan independent, kemarin (4/4).
Dalam setiap pelaksanaan pemilukada, kata Madi, biasanya sering terjadi kecurangan dan kami bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap adanya kecurangan.
Dikatakannya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumsel, telah merekomendasikan dua lembaga indevendent untuk melakukan pemantauan terhadap jalannya, pemilukada baik Kabupaten OKI, maupun Provinsi Sumsel.
Hal ini sesuai dengan hasil rapat pleno KPUD Sumsel, tertanggal 4 Februari 2013 yang tertuang dalam berita acara no 12/BA/KPUD.Prov.006/II/2013, bahwa tim pemantau Pemilu yang memenuhi syarat sebagai tim pemantau dan berdasarkan surat pemberitahuan KPUD nomor 31/KPU.Prov-006/II/2013 yang ditanda tangani Ketua KPUD Hj Anisatul Mardiah M.Ag, yakni Lembaga Intelejen Pers Reformasi Republik Indonesia (Liper RI), yang beralamat Villa Gardena IV Blok A No 10, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang dan LSM Peduli Masyarakat Kelautan dan perikanan Sumatera Selatan, beralamat di Jalan Candi angkoso II Nomor 412-432 Palembang.
Dijelaskannya, kedua lembaga pemantau independent tersebut sudah lolos verifikasi administrasi dan melengkapi sejumlah persyaratan.  Diantaranya memiliki badan hukum dan kepengurusan yang jelas, memiliki sumber dana alias tidak dibiayai oleh parpol tertentu.
“Besinergi dengan beberapa Lembaga lain, seperti KPU, Panwaslu, maupun pihak kepolisian, karena untuk Kabupaten OKI ada dua lembaga independent yang berhak resmi untuk melakukan pengawasan selama proses pemilihan pilkada gubernur berlangsung hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan bahkan desa di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Dikatakannya, hak para pemantau independent itu diantaranyan boleh mengikuti seluruh proses kegiatan serta melaporkan kepada panitia pengawasan (panwas).  Sedangkan ekwajibannya adalah memfasilitasi pengaduan pemilihan pada panwaslu.

KPU Sosialisasi Pemilih Pemula.


INDRALAYA- Kamis (4/4) pukul 08:30 wib, sampai denga pukul 12:00 wib. Peningkatan peran serta pemilih pemula dalam pemilu gubernur dan wakil gubernur sumsel tahun 2013 yang dibuka langsung oleh Ketua KPU OI Amrah Muslimin.SE.M.Si di Aula LPMP Kamis (4/4) kemarin.

Dalam sambutannya antara lain Amrah mengatakan Pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali akan melakukan penggunaan hak pilihnya yaitu masyarakat yang telah memenuhi syarat usia sudah 17 tahun,sudah/pernah kawin serta purnawirawan/tidak lagi menjadi anggota TNI/Polri.

Sebelumnya  ketua panitia yang juga sebagai  Sekretaris KPU OI Drs H.Dedi Albakri Z, M.M mengatakan Tujuan diadakan sosialisasi tersebut dalam rangka peningkatan peran serta pemilih pemula dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur sumsel yang akan berlangsung bulan juni mendatang.

Sementara  peserta sosialisasi diikuti  500 orang siswa/siswi yang terdiri dari tingkat SMA,SMK dan MAN.

Dikatakannya juga , dasar kita melaksanakan sosialisasi tersebut adalah Undang-undang N0.12 Th.2008., UU No.15 Th.2011 tentang penyelenggara pemilu dan PP No.6 Th.2005 diubah menjadi PP No.49 Th.2008, serta Keputusan KPU Provinsi No.01/KPTS/KPU-PROV/006/VI/2012, tentang tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur sumsel Th.2013.

Sementara Ketua KPU OI Amrah Muslimin.SE,M.Si mengatakan. Pemilih pemula adalah pemilih yang baru pertama kali akan melakukan penggunaan hak pilihnya yaitu masyarakat yang telah memenuhi syarat usia sudah 17 tahun,sudah/pernah kawin serta purnawirawan/tidak lagi menjadi anggota TNI/Polri.

Kita berharap kepada pemilih pemula agar berpartisipasi dalam pemilu serta dapat memantau perhitungan suara di TPS dan menyaksikan pelaksanaan perhitungan suara diluar TPS, dapat menyampaikan laporan atas dugaan adanya pelanggaran penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan perhitungan suara kepada KPPS, mengajukan keberatan terhadap jalannya perhitungan suara oleh KPPS melalui saksi peserta pemilu/pengawas pemilu yang hadir apabila terhadap hal yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Saat ditanya tentang prediksi pemili pemula ia katakan sekitar 2,5 persen pemili pemula, sementara menurut DPT terahir tahun 2010 berjumlah 273632 dan untuk saat ini diperkirakan jumlah penduduk OI 470 ribu serta angka partisipasi pemilih biasanya 70 persen dan mudah-mudahan untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur diperkirakan meningkat menjadi 80 persen."Ungkap Amrah

Rabu, 03 April 2013

PELATIHAN LINMAS OGAN ILIR


INDRALAYA - Lebih dari 2000-an petugas linmas di 16 kecamatan se Kabupaten Ogan Ilir (OI) mendapatkan pelatihan dan pemantapan  pilkada guna menyukseskan pelaksanaan pemilihan gubernur dan wagub Sumsel 2013. Pelatihan diberikan oleh petugas kepolisian dan danramil tni,bahkan Sekda OI H Sobli membuka secara resmi

Ketua pelaksana sekaligus Kabag Kesbangpol OI H Wilson Efendi, Senin (2/4) mengatakan petugas linmas sangat dibutuhkan guna kelancaran,ketertiban serta kenyamanan dalam melaksanakan
pilkada gubernur 6 Juni mendatang.

Menurutnya pelaksanaan pelatihan untuk tahap awal dilakukan di Inderalaya kemudian berlanjut di Kecamatan Tanjungbatu, Tanjungraja, Sungai Pinang
Muarakuang dan sebagainya

"Yang sekarang 3 kecamatan Inderalaya, Inderalaya Utara dan Selatan dipusatkan di Lapangan Polsek yang diikuti ratusan peserta, kemudian akan berlanjut ke kecamatan lainnya. Kegiatan ini dilakukan mulai 2-7April.  Kebanyakan mereka adalah petugas linmas yang bertugas dalam pemilu,pileg,pilkada, tapi kita berikan pemantapan kembali seperti diberikan pelatihan kebugaran, seni bela diri,guna membantu pengamanan, dan sebagainya,"katanya

Sementara itu Sekda OI H Sobli berharap agar anggota linmas siap mengawal pelaksanaan pilkada gubernur dengan baik dan rasa penuh tanggungjawab, dimulai dari saat kandidat melakukan kampanye,masa tenang,pemungutan suara hingga penghitungan suara,"ini harus dikawal serius,mudah-mudahan kesempatan pelatihan ini digunakan dengan baik, sehingga dalam penanganan tugas dilapangan dapat tercipta iklim yg kondusif,"ujarnya

Ia juga berpesan dalam pilkada ini petugas linmas dapat siap, sigap serta sanggup mengatasi hambatan,gangguan yang terjadi.

Bahkan Ketua DPRD OI H Iklim Cahya juga menambahkan yang terpenting pilgub 6 Juni nanti berlangsung aman,tertib dan nyaman, "apalagi petugas  polisi, danramil yang memberikan pelatihan soal kamtibmas adalah petugas profesional,kita harapkan tidak  ada gejolak atau kericuhan,kita ingin harmonis dan damai,"katanya. Ohen